Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and visual images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Wednesday, August 29, 2018

Murid-murid Yang Pertama (Lukas 5:1-11)

Gambar Peraga dan Aktivitas untuk materi tentang Murid-murid Yang Pertama (Lukas 5:1-11)

Gambar Peraga




Aktivitas

Mewarnai


Mencari perbedaan


Memasang huruf


Teka-teki silang

Saturday, August 25, 2018

Saling Mendoakan (Kisah Rasul 4:23-37)

Bahan Ajar Sekolah MInggu 26 Agustus 2018
Tema: “Saling Mendoakan” (Kisah Rasul 4:23-37)
Tujuan:
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan meminta kita untuk saling menolong dan mendoakan
- Anak-anak belajar bahwa dengan selalu dekat kepada Tuhan kita dimampukan melakukan hal-hal yang berkenan kepadaNya

Pokok Renungan

Setelah Petrus dan Yohanes di lepaskan dari pemeriksaan oleh para pemuka agama dan Ahli Taurat, mereka kembali mendapati saudara-saudara seiman, dan menceritakan kepada mereka apa yang terjadi. Hal ini menimbulkan rasa kuatir karena mungkin saja dikemudian hari Petrus dan Yohanes akan ditangkap dan diadili lagi juga besar kemungkinan setiap orang percaya akan diperlakukan demikian. Karena itu mereka kemudian bersekutu bersama dan memanjatkan doa kepada Tuhan atas segala hal yang menimpa diri mereka dan memohon kekuatan dari Tuhan agar mereka berani memberitakan firmanNya. Tuhan menjawab doa dan permohonan mereka dengan mengaruniakan Roh Kudus untuk memampukan mereka bersaksi.
Penyertaan Roh Kudus dalam diri mereka masing-masing juga kemudian memampukan mereka untuk saling mendukung baik dalam doa-doa mereka maupun dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini diwujudkan dalam cara hidup jemaat yang saling menopang kehidupan dan keadaan satu dengan yang lain dengan apa yang mereka miliki. Semua yang dimiliki oleh masing-masing orang diberikan untuk dapat digunakan bersama-sama sehingga tidak ada yang berkekurangan.
Dalam bacaan diceritakan Yusuf yang oleh para rasul disebut Barnabas bahkan menjual ladang miliknya kemudian menyerahkan uang hasil penjualan itu kepada para rasul untuk dapat dipergunakan bersama sesuai keperluan masing-masing.
Kekuatan yang mempersatukan mereka untuk saling mendoakan dan saling berbagi adalah Roh Kudus yang dikaruniakan kepada mereka yang mengaku percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Di tengah ancaman atas keselamatan jiwa mereka sebagai orang percaya, mereka diperhadapkan pada pilihan untuk menyangkal iman mereka kepada Tuhan Yesus atau dimusuhi bahkan dikejar-kejar untuk ditangkap dan dihukum. Tanpa kekuatan dari Roh Kudus mereka sudah pasti memilih untuk menyelematkan diri mereka dengan cara menyangkal iman dan percaya kepada Tuhan Yesus.
Kekuatan itu juga yang kemudian membuat semakin banyak orang menjadi percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus.
Keadaan yang dialami oleh jemaat mula-mula mungkin tidak pernah kita dengar atau lihat di saat ini, walaupun kenyataannya di beberapa tempat masih terjadi juga tekanan seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Namun tekanan dalam bentuk yang lain sebenarnya sedang terjadi dan dialami oleh kita sebagai orang percaya di waktu ini. Ada begitu banyak godaan maupun tekanan yang secara langsung maupun tidak langsung membuat iman dan percaya kita menjadi goyah dan memperhadapkan kita pada pilihan percaya kepada Tuhan dan dianggap bodoh atau sebaliknya menyangkali iman dan percaya kita sehingga dianggap pintar atau cocok dengan kehidupan modern saat ini. Disamping kepercayaan lain yang berusaha membuat kita mempertanyakan kembali iman dan percaya kita kepada Tuhan Yesus.
Satu-satunya yang bisa membuat kita mampu bertahan bahkan mampu menyaksikan tentang Tuhan Yesus adalah kekuatan dari Roh Kudus yang dikaruniakan Tuhan kepada kita dan itu semua dapat bertumbuh dan hidup jika kita berada dalam persekutuan yang benar untuk saling mendukung dan saling mendoakan satu dengan yang lain.
Yang menarik yang perlu kita renungkan dan dapat kita ajarkan kepada anak-anak dari bacaan kita hari ini adalah apakah kita sudah menjadi orang-orang percaya yang membangun persekutuan untuk saling mendoakan dan mendukung dalam berbagai hal? Ajak anak-anak untuk saling mendoakan dan saling menopang satu sama lain dan selalu bersekutu kepada Tuhan karena hanya dengan dekat kepada Tuhan kita akan selalu dituntun oleh Roh Kudus agar mampu saling mendukung dan mendoakan. MInta anak-anak untuk mulai mendoakan teman, saudara dan orang tua mereka.

Ayat Hafalan

Efesus 4:2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Alat Peraga

Gambar Peraga


Aktivitas

Lembaran doa
Potong dan bagikan lembaran doa kepada masing-masing anak untuk dituliskan beban doanya kemudian tukarkan dengan temannya untuk didoakan


Saturday, August 18, 2018

Roh Kudus Memampukan (Kisah Rasul 4:1-22)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 19 Agustus 2018
Tema: “Roh Kudus Memampukan” (Kisah Rasul 4:1-22)
Tujuan:
- Anak-anak tahu bahwa Roh Kudus bekerja dalam diri setiap orang percaya
- Anak-anak belajar bahwa karena Roh Kudus kita dimampukan untuk menyaksikan nama Tuhan Yesus 


Pokok Renungan

Bacaan hari ini merupakan kelanjutan kisah minggu lalu tentang Petrus dan Yohanes yang menyembuhkan orang lumpuh dengan kuasa dan nama Tuhan Yesus.
Mendengar tentang mujizat kesembuhan juga khotbah Petrus dan Yohanes tentang Tuhan Yesus, membuat mereka yang memusuhi Tuhan Yesus menjadi marah. Mereka adalah imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki dan mereka datang untuk menangkap Petrus dan Yohanes (ayat 1-3).
Sementara di lain pihak, reaksi orang banyak justru sebaliknya. Mereka bersukacita dan memuji Tuhan karena mereka telah menyaksikan mujizat dan mendengar Petrus berkhotbah membagikan Kabar Baik dalam kuasa Roh Kudus, mereka mendengar bahwa jika mereka bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya kepada Tuhan Yesus maka mereka dapat diselamatkan. Hal ini terlihat dari bertambahnya orang percaya menjadi 5000 orang dari semula 3000 pada peristiwa Pentakosta (Kisah Rasul 2:41).
Walaupun sudah begitu banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus tetapi tidak membuat para musuh berubah pikiran, sebaliknya mereka semakin membenci para pengikut Tuhan Yesus. Karena itu merekapun menyidangkan Petrus dan Yohanes karena mengabarkan tentang Tuhan Yesus dan melakukan mujizat dalam nama Tuhan Yesus. Mereka mengancam Petrus dan Yohanes bukan atas sebuah kejahatan tetapi atas kebaikan yang telah mereka lakukan.
Ketaatan dan keteguhan hati Petrus dan Yohanes untuk memberitakan Kabar Baik tentang Tuhan Yesus menyebabkan mereka dibenci bahkan ditangkap, tetapi Roh Kudus menguatkan mereka untuk menghadapinya sehingga ketika mereka dihadapkan kepada sidang mereka tetap dengan tegas dan yakin menyatakan iman dan percaya kepada Tuhan Yesus.
Dengan keberanian sendiri Petrus tidak dapat menjawab para pemimpin agama dengan tegas tetapi ia mampu karena ia dipenuhi oleh Roh Kudus. Membaca bagian injil kita tahu bahwa beberapa waktu sebelum peristiwa ini ketika ia sendiri menyaksikan Tuhan Yesus diadili oleh para pemimpin agama yang membenciNya, Petrus adalah orang yang dengan tegas menyangkal Tuhan Yesus ketika ditanyai apakah ia mengenal Tuhan Yesus dan apakah ia muridNya. Jelas, tanpa Roh Kudus, Petrus masih takut seperti saat itu.
Sebagai orang percaya kita juga akan menghadapi kesulitan untuk menaati perintah Tuhan juga menyaksikan tentang Tuhan Yesus kepada orang lain. Tetapi kita, seperti Petrus, dikarunia Roh Kudus yang hidup di dalam hati kita dan Dia akan memberi kita kekuatan dan keberanian untuk taat bahkan di masa-masa sulit dan dalam tekanan (bd. 1 Petrus 4: 12-16, Markus 13:11, Lukas 12:11-12).
Jawaban Petrus (ayat 8-12) sebenarnya memberikan penjelasan yang cukup kepada para pemimpin agama bahwa apa yang baik yang dilakukannya dengan Yohanes tentu berasal dari apa yang baik juga, nama yang mereka saksikan yaitu Nama Yesus tentunya juga adalah nama yang benar dan berkenan kepada Allah sehingga dengan nama itu orang yang lumpuh dapat disembuhkan.
Dari bacaan kita minggu lalu dan minggu ini, ada hal penting yang perlu kita ingat dan penting untuk diajarkan kepada anak-anak, bahwa adalah wajib bagi kita sebagai orang percaya untuk menyaksikan nama Tuhan Yesus kepada orang lain, ini adalah kabar kesukaan yang seharusnya kita bagikan juga kepada setiap orang agar tahu, percaya dan mendapat keselamatan juga seperti kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi kita tidak akan mampu melakukannya jika itu mengandalkan kemapuan kita sendiri, kita hanya akan dimampukan jika kita membiarkan Roh Kudus mendiami hati kita. 
Bagaimana Roh Kudus bisa tinggal dalam hati kita, tentunya jika kita mau selalu dekat kepada Tuhan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, tidak memikirkan dan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan dan selalu memuji dan memuliakan nama Tuhan.


Ayat Hafalan

2Petrus 1:21
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai
Teka-teki silang

Saturday, August 11, 2018

Nama Tuhan Yesus (Kisah Rasul 3:1-10)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 12 Agustus 2018
Tema: “Nama Tuhan Yesus” (Kisah Rasul 3:1-10)
Tujuan:
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan Yesus lebih daripada apa pun yang dunia tawarkan.
- Anak-anak belajar bahwa kita harus selalu siap untuk memberi tahu orang lain tentang Tuhan Yesus

Pokok Renungan

Kisah Para Rasul 3 dimulai dengan cerita seorang lumpuh yang sedang duduk di depan gerbang Bait Allah untuk mengemis. Orang itu adalah seorang yang lumpuh sejak lahir, yang mungkin dulunya pernah berharap untuk bisa berjalan, namun semakin lama ia sadar bahwa ia tidak bisa berjalan. Yang bisa dilakukannya hanyalah mengemis, bahkan untuk pergi mengemis pun ia harus diantar oleh orang lain.
Ketika Petrus dan Yohanes yang saat itu pergi sembahyang di Bait Allah melihat orang itu, mereka merasa perlu untuk memberikan sesuatu yang lebih berharga dari emas dan perak kepadanya. Tempat itu tentunya dipenuhi oleh orang dari berbagai kalangan yang juga bermaksud datang sembahyang di Bait Allah. Bagi Petrus dan Yohanes, ini merupakan kesempatan yang baik untuk berbagi dengan orang banyak, menyaksikan tentang Tuhan Yesus, kepada orang lumpuh itu juga kepada orang banyak di situ. 
Hal ini sebenarnya beresiko untuk kedua murid Tuhan Yesus, di tempat itu sangat mungkin ada juga imam-imam dan ahli-ahli Taurat yang sangat membenci Tuhan Yesus, dan tentunya mereka juga akan membenci orang-orang yang berani menyaksikan tentang Tuhan Yesus. Tetapi itu tidak membuat Petrus dan Yohanes menjadi gentar dan mengurungkan niat mereka untuk bersaksi.
Petrus dan Yohanes mendekati orang lumpuh itu dan langsung disambut olehnya dengan meminta uang. Penampilan Petrus dan Yohanes pastilah seperti rakyat biasanya, mereka tidak tampak seperti orang kaya, dan orang lumpuh yang melihat mereka demikian, tidak berharap akan mendapatkan banyak dari mereka.
Petrus menjawab orang itu tentang keberadaan dirinya dan Yohanes yang tidak punya sesuatu yang berharga seperti yang diinginkan oleh pengemis itu, tetapi ia menjanjikan sesuatu yang lebih berharga daripada apa yang diinginkan oleh orang itu, sesuatu yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang itu.
Petrus memberikan orang itu kesembuhan, ia bisa berjalan. Apa yang diterimanya mungkin bukan apa yang diharapkannya atau diimpikannya lagi mengingat ia sudah terbiasa dan menerima keadaannya yang lumpuh sebagai bagian dari hidupnya. Tapi Petrus memberikan kepadanya apa yang melampaui mimpinya itu untuk itu Petrus menyatakan kepadanya tentang Tuhan Yesus, yang dalam namaNya ada kuasa untuk menyembuhkan. Hal itu langsung dialami dan dirasakan oleh orang lumpuh itu sehingga ia tentunya merasa heran dan sangat bersyukur dan ia meresponnya dengan memuji Tuhan yang punya kuasa kesembuhan.
Mujizat yang dilakukan Petrus dalam nama Tuhan Yesus ini adalah suatu permulaan yang penting karena peristiwa ini menunjukkan bagaimana Kuasa Roh Kudus melanjutkan pekerjaan Allah melalui murid-muridNya, gereja dan umatNya. Ini mau menunjukkan bahwa Petrus yang beriman kepada Tuhan Yesus, dikarunia Roh Kudus untuk menyaksikan kuasa dan nama Allah. Dan itu juga menegaskan bahwa semua orang percaya juga diberi kuasa untuk menyaksikan nama Tuhan Yesus.
Seperti Petrus, kita sebagai orang percaya juga diberi tanggung jawab untuk menyatakan kuasa dalam nama Tuhan Yesus, karena itu kita harus selalu siap untuk membantu mereka yang membutuhkan, dan adalah penting bahwa kita mengajarkan tentang Tuhan Yesus, yang merupakan sumber segala berkat dan penyembuhan yang sesungguhnya.
Kita mungkin diberikan berkat kekayaan, kemampuan fisik, materi, bahkan karunia untuk mendoakan dan menyembuhkan orang tetapi semua itu bukan karena kita bisa tetapi karena Tuhan yang memberi, karena itu wajib bagi kita menyaksikan tentang Tuhan Yesus yang memberi semua itu, sehingga nama Tuhan Yesus yang dimuliakan.
Dari bacaan ini kita belajar dan perlu kita ajarkan kepada anak-anak bagaimana kita harus selalu siap membagikan apa yang kita ketahui tentang Yesus kepada orang lain, di setiap saat dan kesempatan, melalui perkataan juga perbuatan yang baik kepada semua orang.

Ayat Hafalan

Filipi 2:10
Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi

Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai


Saturday, July 28, 2018

Cari Apa di Dalam Dunia (Lukas 19:1-10)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 29 Juli 2018
Tema: "Cari Apa di Dalam Dunia" (Lukas 19:1-10)
Tujuan:
- Anak-anak tahu ada banyak orang yang kesulitan untuk bertemu Tuhan
- Anak-anak mau datang kepada Tuhan dengan semua keadaan dan kemampuan yang dimilikinya

Pokok Renungan

Cerita tentang Zakoes ini terjadi di kota Yerikho. Sebagaimana cerita yang lalu, ketika memasuki kota Yerikho Tuhan Yesus bertemu dan kemudian menyembuhkan Bartimeus yang buta. Mungkin hal itu kemudian didengar juga oleh Zakheus sehingga ia berusaha untuk bertemu dengan Tuhan Yesus.
Apa yang didengar Zakheus tentang Tuhan Yesus membuat ia sangat berniat untuk melihat Tuhan Yesus. Walaupun punya niat yang kuat, ternyata Zakheus diperhadapkan dengan tantangan yang besar. Dalam cerita digambarkan seperti apa postur tubuh Zakheus, ia adalah seorang yang bertubuh pendek (ayat 3), hal ini membuat ia kesulitan untuk melihat, apalagi harus bertemu dengan Tuhan Yesus yang sedang berada di tengah kerumunan orang-orang yang padat. Karena itu Zakheus berusaha dengan segala kemampuannya untuk sekedar dapat melihat Tuhan Yesus. Untuk itu ia memanjat sebatang pohon ara yang berada di jalan yang sedang dilalui Tuhan Yesus. Mengingat postur tubuhnya yang pendek, mungkin ia juga kesulitan untuk memanjat pohon ara itu, tetapi dengan tekadnya yang kuat ia berhasil melakukannya dan berhasil juga melihat Tuhan Yesus seperti yang diharapkannya.
Niatnya sudah tercapai, tetapi lebih dari apa yang diharapkannya, ternyata Tuhan Yesus menanggapi niat hati Zakheus itu dengan bermaksud menumpang di rumahnya. Ini merupakan kesempatan yang sangat besar untuk dapat lebih jauh mengenal bahkan melayani Tuhan Yesus, yang tentunya menjadi kerinduan yang sangat besar bagi orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus.
Walaupun banyak orang kemudian menanggapi secara sinis tentang Tuhan Yesus yang menginap di rumahnya, Zakheus tidak berkecil hati, bahkan dengan penunh semangat dan sukacita ia mau berbagi dengan orang-orang miskin dan menebus kesalahan yang dilakukan kepada orang-orang.
Apa yang dilakukan Zakheus ini memberikan pelajaran yang berharga kepada kita sebagai pengajar maupun kepada anak-anak.
Di berbagai tempat didunia ini, banyak orang Kristen yang tidak punya kesempatan untuk datang bersekutu atau beribadah kepada Tuhan, mereka selalu dihalang-halangi bahkan ada yang dianiaya bahkan dibunuh karena keinginan mereka untuk memuji nama Tuhan. Sebaliknya di tempat lain di dunia ini dimana, kesempatan untuk beribadah, bersekutu dan menyembah Tuhan juga memberitakan tentang Tuhan tidak dihalangi bahkan diberikan seluas-luasnya, banyak orang Kristen yang tidak memanfaatkannya, ada hal lain yang menghalangi mereka untuk bertemu dengan Tuhan Yesus dan mereka tidak berusaha untuk mencari jalan keluar agar dapat bertemu Tuhan.
Keadaan ini sama dengan apa yang dialami Zakheus ketika ingin bertemu Tuhan Yesus. Ia terhalang oleh banyak orang, saat ini kita yang tidak berusaha mencari Tuhan Yesus sebenarnya juga terhalang dengan kesibukan dan keasyikan kita masing-masing dan kita tidak berusaha untuk mengatasinya atau mencari jalan keluar seperti Zakheus.
Ingatkan kepada anak-anak bahwa mereka juga seperti Zakheus yang ingin bertemu Tuhan Yesus. Seringkali keinginan itu terhalang oleh berbagai hal. Keinginan untuk bertemu Tuhan Yesus melalui sekolah minggu, berdoa maupun beribadat bersama seringkali terhalang oleh keasyikan bermain, menonton atau kemalasan untuk bangun dari tempat tidur. Semua itu harus dicarikan jalan keluar atau dilawan sehingga kita tidak terhalang untuk bertemu Tuhan.
Kelanjutan cerita Zakheus mengajarkan kepada kita juga bahwa jika kita mencari Tuhan, Ia tahu dan Ia mau untuk singgah dan menumpang di hati kita sehingga kita mendapatkan sukacita yang besar karena Tuhan ada dalam kehidupan kita.
Tidak ada alasan untuk tidak datang kepada Tuhan jika kita mau sebagaimana Zakheus yang pendek, ia mau memanjat pohon agar bisa bertemu Tuhan, semua kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita juga adalah kemampuan yang dapat kita pakai untuk bertemu dengan Tuhan.
Rangkaian kejadian yang dialami Zakheus ini mengajarkan kepada kita bahwa sesuatu yang baik berasal dari hati yang baik. Hati yang baik yang mau mencari Tuhan mendatangkan usaha yang gigih juga untuk mendapatkannya, dengan demikian ada jalan keluar menghadapi semua yang menghadang. Dan hati yang baik itu merupakan tempat dimana Tuhan mau menetap, yang darinya akan mendatangkan sukacita senantiasa. Jika ada sukacita di hati akan mendorong orang untuk melakukan hal-hal yang baik dalam hidupnya. Zakheus yang bersukacita mau membagikan kekayaannya kepada orang-orang miskin dan mengembalikan semua uang yang dicuranginya empat kali lipat.


Ayat Hafalan

Yesaya 55:6
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Alat Peraga
Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai
Cari Kata
Maze

Saturday, May 12, 2018

Tuhan Memperhatikan (Matius 15:29-39)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 13 Mei 2018
Tema : “Tuhan Memperhatikan” (Matius 15:29-39)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan memperhatikan setiap orang yang setia kepadaNya
- Anak-anak tahu bahwa ada banyak berkat Tuhan dalam hidup ini yang tidak kita sadari
 - Anak-anak mau bersyukur atas semua berkat Tuhan termasuk berkat yang tidak mereka sadari / minta

Pokok Renungan

Cerita Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang yang sudah diceritakan sebelumnya adalah peristiwa yang berbeda dari cerita Tuhan Yesus memberi makan 4000 orang. Cerita kali ini terjadi setelah Tuhan Yesus kembali dari daerah Tirus dan Sidon.
Saat itu, Tuhan Yesus sedang melayani orang banyak yang datang berbondong-bondong membawa orang-orang yang sakit untuk disembuhkan oleh Tuhan Yesus, mereka dengan penuh iman dan pengharapan menantikan jamahan Tuhan Yesus atas diri mereka sakit agar menjadi sembuh.
Setelah tiga hari mereka berbondong-bondong datang kepada Tuhan Yesus dan setia menunggu pertolongan darinya, mungkin apa yang menjadi bekal makanan yang mereka sediakan dari rumah mereka masing-masing sudah habis, dan mereka mungkin tidak tahu lagi harus makan apa tetapi mereka memilih untuk menunggu jamahan Tuhan.  Melihat hal itu, dari bacaan kita bahwa Tuhan Yesus begitu peduli kepada orang banyak ini, hatiNya tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu, walaupun mereka tidak meminta makan kepada Tuhan Yesus tapi Ia tahu yang dibutuhkan oleh orang banyak saat itu adalah makanan, karena itu Ia memanggil murid-murid untuk menyampaikan maksud hatiNya memberi makan orang banyak itu.
Walaupun belum terlalalu lama berselang dari kejadian Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang, namun murid-murid masih belum percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus, ini terlihat dari jawaban / pertanyaan mereka kepada Tuhan Yesus, bahwa tidak mungkin mendapatkan makanan untuk orang sebanyak itu di tempat itu. Padahal jika kita melihat kejadian sebelumnya, yaitu saat Tuhan Yesus berada di daerah Tirus dan Sidon, ada seorang perempuan Kanaan yang begitu beriman kepada Tuhan Yesus sehingga anaknya disembuhkan, dan hal itu disaksikan juga oleh murid-murid, tetapi itu belum membuat mereka cukup beriman untuk menyerahkan segala persoalan mereka kepada Tuhan Yesus.
Dan sekali lagi Tuhan Yesus menunjukkan kepada mereka apa yang bisa dilakukanNya. Persis seperti mujizat 5 roti dan 2 ikan, kali ini juga Tuhan Yesus menyuruh orang banyak untuk duduk di tanah agar dapat dibagikan makanan secara teratur.
Dengan 7 potong roti dan beberapa ikan kecil, Tuhan Yesus memberi makan 4000 orang laki-laki ditambah beberapa ribu orang perempuan dan anak-anak, yang kemudian menyisakan 7 bakul sisa potongan roti.
Dari cerita ini kita dapat belajar dan juga ajarkan kepada anak-anak tentang perhatian Tuhan Yesus yang begitu besar kepada manusia. Tuhan Yesus tahu bahwa orang-orang itu datang kepadaNya untuk mendapatkan kesembuhan, tapi Ia tahu juga bahwa tubuh mereka butuh hal yang lain. Orang banyak itu sangat setia menantikan pertolongan dari Tuhan tetapi mereka mungkin lupa atau tidak memperhitungkan kalau mereka juga butuh makan untuk kekuatan tubuh mereka. Tuhan memperhatikan bukan hanya apa yang diminta oleh mereka tetapi lebih dari itu apa yang dibutuhkan mereka walaupun tidak mereka minta.
Demikian juga setiap orang percaya yang mau setia dan berharap hanya kepada Tuhan, Ia punya berbagai cara untuk memenuhi apa yang kita inginkan tetapi lebih dari itu, Tuhan juga memenuhi apa yang menjadi kebutuhan kita, bahkan yang tidak kita pikirkan.
Ada banyak harapan dan keinginan yang kita juga anak-anak ucapkan dalam doa-doa kita, untuk itu tetaplah setia menantikan jawaban dari Tuhan, tetapi cobalah kita perhatikan juga ada banyak hal yang tidak pernah kita minta tetapi Tuhan penuhi melalui berkat-berkat baik secara langsung maupun tidak langsung melalui orang tua, saudara maupun teman, dan sepatutnya kita mengucap syukur untuk hal-hal tersebut karena kita percaya Tuhan memang setia memperhatikan kita dalam segala keadaan.


Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai

Menempel


Teka-teki Silang

Ayat Hafalan

Matius 10:29-31
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Saturday, April 7, 2018

Berbahagia orang yang mengandalkan Tuhan (Lukas 6:20-26)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 08 April 2018
Tema : “Berbahagia orang yang mengandalkan Tuhan” (Lukas 6:20-26)
Tujuan :
- Anak-anak mengerti bahwa Tuhan mau menolong orang-orang yang bersandar padaNya
- Anak-anak mau selalu bersandar dan mengandalkan kekuatan dari Tuhan

Pokok Renungan

Cerita hari ini tentang khotbah Tuhan Yesus di bukit yang sangat terkenal, sebenarnya apa yang dituliskan dalam bacaan ini sama dengan yang dituliskan dalam Matius 5-7 tetapi penulis Injil Lukas tidak menuliskan pokok-pokok ajaran selengkap yang ditulis dalam Matius, Lukas lebih menekanakan kepada ucapan bahagia yang tidak berciri Yahudi.
Ucapan bahagia ini disampaikan bukan kepada 12 orang murid (rasul) saja tetapi kepada banyak orang yang mengikuti Tuhan Yesus pada saat itu (bd Luk. 6:17), murid adalah mereka semua yang memandang Tuhan Yesus sebagai guru, dan dimaksudkan kepada mereka yang memilih untuk mengikut Dia.
Ada 4 pokok penting dalam ucapan bahagia dan peringatan dalam bacaan ini:
Yang pertama tentang mereka yang miskin (ay. 20), yaitu bagi mereka yang mau melepaskan segala sesuatu bahkan harta bendanya untuk mengikuti Tuhan Yesus, murid-muridnya melakukannya, mereka meninggalkan pekerjaan dan kenyamanan hidup mereka untuk mengikuti Tuhan Yesus. Kekayaan dunia tidak menjadi milik mereka tetapi Tuhan Yesus menjanjikan kekayaan surga yang melebihi kekayaan duniawi, mereka yang empunya kerajaan surga. Berlawanan dengan itu Tuhan Yesus memnyampaikan peringatan bahwa celakalah mereka yang kaya, yang dimaksudkan ialah mereka yang memuasakan dirinya dengan kekayaannya, dan tidak memperhatikan sesama juga tidak memuliakan Tuhan dengan kekayaannya. Sebab mereka telah mendapatkan kepuasan dalam dunia ini. Karena mereka juga hanya mengandalkan kekayaan sehingga mengabaikan pertolongan dari Tuhan, kekayaan membuat mereka tidak beriman kepada Tuhan.
Yang kedua kepada mereka yang lapar (ay. 21), yaitu kepada mereka yang berkekurangan dan membutuhkan pertolongan dari Tuhan, dalam kekurangannya mereka hanya bersandar kepada Tuhan, karena itu mereka akan dipuaskan oleh Tuhan, demikian juga kepada mereka yang selalu lapar dan haus akan kebenaran Firman Tuhan, mereka akan dipuaskan oleh Tuhan. Sebaliknya kepada mereka yang kenyang (ay. 25) dan terpuaskan keinginannya, karena mereka tidak lagi membutuhkan pertologan dari Tuhan, mereka tidak merasa perlu meminta kepada Tuhan, karenanya mereka tidak akan mendapatkan apapun dari Tuhan.
Yang ketiga kepada mereka yang menangis dan berduka (ay. 21), yaitu mereka yang bersedih karena ketidakadilan, karena penindasan, karena kedukaan dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri untuk melawan semua itu melainkan berseru dan berserah hanya kepada Tuhan. Juga mereka yang menangis dan menyesal karena sadar akan kesalahan dan dosa mereka. Mereka akan dihiburkan sehingga pada saatnya mereka akan bersukacita karena penghiburan dari Tuhan. Sebaliknya peringatan ditujukan kepada mereka yang tertawa (ay. 25) dan bersukacita karena tercapainya ambisi dan keinginan mereka, mereka yang tertawa karena terpuaskan keinginan mereka untuk menguasai orang lain, mereka yang puas karena kekuatan mereka sendiri dan tetap bersukacita atas kejahatan yang mereka lakukan. Apa yang mereka inginkan telah tercapai dan membuat mereka bersukacita di bumi karena itu mereka tidak mendapatkan lagi sukacita yang berasal dari Tuhan.
Dan yang terakhir kepada mereka yang karena mengikuti Tuhan Yesus, dicela, dihina dan direndahkan oleh orang (ay. 22), yaitu mereka yang tetap setia kepada Tuhan walaupun banyak tekanan yang mereka terima, mereka tidak mendapatkan kehormatan di bumi tetapi Tuhan menjanjikan kehormatan dan upah di sorga. Sebaliknya kepada mereka yang selalu mencari dan mendapatkan kehormatan dan pujian, bahkan dengan mengingkari Tuhan, mereka akan mendapatkannya dibumi namun semua itu tidak abadi karena Tuhan akan menolak mereka.
Pokok terpenting dari cerita ini yang dapat diajarkan kepada anak-anak adalah bagaimana mereka selalu bersandar dan mengandalkan kekuatan dari Tuhan, sekalipun banyak hal yang mampu anak-anak lakukan dan capai sendiri dalam hidupnya dengan kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki, itu bukan berarti tidak perlu pertolongan dari Tuhan, karena banyak hal dalam kehidupan kita ini yang tidak kita kuasai atau kendalikan. Berikan contoh kehidupan anak-anak setiap hari, misalnya ketika menghadapi ujian, walaupun anak-anak sangat siap mengerjakan setiap soal ujian tetapi tetaplah bersandar pada Tuhan sehingga ketika berhasilpun anak-anak sadar bahwa itu semua bukan kekuatannya semata tetapi juga karena pertolongan Tuhan.

Alat Peraga

Gambar peraga

Aktivitas

Mewarnai

Menghubungkan gambar yang berlawanan

Menuliskan Ucapan Bahagia / Teguran

Ayat Hafalan:

Yeremia 17:7
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!