This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and visual images contained in it can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Saturday, April 8, 2017

Kehendak-Mulah yang terjadi (Lukas 22:39-46)

Bahan Ajar PAR 09 April 2017
Tema : “Kehendak-Mulah yang terjadi”  (Lukas 22:39-46)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan Yesus rela dan patuh mengikuti kehendak Allah Bapa
- Anak-anak mau belajar memahami kehendak Allah
- Anak-anak mau berdoa dan berserah kepada kehendak Allah

Pokok Renungan

Salah satu kisah yang sangat sedih dalam Alkitab adalah kisah Yesus di Taman Getsemani. Disini diceritakan pada malam sebelum kematian-Nya, Tuhan Yesus meminta Bapa-Nya, “... jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku.” Namun, Tuhan Yesus menyambung doa-Nya dengan berkata, "tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
Tuhan Yesus merasakan tekanan yang tak terhingga saat berdoa, bahkan sampai berkeringat darah. Namun, Ia tetap setia pada kehendak Bapa, menjadi Juruselamat manusia. Bagi Allah Bapa sendiri tentu sebuah pengorbanan yang besar menyerahkan anakNya untuk mati di kayu salib. Bagi Yesus sendiri, meskipun dalam kemanusiaan-Nya ada ketakutan tetapi Ia tetap menjalaninya.
Beberapa poin penting yang bisa direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak tentang kisah ini adalah:

Hal Berdoa
Tuhan Yesus sendiri berdoa. Dalam Alkitab banyak diceritakan tentang Tuhan Yesus berdoa, baik itu sendiri maupun bersama-sama dan di berbagai tempat. Pada malam sebelum Ia disalibkan, Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani. Disini Tuhan Yesus berdoa mengungkapkan apa yang dirasakanNya kepada Allah Bapa, apa yang diinginkan kemanusiaanNya, namun Ia menyerahkan keputusan Allah Bapa yang terjadi. Hal yang dapat kita pelajari disini adalah:

  • Berdoa, merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang percaya. Setiap orang percaya haruslah tahu dan suka berdoa, dalam setiap keadaan hidupnya. Bagaimanapun seorang yang mengikuti Tuhan Yesus harusnya mencontoh apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
  • Seringkali kita berdoa ingin terlepas dari beban atau masalah, tetapi lupa untuk menyerahkan kepada kehendak Tuhan melainkan mengharapkan agar Tuhan mengikuti kehendak kita.


Memahami kehendak Allah
Tuhan Yesus tahu kehendak Allah dalam hidupnya, sehingga walaupun sangat menderita, Ia tidak menolak kehendak Allah dalam hidupnya. Dari sini dapat kita pelajari bahwa seharusnya kita belajar untuk memahami kehendak Allah dalam kehidupan kita. melalui FirmanNya kita belajar bahwa Allah menghendaki kita menjadi berkat dan terang bagi orang lain. Itu berarti kita harus bersedia berkorban untuk memberikan kebaikan bagi orang lain. Dalam hal ini tentu bukan menyerahkan nyawa (kecuali kalau harus begitu) tetapi setidaknya mengorbankan waktu, tenaga atau kesenangan kita untuk dapat menlayani dan menoloing orang lain adalah wujud nyata dari kehendak Allah dalam kehidupan kita. mintalah juga dalam doa, kemampuan dan kerelaaan kita untuk melakukan semua itu.

Tuhan Yesus rela mati untuk keselamatan semua orang
Apa yang menjadi tujuan utama kedatangan Tuhan Yesus, terlaksana saat kematianNya di kayu salib dan kemudian bangkit pada hari yang ke tiga. Tanpa ini semua, maka kepercayaan orang Kristen adalah sia-sia. Semua ini dilakukan Tuhan Yesus tanpa paksaan, melainkan dengan kerelaan sebagai kepatuhan dan keyakinan akan rencana Allah Bapa  bagi keselamatan umat manusia. Karena ini sangat pantas bagi semua orang yang diselamatakan untuk menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan Yesus sebagai Juruslamat yang mendamaikan manusia dengan Allah Bapa.


Ayat Hafalan

Lukas 22:42b


Alat Peraga



Aktivitas


No comments:

Post a Comment