Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it
Showing posts with label Markus. Show all posts
Showing posts with label Markus. Show all posts

Tuesday, March 19, 2024

Orang Kusta Disembuhkan (Matius 8:1-4; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-16)

Bahan Ajar, Alat peraga dan aktivitas untuk cerita Alkitab tentang Tuhan Yesus menyembuhkan Orang Kusta (Matius 8:1-4; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-16)

Bahan Ajar

Pokok Renungan Matius 8:1-4

Bacaan hari ini bercerita tentang seorang penderita kusta yang datang kepada Yesus dengan penuh iman. Perikop ini paralel dengan Markus 1:40-45 dan Lukas 5:12-16, dengan beberapa tambahan, dalam ketiga Injil sama-sama dituliskan bahwa Tuhan Yesus melarang orang itu memberitahukan kepada orang lain tentang mujizat yang dialaminya (ay. 4, bd. Mrk. 1:44, Luk. 5:14), dalam Injil Markus diceritakan bahwa orang yang disembuhkan itu kemudian menyebarkan berita tentang Tuhan Yesus yang membuat semakin banyak orang datang mengikutiNya, lebih lanjut dalam Injil Lukas dituliskan bahwa Tuhan Yesus mengundurkan dari dari banyak orang yang mengikutiNya untuk berdoa. 

Beberapa poin penting dapat menjadi bahan renungan bagi para pengajar dan diajarkan kepada anak-anak.

Yang pertama tentang iman yang ditunjukkan oleh penderita kusta itu. Pada zaman Tuhan Yesus, penderita kusta adalah orang yang ditolak dan dikucilkan oleh masyarakat, bahkan sampai zaman modern ini. Hanya dengan iman yang kuat, orang yang menderita kusta itu datang kepada Tuhan Yesus, ia harus berhadapan dengan pandangan jijik orang lain bahkan mungkin ada yang mengusirnya ketika ia mendekat ke Tuhan Yesus yang sedang diikuti banyak orang. Nampak bahwa imannya mengalahkan semua itu, fokus dari apa yang diimani dan dilakukan adalah bertemu Tuhan Yesus. Iman mengalahkan segala keraguan dan ketakutan.

Yang kedua tentang kasih dan kuasa Tuhan Yesus yang ditunjukkan dengan menjamah serta menyembuhkan orang yang sakit itu. Jamahan Tuhan Yesus kepada orang yang berpenyakit kusta menunjukkan kasih yang besar melebihi segala hukum yang ada, hukum taurat sendiri menyebutkan kusta sebagai sesuatu yang najis karena itu harus dijauhkan dari masyarakat (bd. Im. 13:45-46). Dengan menjamah dan mau memenuhi permintaan orang kusta tersebut, Tuhan Yesus menunjukkan juga bahwa Ia punya kuasa melebihi segalanya, melebihi Hukum Taurat bahkan atas penyakit dan dosa, karena kusta sendiri digambarkan sebagai hukuman atas dosa, sebagaimana yang dialami oleh Miryam (bd. Bil. 12:9-10).

Marilah kita belajar dari iman dan kerendahan hati orang kusta ini, dan memohon kepada Yesus dengan iman yang teguh. Kita juga dapat belajar dari kasih dan kuasa Yesus yang luar biasa, dan meneladani-Nya dalam menunjukkan kasih dan kepedulian kepada sesama.

Cerita untuk Anak

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang apa yang dilakukan Tuhan Yesus bagi orang yang sangat menderita, karena bukan saja badannya yang sakit tetapi ia juga merasa sakit hati.

Cerita ini tentang seseorang yang memiliki penyakit yang sangat ditakuti orang lain, namanya penyakit kusta. Penyakit ini membuat kulitnya gatal dan bersisik, bahkan semakin lama orang yang sakit kusta bisa kehilangan jari-jarinya, tangan bahkan kakinya juga, karena itu orang-orang sangat takut dengan penyakit ini dan orang-orang yang sakit kusta harus tinggal jauh dari orang lain agar tidak menular. Orang-orang juga menjauhi orang kusta karena mereka diaanggap sebagai orang yang berdosa. Jika ia mendekat, orang-orang akan lari meninggalkannya atau mengusirnya dari jauh. Orang yang sakit kusta ini pasti merasa sangat sedih dan kesepian.

Suatu hari, orang yang sakit kusta ini mendengar tentang Tuhan Yesus, seorang guru yang penuh kasih dan memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Dengan penuh harapan, dia nekat pergi menemui Tuhan Yesus, walaupun ia tahu ia mungkin akan diusir oleh orang-orang.

Ketika bertemu Tuhan Yesus, ia berlutut di hadapan Tuhan Yesus dan berkata, "Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkanku."

Tuhan Yesus melihat orang kusta itu sangat beriman karena ia berani menghadapi semua tantangan untuk bertemu Tuhan Yesus. Tahu bahwa orang kusta itu sangat ingin sembuh, Tuhan Yesus pun mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang itu.

Apa yang terjadi? Orang yang sakit kusta itu langsung sembuh! Dia tidak lagi memiliki penyakit kusta, penyakit itu hilang sama sekali. Dia pasti sangat senang dan bersyukur, bukan hanya tubuhnya yang sembuh tetapi hatinya juga bersukacita.

Mengapa Tuhan Yesus mau melakukan itu, karena Tuhan Yesus mengasihi semua orang dan Tuhan Yesus melihat iman orang yang sakit itu.

Kita juga harus memiliki iman kepada Yesus seperti orang yang sakit itu. Tuhan Yesus selalu siap menolong kita yang datang meminta kepadaNya. Sekalipun kita sudah melakukan sesuatu yang salah, jangan ragu untuk datang kepada Tuhan Yesus, Ia tetap mau menolong kita asal kita mau meminta dan mau bertobat dari kesalahan kita.

Alat Peraga

Gambar Peraga

Wayang

cetak gambar pada kertas karton, potong sesuai gambar tempel dengan tusuk sate untuk mainkan wayang atau tempel dengan velcro untuk dipakai pada papan flanel

Aktivitas

Mewarnai

Maze

Menyusun Huruf


Saturday, December 9, 2017

Persiapkan Hatimu Menyambut Tuhan (Markus 1:1-8)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 10 Desember 2017
Tema : “Persiapkan Hatimu Menyambut Tuhan” (Markus 1:1-8)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa hanya hati yang bersih yang bisa menerima kedatangan Tuhan
- Anak-anak mau mengasihi dan saling memaafkan sehingga hatinya bersih dari hal-hal yang buruk

Pokok Renungan

Injil Markus melewatkan kelahiran dan tahun-tahun awal kehidupan Kristus, dalam Injil ini langsung membahas rangkaian peristiwa yang mengawali pelayanan Tuhan Yesus. Pelayanan ini sendiri merupakan apa yang sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya dalam Perjanjian Lama, pelayanan Tuhan Yesus didahului oleh seorang yang diutus untuk mempersiapkan umat Tuhan menyongsong kedatangan-Nya.
Apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Yohanes Pembaptis merupakan apa yang sebelumnya sudah disampaikan oleh nabi-nabi dalam Perjanjian Lama baptisan dan khotbah yang dilakukan olehnya sejalan dengan ayat-ayat Alkitab. (bnd. Maleakhi 3:1, Keluaran 23:30). Pada ayat 3 merupakan kutipan yang nyaris lengkap dari Yesaya 40:3.
Yohanes Pembaptis sendiri tampil layaknya para nabi zaman Perjanjian Lama yang menyampaikan pesan dari Tuhan sendiri kepada umatNya. Namun apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis bukan hanya penggenapan akan apa yang dinubuatkan, lebih dari itu merupakan sebuah kabar gembira tentang anugerah dari Tuhan yang sangat besar melebihi semua janji yang pernah Tuhan sampaikan kepada umatNya, karena Tuhan sendiri yang datang untuk menebus umatNya melalui Yesus Kristus.
Karena itu, Yohanes Pembaptis menekankan pentingnya persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan itu. Dalam seruannya kepada para pendengarnya, Yohanes meminta agar setiap orang mempersiapkan jalan untuk kedatangan Tuhan. Yang dimaksudkannya tentu bukan jalan secara fisik, yang biasa dilewati oleh orang-orang melainkan jalan yang dimaksud adalah hati setiap orang. Hati yang lurus dan bersih yang terbukan menerima Tuhan.
Apa yang ditekankan oleh Yohanes Pembaptis ini merupakan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang mau menyambut dan menerima Tuhan dalam hidupnya, termasuk kita dan anak-anak.
Tuhan akan ada dan tinggal didalam hati yang bersih yang lurus dan mau menyambutnya, sebaliknya, ketika hati dipenuhi oleh hal-hal yang buruk, dengan sendirinya hati itu menolak Tuhan. Karena hati itu akan menolak setiap hal dan pikiran baik.
Menjadi perenungan dan pelajaran penting bagi para pengajar dan anak-anak dari apa yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis ini.
Masing-masing kita, juga anak-anak dapat melihat dirinya sendiri dan mengetahui, apakah saya siap menerima kedatangan Tuhan atau sebaliknya saya menolak kedatangan Tuhan. Hati yang menerima kedatangan Tuhan adalah hati yang bersih dari kemarahan, kebencian, iri dan dengki dan hal-hal buruk lainnya. Sebaliknya hati yang siap menerima Tuhan adalah hati yang mengasihi dan mau memaafkan kesalahan orang lain.


Alat Peraga

Gambar Yohanes Pembaptis



Aktivitas

Mewarnai



Ayat Hafalan:

Markus 1:3
ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya,"

Saturday, August 13, 2016

Siapa Aku (Markus 8 : 27-30)

Bahan Ajar PAR 14 Agustus 2016
Tema : “Siapa Aku” (Markus 8 : 27-30)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Yesus adalah Tuhan
- Anak-anak mengenal Tuhan Yesus secara pribadi


Pokok Renungan

Dalam pengajaran atau perenungan tentang Tuhan Yesus dalam setiap ibadah maupun kepada anak-anak sekolah minggu, seringkali diceritakan tentang mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya, disamping pengajaran-Nya yang selalu menekankan kasih kepada sesama. Memang hal ini secara tidak langsung memberikan gambaran tentang siapa Tuhan Yesus itu, namun juga perlu sebuah kejelasan sikap/pandangan tentang siapa Yesus yang itu bagi setiap orang. Apa makna dari semua hal yang dilakukan-Nya.
Semua hal tentang apa yang dilakukan dan diajarkan oleh Tuhan Yesus sudah tercatan dalam berbagai kitab, terutama keempat injil. Yang menjadi pertanyaan buat setiap orang percaya yang membaca dan merenungkannya adalah apakah berbagai catatan ini hanya sekedar bahan bacaan? Pasti tidak, karena semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah (Yoh. 20:31).
Bacaan kitab hari ini tentang percakapan Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya akan membantu kita merenungkan mujizat yang Tuhan Yesus lakukan serta maksudnya bagi kita.
Mujizat yang dilakukan-Nya membuktikan bahwa Ia adalah Mesias yang benar, Anak Allah, dan Juruselamat dunia. Pekerjaan yang dilakukan-Nya memberikan kesaksian tentang Dia; dan murid-murid-Nya, yang menjadi saksi mata dari pekerjaan-pekerjaan itu, mengakui keyakinan mereka akan hal itu. Pengakuan harusnya menjadi perenungan hati setiap orang percaya.
Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, apa pikiran orang tentang Dia (ayat 27). Walaupun mungkin pendapat orang itu tidak terlalu penting tapi kadang ada baiknya kita mengetahui pendapat orang lain tentang kita, bukan ingin mencari pujian bagi diri kita sendiri, tetapi supaya bisa tahu kesalahan/kekurangan diri sendiri. Kristus bertanya kepada mereka, bukan untuk memperoleh infomasi, tetapi supaya murid-murid memperhatikan pendapat orang mengenai Dia dan menceritakan hal ini satu sama lain.
Yang murid-murid katakan, yaitu yang mereka dengar dari orang-orang nampaknya memberikan penilaian yang tinggi kepada Tuhan Yesus, walaupun pendapat mereka itu belum mendekati kebenaran yang sesungguhnya, mereka telah menjadi yakin oleh karena mujizat-mujizat-Nya bahwa Ia adalah orang yang luar biasa, diutus dari dunia yang tidak kelihatan dengan tugas ilahi.
Bisa saja orang-orang akan mengakui Dia sebagai Mesias jika mereka tidak terpengaruh oleh pendapat ahli Taurat bahwa Mesias haruslah seorang raja duniawi, tampil dalam kebesaran dan kuasa, yang sama sekali berbeda dari diri Kristus. 
Walaupun tidak menganggap Tuhan Yesus sebagai Mesias, namun banyak orang melihat Tuhan Yesus secara baik dan menyetarakannya dengan orang-orang baik yang mereka kenal. Ada yang mengatakan bahwa Dia adalah Yohanes Pembaptis, yang lain pikir Elia, yang lain lagi seorang dari para nabi (ayat 28). Semuanya setuju bahwa Ia seperti inkarnasi dari orang-orang hebat yang telah mati. Semua pendapat itu baik dan jujur, terbukti dari orang-orang yang bersedia mengikuti dan mendengar Dia.
Tetapi bagi para murid, pertanyaan ini haruslah menjadi sangat serius, karena mereka bahkan meninggalkan segalanya, perkerjaan yang menjadi penghidupannya untuk mengikuti Tuhan Yesus. Tetapi apa katamu siapakah Aku ini? Untuk pertanyaan ini mereka telah siap dengan jawabannya, "Engkau adalah Kristus, Mesias yang dijanjikan, dan telah lama dinantikan (ayat 29)."
Jawaban itu merupakan sebuah jawaban pengikut Kristus / orang Kristen sejati, yaitu orang yang sungguh-sungguh percaya dengan tulus hati bahwa Yesus adalah Kristus, dan bertindak sesuai dengan keyakinannya itu. Bahwa Dia memang Kristus dengan jelas tampak dalam pekerjaan-pekerjaan-Nya yang ajaib. Inilah yang mereka ketahui, dan harus diberitakan segera dan dipelihara terus; walaupun sampai saat itu mereka harus merahasiakannya dulu (ayat 30), karena semuanya akan tergenapi oleh pencurahan Roh Kudus.
Penerimaan terhadap Yesus sebagai Mesias, termasuk oleh anak-anak haruslah dimulai dengan dasar yang kuat, yaitu bukti bahwa Ia punya kuasa Allah, yaitu kuasa yang besar yang mampu mengatasi segala hal, penyakit, kekuatan alam, kematian bahkan kuasa untuk mengampuni dosa. Hanya dengan semua hal yang telah dilakukannya itu akan menunjukkan bahwa Ia adalah Allah sendiri, hanya Allah yang mengampuni dosa manusia.


Cerita Kelas Kecil

Selamat pagi adik-adik. Hari ini sebelum kakak bercerita, kakak minta adik-adik yang bercerita dahulu. Adik-adik tolong menceritakan kembali cerita tentang Tuhan Yesus yang pernah adik-adik dengar, apa saja yang Tuhan Yesus pernah buat atau katakan kepada orang lain. Yang mau bercerita silakan berdiri.
(berikan kesempatan kepada masing-masing anak yang mau untuk bercerita, pengajar membantu jika anak-anak masih ragu atau tidak bisa bercerita dengan lancar)
Nah tadi semua sudah dengar teman-teman bercerita tentang apa yang Tuhan Yesus telah lakukan. Ada yang menceritakan tentang kesembuhan bagi orang yang sakit,  juga kebangkitan bagi yang mati, Tuhan Yesus juga mengusir roh jahat, memberi makan banyak orang bahkan Tuhan Yesus juga bisa menyuruh angin dan gelombang supaya tenang.
Adik-adik tahu mengapa semua itu bisa dilakukan? (biarkan anak-anak menjawab) Karena Tuhan Yesus punya kuasa yang sangat besar, lebih dari apapun yang ada di dunia ini.
Tadi adik-adik sudah bercerita jadi sekarang giliran kakak yang bercerita tentang Tuhan Yesus.
Pada suatu hari Tuhan Yesus sedang berjalan bersama murid-murid-Nya ke kampung-kampung di sebuah daerah yang bernama Kaisarea-Filipi. Sambil berjalan, mereka berbincang-bincang dan bercerita satu sama lain. Kemudian Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid, “Kamu pernah dengar, apa yang orang-orang katakan tentang aku?”. Diantara murid-murid ada yang menjawab, “Ada orang yang bilang Yohanis Pembaptis”. Apakah betul? Ya, memang Tuhan Yesus bisa juga seperti Yohanis Pembaptis yang memberitakan firman tentang Kerajaan Surga, tapi tentu bukan hanya itu.
Murid yang lain juga menjawab, “Ada yang bilang Elia”. Apakah seperti Elia? Ya Tuhan Yesus bisa melakukan seperti yang Elia lakukan, bisa membangkitkan orang mati, juga memerintah benda-benda di alam untuk melakukan yang dikehendaki-Nya, tetapi bukan hanya itu saja.
Ada lagi murid yang menjawab, “Ada orang yang bilang Tuhan Yesus pasti salah seorang nabi”. Tentu saja Tuhan Yesus dapat melakukan hal yang dilakukan oleh seorang nabi, Ia bisa menyampaikan firman Tuhan, juga mengetahui apa yang akan terjadi. Tapi tentu lebih dari itu.
Lalu Tuhan Yesus bertanya lagi kepada murid-murid, “Menurut kalian sendiri siapa Aku?”
Murid-murid kaget juga, tadi Tuhan Yesus tanyakan pendapat orang-orang, sekarang pendapat murid-murid.
Kalau Tuhan Yesus bertanya kepada adik-adik, apa yang adik-adik jawab? Menurut adik-adik siapa Yesus itu? (biarkan anak-anak menjawab)
Saat itu seorang murid menjawab, “Engkau adalah Mesias!”. Yaitu Tuhan sendiri yang datang ke dunia. Karena itu, Ia punya kuasa yang besar lebih daripada Yohanis Pembaptis, lebih juga daripada Elia dan nabi-nabi. Dan karena itu kita menyebutnya Tuhan Yesus.


Cerita Kelas Besar

Hari ini kita akan bermain tebak-tebakan tokoh Alkitab. Kakak akan menunjukkan gambar atau membacakan petunjuk/clue dan jika adik-adik tahu silakan menebak walapun belum semua petunjuknya kakak bacakan. Untuk itu silakan adik-adik bagi dalam beberapa kelompok.
(Atur anak-anak dalam beberapa kelompok, masing-masing 2 atau 3 orang)
Clue dan gambar lihat di aktivitas.
Berikan pertanyaan dan gambar secara acak dan bergantian sampai selesai, untuk setiap pertanyaan berikan nilai 2 untuk yang langsung menjawab benar dan nilai 1 untuk jawaban benar bagi pertanyaan yang dijawab salah oleh kelompok lain. Setelah semua selesai, berikan pertanyaan terakhir dengan nilai 5, kemudian baca Alkitab bersama anak-anak.
Kita sudah bermain dan membaca Alkitab bersama, menurut adik-adik mengapa orang-orang menyebut bahwa Tuhan Yesus adalah Yohanis Pembaptis (biarkan anak-anak menjawab), dan mengapa juga Tuhan Yesus disebut Elia atau salah satu dari nabi-nabi? (biarkan anak-anak menjawab)
Karena memang Tuhan Yesus menunjukkan hal baik yang sudah dilakukan oleh orang-orang itu,. Tuhan Yesus mengajarkan tentang firman seperti Yohanis Pembaptis, Tuhan Yesus juga melakukan mujizat seperti Elia, Tuhan Yesus juga tahu tentang nubuat-nubuat seperti para nabi. Tuhan Yesus punya kuasa seperti yang dilakukan oleh orang-orang itu, tetapi sebenarnya lebih dari semua orang itu Tuhan Yesus bahkan berkuasa untuk mengampuni dosa.
Itulah dikatakan oleh Simon Petrus ketika Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
"Engkau adalah Mesias!" yaitu Anak Allah yang hidup yang dijanjikan oleh Tuhan Allah sendiri untuk menebus dosa manusia.
Kalau ditanyakan kepada adik-adik, apa yang adik-adik tahu tentang Tuhan Yesus? Apakan adik-adik pernah rasakan apa yang Tuhan Yesus buat untuk kehidupan adik-adik?


Alat peraga:

Gambar peraga



Aktivitas:

Mewarnai, Tebak Tokoh (Cerita), Dekorasi kertas


Ayat Hafalan:


Saturday, July 9, 2016

Saya Punya Tuhan Yesus (Markus 4:35-41)

Bahan Ajar PAR 10 Juli 2016
Tema : “Saya Punya Tuhan Yesus” (Markus 4:35-41)
Tujuan :
Anak-anak percaya bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai dalam segala keadaan 
Anak-anak mau berdoa dan berserah kepada Tuhan

bahan ajar lengkap gambar peraga, aktivitas dan kunci jawaban download di Bahan Ajar PAR 20 Juli 2016 atau di Scribd

Penjelasan Bahan Alkitab

Bacaan Alkitab hari ini secara ringkas mengisahkan tentang murid-murid yang ketakutan menghadapi badai tapi kemudian menjadi takjub dengan kuasa yang Tuhan Yesus tunjukkan.
Dari bacaan ini dapat dipelajari beberapa hal menarik berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, baik bagi para pengajar maupun bagi anak-anak sekolah minggu, diantaranya:

  • Setiap orang pasti akan berhadapan dengan masalah, dalam kisah ini, murid-murid pun berhadapan dengan masalah (badai) walaupun saat itu mereka bersama dengan Yesus (ay. 37). Tuhan Yesus sendiri berkata sebagai orang Kristen (pengikut Yesus) juga kita akan berhadapan dengan masalah (Yoh. 16:33) sebagaimana para rasul juga berhadapan dengan masalah (bnd. 2 Kor. 11:24-25; Kis. 14:22; 2 Tim. 3:12; 1 Pet. 4:12). Para pengajar juga pasti berhadapan dengan masalah, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan yang dijalani.
  • Masalah memang selalu membuat orang merasa tidak sejahtera, marah, takut, seperti juga murid-murid yang takut tenggelam ketika menghadapi badai. Namun sebagaimana dalam bacaan ini, Yesus mengingatkan bahwa rasa takut itu menunjukkan bahwa murid-murid kurang beriman/percaya (ayat 40).
  • Dengan adanya masalah / badai seharusnya kita dapat belajar untuk semakin beriman kepada Tuhan. Masalah membuat kita dapat melihat dan merasakan bahwa Tuhan adalah kekuatan (bnd. Maz. 46:1-3).
  • Dari setiap masalah juga kita dapat lebih jelas melihat kuasa Tuhan dan belajar untuk lebih memahami Firman Tuhan. Kita bisa belajar bagaimana mencari jawaban atas masalah yang kita hadapi dengan berkaca pada Firman Tuhan; kita juga belajar untuk berdoa dan berharap hanya kepada Tuhan.

Hal yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana reaksi kita terhadap masalah/badai yang datang. Akankah kita berteriak ketakutan atau sebaliknya menenangkan diri dan berdoa kepada Tuhan.
Anak-anak dapat diajarkan untuk selalu ingat bahwa mereka adalah anak-anak kepunyaan Tuhan sehingga kapan dan dimanapun mereka ada dalam lindungan Tuhan. Yang harus mereka lakukan adalah meminta pertolongan pada Tuhan untuk setiap masalah yang mereka hadapi. Dan belajar untuk melihat kuasa dan karunia Tuhan dalam kehidupan mereka setiap hari terutama dalam setiap masalah yang mereka hadapi. 


Cerita Kelas Kecil

Sebelum memulai bercerita, pengajar menyiapkan sebuah gambar/model perahu (membuat perahu kertas) atau mengatur tempat duduk membentuk perahu.
Pada suatu malam ada seorang anak bernama X (nama yang berbeda dari nama anak-anak di kelas) disuruh oleh mamanya mengambil sapu yang berada di luar rumah, tapi X tidak mau karena di luar sudah gelap. Mengapa kalau di luar sudah gelap X menjadi takut? (biarkan anak-anak menjawab) Apakah adik-adik juga takut? Apa saja yang membuat adik-adik takut? Nah supaya tidak takut lagi, mari kita mendengar cerita ini.
(tunjukkan gambar/model perahu) Adik-adik tahu apa ini? Benar, ini adalah perahu. Perahu ini biasanya dipakai dimana? Ya, ditempat berair, bisa di sungai, di danau, di laut, bahkan bisa juga dipakai di kolam yang besar.
Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang sebuah perahu yang sedang dipakai berlayar di sebuah danau. Dalam perahu itu ada Tuhan Yesus dan murid-murid. Setelah semuanya naik, mereka mulai berlayar ke seberang danau.
Ketika perahu mulai berlayar, Tuhan Yesus kemudian pergi ke bagian belakang perahu dan tidur di atas tikar yang ada disitu. Wah, pasti Tuhan Yesus sudah mengantuk ya.
Saat perahu sedang berlayar, tiba-tiba angin yang sangat keras bertiup, ombaknya juga sangat besar sehingga air masuk ke dalam perahu. Murid-murid mulai bingung, mereka biasa berlayar jadi mereka tahu kalau gelombang besar seperti ini mereka bisa tenggelam. Mereka menjadi takut, tapi ketika mereka melihat ke belakang perahu, Tuhan Yesus masih saja tidur. Merekapun membangunkan Tuhan Yesus dan berkata, "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Melihat mereka begitu takut, Tuhan Yesus bangun dan berdiri kemudian berkata kepada danau itu, "Diam! Tenanglah!" maka angin yang bertiup kencang dan danau yang bergelombang itu menjadi tenang. Dan murid-murid..... mereka hanya bisa terheran-heran karena dengan berkata saja Tuhan Yesus dapat menenangkan badai.
Lalu Tuhan Yesus bekata kepada murid-murid, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?". Murid-murid hanya bisa saling memandang, bukankah dari tadi mereka bersama dengan Tuhan Yesus? Seharusnya mereka tidak takut, mereka tinggal minta tolong saja kepada Tuhan Yesus, pasti Tuhan Yesus tolong.
Demikian juga kalau ada yang membuat adik-adik takut juga sedih, adik-adik tinggal meminta dalam doa, pasti adik-adik mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus.


Cerita Kelas Besar

Bagaimana rasanya kalau tidak naik kelas? Apakah menyenangkan? Apakah adik-adik takut kalau tidak naik kelas? Supaya jangan takut adik-adik harus rajin belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru. Selain itu harus apa lagi? Nah cerita kita hari ini akan mengajarkan kita bagaimana supaya jangan takut.
Pada suatu hari Tuhan Yesus bersama murid-murid naik perahu untuk menyeberangi danau. Saat mulai berlayar, Tuhan Yesus memilih untuk tidur di bagian belakang perahu beralaskan tikar. Dan perahu itupun mulai berlayar dengan tenang.
Namun beberapa saat kemudian, secara tiba-tiba bertiup angin yang sangat kencang dan gelombang yang sangat tinggi sehingga air mulai masuk kedalam perahu.
Murid-murid ini sudah biasa berlayar, jadi pasti mereka tahu harus bagaimana mengatasinya. Tapi rupanya kali ini sudah sangat besar dan berbahaya jadi mereka malah menjadi takut dan mereka mulai berpikir bahwa pasti mereka akan mati tenggelam di danau ini.
Ketika mereka melihat ke bagian belakang perahu, ternyata Tuhan Yesus masih tertidur dan sepertinya tidak terpengaruh dengan gelombang yang besar ini, sehingga merekapun membangunkan Tuhan Yesus dan berkata, "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Nampaknya mereka sangat ketakutan, dan ketika melihat itu, Tuhan Yesus bangun dan berseru kepada angin dan danau itu, "Diam! Tenanglah!". Seketika itu juga, angin berhenti bertiup dan gelombang juga menjadi tenang. Semuanya menjadi tenang, termasuk murid-murid. Lalu Tuhan Yesus berbalik kepada murid-murid dan berkata, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?". Mereka hanya bisa diam dan terheran-heran, mereka lupa kalau sebenarnya sejak tadi mereka bersama dengan Tuhan Yesus, seharusnya mereka tinggal meminta kepada-Nya untuk menolong mereka.
Apakah adik-adik juga sering takut mengahadapi sesuatu? Takut tidak berhasil, takut tidak punya teman, takut dibenci orang. Adik-adik tidak perlu takut akan semua itu, yang penting adik-adik sudah melakukan semua hal yang baik dan yang terpenting juga adalah adik-adik punya Tuhan Yesus yang selalu mendengar setiap keluhan dan permohonan adik-adik.


Alat peraga:

Gambar/model perahu
gambar peraga

Aktivitas: 

Mewarnai

Cari perbedaan

Maze kata

Ayat Hafalan: 

Mazmur 23:4a
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku

Saturday, July 2, 2016

Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil (Markus 5:21-43)

Bahan Ajar PAR 03 Juli 2016
Tema : “Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil” (Markus 5:21-43)
Tujuan :
- Anak-anak percaya bahwa tiada yang mustahil bagi Tuhan. 
- Anak-anak belajar untuk berdoa dan berserah kepada Tuhan, juga mendoakan orang lain

bahan ajar lengkap gambar peraga, aktivitas dan kuci jawaban download di Bahan Ajar PAR 03 Juli 2016 atau di Scribd

Penjelasan Bahan Alkitab

Perikop ini merupakan bagian dari rangkaian cerita dalam Injil Markus, mengenai mujizat yang dilakukan oleh Yesus di daerah Galilea dan sekitarnya. Markus 5:21-43 mengisahkan sekaligus dua mujizat dari sekian banyak mujizat yang dilakukan Yesus, walaupun kedua cerita ini berbeda namun saling berkaitan dan berlangsung di tempat yang sama, kedua cerita itu memiliki hubungan yang sangat erat.
Dari alur kedua cerita dalam perikop ini, ada 3 hal yang sama yang dapat diambil:
Yang pertama, sikap rendah hati yang ditunjukkan perempuan yang sakit pendarahan dan Yairus. Keduanya sama-sama berada dalam situasi yang mungkin terendah dalam kehidupan mereka. Yang satu merasa terkucilkan, yang satunya lagi merasa hampir kehilangan anak satu-satunya yang dikasihi. Namun kedua tokoh ini tidak enggan untuk merendahkan diri mereka di hadapan Yesus, terutama Yairus. Yairus, dengan semua jabatan yang dia punya, tidak segan untuk menjatuhkan diri di hadapan Yesus, merendahkan diri dengan sangat untuk memohon belas kasihan Yesus. Yairus secara sadar memohon kepada Yesus untuk menyembuhkan putrinya. Kasihnya kepada putrinya membuta ia rela melakukan apa saja. Demikian juga Bapa di Sorga. Ia begitu mengasihi kita sebagai anak-Nya, sehingga Dia rela memberikan apa saja untuk menyelamatkan kita anak-anak-Nya.
Kedua,Yesus, dalam karya-Nya memperhitungkan segala situasi. Ia tahu bahwa Ia harus menolong putri Yairus namun Ia juga sempat menolong perempuan yang sakit. Ia tahu mana yang baik untuk dilakukan-Nya. Ia tahu bagaimana membuat kita percaya dan tetap beriman kepada-Nya, Ia membisikkan kata lembut di hati kita “jangan takut, percaya saja!”.
Ketiga, beriman itu aktif. Perempuan yang sakit pendarahan dan Yairus aktif mencari Yesus untuk menolong mereka. mereka tidak diam menunggu belas kasih Allah datang menghampiri mereka, tetapi mereka bergerak maju untuk menghampiri belas kasih Allah. Allah telah memberikan anugerah-Nya bagi kita, hanya saja kita tidak mau bergerak, tidak mau bangun dan bangkit untuk menyambutnya. Yesus berkata “talita kum” bukan hanya kepada putri Yairus, tetapi kepada kita, anak-anak-Nya di masa kini. Allah menginginkan kita untuk bangun dari tidur, bangkit dan memberitakan pemerintahan Allah ke seluruh dunia. Yesus, anak-Nya telah bangkit untuk membuka jalan pewartaan kabar sukacita Allah. Sudah saatnya bagi kita untuk mengikuti karya-Nya dulu sehingga semua ciptaan-Nya dapat menyambut anugerah dan pemerintahan-Nya.
Hal penting yang dapat ditekankan kepada anak-anak adalah bagaimana menjadi orang yang percaya kepada Yesus dalam segala hal, anak-anak diajarkan bahwa Tuhan Yesus punya kuasa yang besar untuk mengatasi segalanya, yang perlu mereka lakukan hanya berdoa, meminta dan berserah kepada Tuhan Yesus.


Cerita Kelas Kecil

(berikan kesempatan anak-anak menjawab setiap pertanyaan)
Siapa yang pernah sakit? Kalau adik-adik sakit, apa yang bapa dan mama lakukan? Kalau kaki atau tangan adik-adik luka, apa yang dilakukan bapa atau mama? Kalau lutut adik-adik bengkak karena jatuh, apa yang akan mama atau bapa lakukan? 
Bagaimana kalau sakitnya sudah bapa dan mama obati tapi belum sembuh? Tentu bapa dan mama akan membawa adik-adik ke dokter atau ke rumah sakit, supaya adik-adik bisa cepat sembuh.
Hari ini, kita akan mendengarkan cerita tentang seorang bapak yang bernama Yairus. Bapak Yairus ini mempunyai seorang anak perempuan yang sedang sakit dan sakitnya sudah sangat parah. Orang tuanya sudah berusaha mengobati sakitnya tetapi tidak bisa sembuh juga.
Bapak Yairus pernah mendengar tentang Tuhan Yesus yang biasa menyembuhkan orang-orang, karena itu ia pergi untuk menemui Tuhan Yesus dan meminta untuk menyembuhkan anak perempuannya yang sedang sakit. Mendengar permintaannya, Tuhan Yesus memutuskan untuk pergi bersama bapak Yairus ke rumahnya untuk melihat anaknya yang sakit itu.
Ketika mereka sedang berjalan bersama menuju rumahnya, ada seorang saudara bapak Yairus yang berlari-lari datang menemui mereka, sambil tergopoh-gopoh dia berkata kepada bapak Yairus, “Anakmu sudah mati, tidak usah merepotkan Tuhan Yesus lagi”. Wah kasihan ya anak perempuan itu, kasihan juga bapak Yairus, sudah berusaha mencari Tuhan Yesus, sudah bertemu Tuhan Yesus, padahal tinggal sebentar lagi Tuhan Yesus akan menyembuhkan anaknya. Tapi, Tuhan Yesus berkata, “Jangan takut, percaya saja”.
Ketika tiba di rumah bapak Yairus, banyak orang sudah berkumpul dan mereka semua menangis, tapi Tuhan Yesus juga berkata kepada mereka, “Mengapa kamu menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!", mendengarnya orang-orang itu tertawa karena mereka tidak percaya pada Tuhan Yesus. Kemudian Tuhan Yesus dan beberapa murid bersama bapak Yairus dan ibu masuk ke dalam kamar anak perempuan itu, Tuhan Yesus memegang tangan anak itu dan berkata "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Anak itu langsung bangun dan semua orang menjadi heran, anak yang telah mati itu hidup kembali. Bapak Yairus sangat senang.
Bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin, disaat anak perempuan itu mati dan bapak Yairus merasa tidak ada yang bisa dilakukan lagi, Tuhan Yesus berkata, “Jangan takut, percaya saja”. Demikian juga Tuhan Yesus berkata kepada adik-adik semua supaya jangan takut, percaya saja bahwa Tuhan Yesus ada dan akan menolong adik-adik, yang penting adik-adik minta kepada Tuhan Yesus.


Cerita Kelas Besar

Untuk kelas besar bisa diajak semua anak bermain peran sesuai perikop bacaan ini.
Setelah bermain peran anak-anak diajak berdiskusi atau menjawab pertanyaan tentang peran yang telah mereka mainkan.
Pertanyaan untuk diskusi atau dijawab bersama:



Apa yang sama dari dari perempuan yang menderita pendarahan dan bapak Yairus?


  • Sama-sama berusaha mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus. Yang berbeda adalah ibu yang menderita pendarahan meminta untuk kesembuhan dirinya sedangkan bapak Yairus meminta untuk kesembuhan anaknya. Tuhan Yesus akan mendengar permintaan siapa saja baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Mengapa Tuhan Yesus lebih dahulu menolong perempuan yang menderita pendarahan dan tidak cepat-cepat menuju rumah bapak Yairus?

  • Tuhan Yesus tahu mana yang baik dan harus dilakukan, Tuhan Yesus tahu apa yang akan terjadi. Ketika adik-adik meminta jangan ragu dan berpikir bahwa Tuhan Yesus tidak menjawab, ingat yang Tuhan Yesus katakan, “Jangan takut, percaya saja” Tuhan Yesus tahu apa yang terbaik untuk setiap orang yang meminta kepada-Nya.

Mengapa Tuhan Yesus mau menolong perempuan yang menderita pendarahan dan anak bapak Yairus?

  • Karena mereka mencari dan meminta pertolongan dari Tuhan. Tuhan Yesus mau menolong setiap orang yang susah asal mereka mau datang kepada Tuhan Yesus. Seperti ibu yang sakit itu berusaha mendekati Tuhan Yesus demikian juga bapak Yairus yang berusaha mencari Tuhan Yesus, dan juga mereka percaya bahwa Tuhan Yesus akan menolong.



Alat peraga:

Gambar peraga cerita anak perempuan Yairus

Aktivitas: 

Mewarnai

Maze

Teka teki silang
 
Hiasan dinding


Ayat Hafalan: 

Lukas 1:37
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.