Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it
Showing posts with label Adam. Show all posts
Showing posts with label Adam. Show all posts

Saturday, January 12, 2019

Diciptakan untuk Berkarya (Kejadian 2:8-25)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 13 Januari 2019

Tema: “Diciptakan untuk Berkarya” (Kejadian 2:8-25)
Tujuan:
- Anak-anak tahu Tuhan menciptakan manusia untuk berkarya bagi kebaikan alam
- Anak-anak tidak bermalas-malasan dan mau mengusahakan serta memelihara alam ciptaan Tuhan


Pokok Renungan

Jika dalam Kejadian pasal 1 diceritakan tentang apa yang Tuhan kerjakan untuk menciptakan alam semesta, dalam bagian bacaan kita hari ini, diceritakan tentang apa yang Tuhan inginkan agar dilakukan oleh manusia ciptaanNya.
Diceritakan bahwa taman Eden dibuat oleh Tuhan sebagai tempat dimana Tuhan menempatkan manusia. Tempat itu sangat baik. Ayat 8-14 memberikan rincian tentang taman itu dengan segala isinya dan segala hal yang baik yang bisa diperoleh di tempat itu dan semua itu sangat ideal untuk kehidupan yang baik dan nyaman, sehingga dapat dipastikan bahwa Adam yang ditempatkan di tempat itu merasa nyaman oleh lingkungan dan keadaan itu.
Walaupun semuanya nyaman dan menyenangkan, bukan berarti semua itu tidak perlu diusahakan dan dipelihara, karena itu Tuhan menempatkan Adam di taman itu dengan tugas untuk memelihara dan mengusahakan taman itu (ayat 15). Selain tugas untuk memelihara, manusia diberikan kebebasan untuk memanfaatkan taman itu demi kebaikannya. Tuhan menunjukkan kepada Adam bahwa apa yang baik yang Tuhan ciptakan itu diberikan kepada manusia untuk kebaikan hidup manusia. Dengan sebuah ketentuan yang Tuhan nyatakan sebagai perintah untuk menjaga manusia dari perbuatan yang dapat merugikan dirinya sendiri, yaitu perintah untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Larangan ini juga melatih manusia untuk tidak bertindak serakah dan ingin mendapatkan lebih dari yang dibutuhkannya.
Tuhan juga menempatkan berbagai binatang di taman itu yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan kebaikan dalam taman itu dan membuat taman itu menjadi lebih baik. Demikian juga kepada Adam diberikan lagi tugas untuk menjaga juga menamai binatang-binatang itu. Semua itu dilakukan Adam dengan sukacita dan bertanggung jawab, walaupun kemudian ia merasa ada yang kurang lengkap dalam dirinya ketika ia tidak mendapati seorang penolong yang sepadan dengan dia.
Untuk menyempurkan semua kebaikan itu, Tuhan kemudian menciptakan bagi Adam seorang penolong yang sepadan dengan dia, seorang manusia sama seperti dirinya dan menempatkannya bersama-sama dengan Adam sehingga ia punya seorang teman / penolong untuk berbagi tanggung jawab yang Tuhan berikan kepadanya.
Tuhan melakukan semua itu untuk kebaikan manusia ciptaanNya, yang merupakan gambaran / citra dari Tuhan sendiri. Sehingga apapun yang dilakukan manusia bagi dunia ini adalah seperti apa yang Tuhan ingin lakukan terhadap dunia ini. Manusia menjadi perpanjangan tangan dari Tuhan untuk memelihara semua ciptaan Tuhan yang lain, yaitu alam semesta dan seisinya.
Tugas ini merupakan apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk dilakukan oleh manusia yang diciptakanNya, demikian juga kehendak Tuhan itu berlaku atas diri kita, yang walaupun telah jatuh ke dalam dosa namun juga sudah diperdamaikan dengan Tuhan untuk layak dihadapanNya.
Hal penting yang perlu direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak adalah apa yang menjadi maksud Tuhan menciptakan manusia. Sebagai manusia yang diberikan kebebasan dan juga tanggungjawab untuk mengelola dan memanfaatkan seluruh alam ciptaan Tuhan ini harusnya dapat dengan bertanggungjawab melakukan tugas yang Tuhan berikan itu. Hal yang paling sederhana yang dapat anak-anak lakukan adalah menjaga dan tidak merusak alam sekitar kita, tidak membuang sampah di sembarang tempat, tidak merusak tanaman di sekitar kita sebaliknya memelihara mengusahakannya. Anak-anak juga belajar untuk tidak bersikap serakah ketika memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan kita. Dengan demikian alam ini akan terjaga kelestariannya sebagaimana yang Tuhan inginkan ketika Ia menciptakannya.


Ayat Hafalan

Mazmur 104:14
Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah.

Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mencari pasangan
Cetak gambar dalam jumlah yang cukup kemudian potong dan bagikan kepada masing-masing anak 1 potong gambar. Jika jumlah anak cukup banyak, minta setiap anak untuk mencari teman yang memiliki gambar yang sama. Jika jumlah anak tidak banyak, minta anak-anak berkumpul sesuai jenis gambar yang dimilikinya (binatang atau tumbuhan)

Friday, January 27, 2017

Kesalahan Pertama Di Dunia (Kejadian 3:1-6)

Bahan Ajar PAR 29 Januari 2017
Tema : “Kesalahan Pertama Di Dunia” (Kejadian 3:1-6)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa dosa pertama dimulai dari ketidaktaatan manusia
- Anak-anak tidak melanggar aturan/perintah


Pokok Renungan

Bacaan ini selengkapnya termuat dalam Kejadian 3:1-24, dibawah perikop ‘Manusia Jatuh Kedalam Dosa’.
Dalam bagian bacaan ini diceritakan bagaimana iblis yang mengambil rupa ular berusaha melawan Allah. Tetapi nampaknya iblis tahu ia tidak mungkin bisa berhadapan langsung dengan Allah maka, manusia, ciptaan Allah yang dijadikan alat untuk melawan Allah. Iblis memutarbalikan apa yang dikatakan Allah kepada Adam (ayat 3-4), yang menyebabkan Allah mengutuk ciptaan-Nya termasuk umat manusia yang diciptakan menurut gambar-Nya itu (ayat 16-19).
Godaan yang dipakai Iblis dimulai dengan memberikan manusia keraguan atas apa yang telah difirmankan oleh Allah, padahal seharusnya manusia terikat kepada Allah oleh iman pada firman-Nya sebagai kebenaran mutlak.
Yang kedua, Iblis, menggoda manusia agar percaya bahwa mereka bisa menjadi seperti Allah dan menentukan sendiri apa yang baik dan apa pula yang jahat.
Sekalipun manusia diberi akal untuk berpikir dan menentukan sesuatu namun seharusnya menusia tetap sadar bahwa Allah berhak untuk menentukan mana yang baik dan mana yang jahat, yang mana telah disampaikan melalui firmanNya. Firman Allah harus tetap menjadi pedoman utama, bukannya akal dan pikiran manusia.
Alkitab menyatakan bahwa semua yang berusaha menjadi Allah "akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini" (bnd. Yer 10:10-11).
Yang tidak disadari oleh manusia, juga tidak dipahami oleh Iblis tentang maksud firman Allah yaitu ketika Adam dan Hawa berdosa, melanggar perintah Allah, seketika itu juga kematian moral dan rohani langsung terjadi (bd. Kej 2:17), sedangkan kematian jasmani baru dialami kemudian (Kej 5:5).
Allah telah berfirman, "pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati" (Kej 2:17). Jadi, ketika berbuat dosa, mereka langsung mati secara rohani dan moral (bd. Yoh 17:3).
Kematian moral merupakan kematian hidup Allah di dalam diri mereka dan tabiat mereka menjadi penuh dosa; kematian rohani berarti bahwa hubungan mereka dengan Allah sebelumnya sudah hancur. Sejak dosa Adam dan Hawa, semua orang yang lahir memasuki dunia dengan tabiat yang berdosa (Rom 8:5-8). Pencemaran tabiat manusia meliputi keinginan bawaan untuk mengikuti kemauannya sendiri tanpa memperhatikan Allah atau sesama, dan pencemaran ini diteruskan kepada semua orang (Kej 5:3; 6:5; 8:21; Ef 2:3)

Hal yang perlu ditekankan kepada anak-anak adalah tentang Firman Allah sebagai pedoman utama dalam menentukan yang baik dan jahat. Karena itu anak-anak seharusnya mengenal tentang yang baik dan yang jahat dari Firman Allah, sebagaimana yang diajarkan oleh orang tua juga di sekolah minggu.

Kesalahan pertama yang dilakukan manusia adalah ketika manusia menjadi ragu dan tidak taat pada perintah Allah. Karena itu ajarkan anak-anak untuk belajar menjadi taat dan jangan meragukan Firman Allah, dengan demikian mereka terhindar dari perbuatan salah.


Cerita



Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

cari perbedaan 1

cari perbedaan 2

teka teki silang

menulis cerita

Ayat Hafalan

..