Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it
Showing posts with label Matius. Show all posts
Showing posts with label Matius. Show all posts

Tuesday, March 19, 2024

Orang Kusta Disembuhkan (Matius 8:1-4; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-16)

Bahan Ajar, Alat peraga dan aktivitas untuk cerita Alkitab tentang Tuhan Yesus menyembuhkan Orang Kusta (Matius 8:1-4; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-16)

Bahan Ajar

Pokok Renungan Matius 8:1-4

Bacaan hari ini bercerita tentang seorang penderita kusta yang datang kepada Yesus dengan penuh iman. Perikop ini paralel dengan Markus 1:40-45 dan Lukas 5:12-16, dengan beberapa tambahan, dalam ketiga Injil sama-sama dituliskan bahwa Tuhan Yesus melarang orang itu memberitahukan kepada orang lain tentang mujizat yang dialaminya (ay. 4, bd. Mrk. 1:44, Luk. 5:14), dalam Injil Markus diceritakan bahwa orang yang disembuhkan itu kemudian menyebarkan berita tentang Tuhan Yesus yang membuat semakin banyak orang datang mengikutiNya, lebih lanjut dalam Injil Lukas dituliskan bahwa Tuhan Yesus mengundurkan dari dari banyak orang yang mengikutiNya untuk berdoa. 

Beberapa poin penting dapat menjadi bahan renungan bagi para pengajar dan diajarkan kepada anak-anak.

Yang pertama tentang iman yang ditunjukkan oleh penderita kusta itu. Pada zaman Tuhan Yesus, penderita kusta adalah orang yang ditolak dan dikucilkan oleh masyarakat, bahkan sampai zaman modern ini. Hanya dengan iman yang kuat, orang yang menderita kusta itu datang kepada Tuhan Yesus, ia harus berhadapan dengan pandangan jijik orang lain bahkan mungkin ada yang mengusirnya ketika ia mendekat ke Tuhan Yesus yang sedang diikuti banyak orang. Nampak bahwa imannya mengalahkan semua itu, fokus dari apa yang diimani dan dilakukan adalah bertemu Tuhan Yesus. Iman mengalahkan segala keraguan dan ketakutan.

Yang kedua tentang kasih dan kuasa Tuhan Yesus yang ditunjukkan dengan menjamah serta menyembuhkan orang yang sakit itu. Jamahan Tuhan Yesus kepada orang yang berpenyakit kusta menunjukkan kasih yang besar melebihi segala hukum yang ada, hukum taurat sendiri menyebutkan kusta sebagai sesuatu yang najis karena itu harus dijauhkan dari masyarakat (bd. Im. 13:45-46). Dengan menjamah dan mau memenuhi permintaan orang kusta tersebut, Tuhan Yesus menunjukkan juga bahwa Ia punya kuasa melebihi segalanya, melebihi Hukum Taurat bahkan atas penyakit dan dosa, karena kusta sendiri digambarkan sebagai hukuman atas dosa, sebagaimana yang dialami oleh Miryam (bd. Bil. 12:9-10).

Marilah kita belajar dari iman dan kerendahan hati orang kusta ini, dan memohon kepada Yesus dengan iman yang teguh. Kita juga dapat belajar dari kasih dan kuasa Yesus yang luar biasa, dan meneladani-Nya dalam menunjukkan kasih dan kepedulian kepada sesama.

Cerita untuk Anak

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang apa yang dilakukan Tuhan Yesus bagi orang yang sangat menderita, karena bukan saja badannya yang sakit tetapi ia juga merasa sakit hati.

Cerita ini tentang seseorang yang memiliki penyakit yang sangat ditakuti orang lain, namanya penyakit kusta. Penyakit ini membuat kulitnya gatal dan bersisik, bahkan semakin lama orang yang sakit kusta bisa kehilangan jari-jarinya, tangan bahkan kakinya juga, karena itu orang-orang sangat takut dengan penyakit ini dan orang-orang yang sakit kusta harus tinggal jauh dari orang lain agar tidak menular. Orang-orang juga menjauhi orang kusta karena mereka diaanggap sebagai orang yang berdosa. Jika ia mendekat, orang-orang akan lari meninggalkannya atau mengusirnya dari jauh. Orang yang sakit kusta ini pasti merasa sangat sedih dan kesepian.

Suatu hari, orang yang sakit kusta ini mendengar tentang Tuhan Yesus, seorang guru yang penuh kasih dan memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Dengan penuh harapan, dia nekat pergi menemui Tuhan Yesus, walaupun ia tahu ia mungkin akan diusir oleh orang-orang.

Ketika bertemu Tuhan Yesus, ia berlutut di hadapan Tuhan Yesus dan berkata, "Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkanku."

Tuhan Yesus melihat orang kusta itu sangat beriman karena ia berani menghadapi semua tantangan untuk bertemu Tuhan Yesus. Tahu bahwa orang kusta itu sangat ingin sembuh, Tuhan Yesus pun mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang itu.

Apa yang terjadi? Orang yang sakit kusta itu langsung sembuh! Dia tidak lagi memiliki penyakit kusta, penyakit itu hilang sama sekali. Dia pasti sangat senang dan bersyukur, bukan hanya tubuhnya yang sembuh tetapi hatinya juga bersukacita.

Mengapa Tuhan Yesus mau melakukan itu, karena Tuhan Yesus mengasihi semua orang dan Tuhan Yesus melihat iman orang yang sakit itu.

Kita juga harus memiliki iman kepada Yesus seperti orang yang sakit itu. Tuhan Yesus selalu siap menolong kita yang datang meminta kepadaNya. Sekalipun kita sudah melakukan sesuatu yang salah, jangan ragu untuk datang kepada Tuhan Yesus, Ia tetap mau menolong kita asal kita mau meminta dan mau bertobat dari kesalahan kita.

Alat Peraga

Gambar Peraga

Wayang

cetak gambar pada kertas karton, potong sesuai gambar tempel dengan tusuk sate untuk mainkan wayang atau tempel dengan velcro untuk dipakai pada papan flanel

Aktivitas

Mewarnai

Maze

Menyusun Huruf


Saturday, March 2, 2024

Tuhan Yesus Mengajar dan Menyembuhkan Banyak Orang (Matius 4:23-25)

Bahan Ajar, Gambar peraga dan aktivitas untuk materi pengajaran berdasarkan Matius 4:23-25, "Yesus Mengajar dan Menyembuhkan Banyak Orang"

Bahan Ajar

Pokok Renungan

Bagian bacaan ini menceritakan tentang Tuhan Yesus yang berkeliling Galilea, mengajar di rumah-rumah ibadat, memberitakan Kabar Baik tentang Kerajaan Allah, dan menyembuhkan banyak orang yang sakit. Walaupun hanya terdiri dari tiga ayat namun ada beberapa hal penting yang dapat direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak.

Yang pertama tentang pelayanan firman/pengajaran yang Tuhan Yesus sampaikan, menunjukkan bahwa kebenaran firman itu harus menjadi hal yang utama dari sebuah pelayanan. Tuhan Yesus mengajar bukan karena tidak ada yang mengajar tentang firman tetapi karena firman itu harus tetap diberitakan dan dinyatakan kebenarannya dalam segala keadaan.

Yang kedua tentang kuasa Tuhan Yesus yang tak terbatas. Semua jenis penyakit dan kelemahan yang diderita oleh mereka yang datang disembuhkan oleh Tuhan Yesus (ay 24). Kuasa yang Tuhan Yesus miliki melampaui batas-batas pengetahuan dan kemampuan manusia, sekaligus juga menunjukkan bahwa Ia mengasihi semua orang. Tuhan Yesus menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada semua orang, siapapun dia.

Hal ini mengajarkan kita bahwa:

  • Merupakan tugas kita sebagai orang percaya untuk terus menyampaikan kebenaran firman Tuhan kapan dan di manapun kita berada, sebagaimana yang Tuhan Yesus ajarkan baik itu lewat perkataan maupun perilaku.
  • Iman sebagaimana yang ditunjukkan oleh orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus membawa mereka kepada kesembuhan, iman itu juga yang harusnya menjadi kekuatan kita sebagai orang percaya.
  • Kasih dan pelayanan yang tulus yang Tuhan Yesus tunjukkan juga merupakan teladan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Kita wajib melakukan kasih dan kepedulian sebagaimana yang Tuhan Yesus lakukan tanpa kecuali.

Cerita untuk Anak

Apakah adik-adik pernah sakit? Pasti tidak menyenangkan ya, badan menjadi lemas dan tidak bisa bermain. Cerita minggu ini tentang orang-orang yang sakit.
Dulu waktu bangsa Isarel masih dijajah oleh orang Romawi, hidup mereka sangat susah, makan dan minum juga susah dan banyak yang menderita sakit. Ada yang demam, sakit perut, sakit kulitnya, ada juga yang lumpuh dan buta bahkan ada yang diganggu roh jahat.
Tetapi, ada kabar baik! Ada seorang yang bisa menyembuhkan semua penyakit mereka. Dia adalah Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus biasa pergi ke banyak tempat, Ia mengajar di rumah-rumah ibadat dan menceritakan tentang Kerajaan Allah yang penuh sukacita. Jika ia bertemu dengan orang yang sakit maka Ia akan segera menjamahnya sehingga menyembuhkan orang yang sakit itu.
Bagaimana bisa ya? Ternyata Tuhan Yesus memiliki kuasa yang sangat besar melampaui semua kuasa yang ada. Ia bukan hanya bisa menyembuhkan sakit yang biasa saja tetapi Ia juga menyembuhkan orang yang lumpuh, buta, ataupun tuli. Setiap orang yang percaya dan datang meminta kesembuhan kepada Tuhan Yesus akan disembuhkan. Ada juga orang-orang yang sehat membawa saudara atau temannya kepada Tuhan Yesus untuk disembuhkan. Mereka juga mengikuti Tuhan Yesus untuk mendengar apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Banyak orang menjadi senang dan mau menjadi sahabat Tuhan Yesus.
Bagaimana dengan adik-adik? Apakah adik-adik mau menjadi sahabat Tuhan Yesus?
Jika adik-adik mau menjadi sahabat Tuhan Yesus adik-adik bisa menunjukkan kasih dan perhatian kepada orang lain yang sakit atau membutuhkan pertolongan. Adik-adik juga bisa berdoa kepada Tuhan Yesus untuk memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit. Dan jangan lupa juga adik-adik selalu setia mendengar dan membaca firman Tuhan.

Gambar Peraga

Alat Peraga Wayang untuk kelas Kecil

Aktivitas Kelas Balita, Anak: Mewarnai


Aktivitas Kelas Pratama, Tanggung: Maze




Saturday, May 12, 2018

Tuhan Memperhatikan (Matius 15:29-39)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 13 Mei 2018
Tema : “Tuhan Memperhatikan” (Matius 15:29-39)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan memperhatikan setiap orang yang setia kepadaNya
- Anak-anak tahu bahwa ada banyak berkat Tuhan dalam hidup ini yang tidak kita sadari
 - Anak-anak mau bersyukur atas semua berkat Tuhan termasuk berkat yang tidak mereka sadari / minta
 

Pokok Renungan

Cerita Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang yang sudah diceritakan sebelumnya adalah peristiwa yang berbeda dari cerita Tuhan Yesus memberi makan 4000 orang. Cerita kali ini terjadi setelah Tuhan Yesus kembali dari daerah Tirus dan Sidon.
Saat itu, Tuhan Yesus sedang melayani orang banyak yang datang berbondong-bondong membawa orang-orang yang sakit untuk disembuhkan oleh Tuhan Yesus, mereka dengan penuh iman dan pengharapan menantikan jamahan Tuhan Yesus atas diri mereka sakit agar menjadi sembuh.
Setelah tiga hari mereka berbondong-bondong datang kepada Tuhan Yesus dan setia menunggu pertolongan darinya, mungkin apa yang menjadi bekal makanan yang mereka sediakan dari rumah mereka masing-masing sudah habis, dan mereka mungkin tidak tahu lagi harus makan apa tetapi mereka memilih untuk menunggu jamahan Tuhan.  Melihat hal itu, dari bacaan kita bahwa Tuhan Yesus begitu peduli kepada orang banyak ini, hatiNya tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu, walaupun mereka tidak meminta makan kepada Tuhan Yesus tapi Ia tahu yang dibutuhkan oleh orang banyak saat itu adalah makanan, karena itu Ia memanggil murid-murid untuk menyampaikan maksud hatiNya memberi makan orang banyak itu.
Walaupun belum terlalalu lama berselang dari kejadian Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang, namun murid-murid masih belum percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus, ini terlihat dari jawaban / pertanyaan mereka kepada Tuhan Yesus, bahwa tidak mungkin mendapatkan makanan untuk orang sebanyak itu di tempat itu. Padahal jika kita melihat kejadian sebelumnya, yaitu saat Tuhan Yesus berada di daerah Tirus dan Sidon, ada seorang perempuan Kanaan yang begitu beriman kepada Tuhan Yesus sehingga anaknya disembuhkan, dan hal itu disaksikan juga oleh murid-murid, tetapi itu belum membuat mereka cukup beriman untuk menyerahkan segala persoalan mereka kepada Tuhan Yesus.
Dan sekali lagi Tuhan Yesus menunjukkan kepada mereka apa yang bisa dilakukanNya. Persis seperti mujizat 5 roti dan 2 ikan, kali ini juga Tuhan Yesus menyuruh orang banyak untuk duduk di tanah agar dapat dibagikan makanan secara teratur.
Dengan 7 potong roti dan beberapa ikan kecil, Tuhan Yesus memberi makan 4000 orang laki-laki ditambah beberapa ribu orang perempuan dan anak-anak, yang kemudian menyisakan 7 bakul sisa potongan roti.
Dari cerita ini kita dapat belajar dan juga ajarkan kepada anak-anak tentang perhatian Tuhan Yesus yang begitu besar kepada manusia. Tuhan Yesus tahu bahwa orang-orang itu datang kepadaNya untuk mendapatkan kesembuhan, tapi Ia tahu juga bahwa tubuh mereka butuh hal yang lain. Orang banyak itu sangat setia menantikan pertolongan dari Tuhan tetapi mereka mungkin lupa atau tidak memperhitungkan kalau mereka juga butuh makan untuk kekuatan tubuh mereka. Tuhan memperhatikan bukan hanya apa yang diminta oleh mereka tetapi lebih dari itu apa yang dibutuhkan mereka walaupun tidak mereka minta.
Demikian juga setiap orang percaya yang mau setia dan berharap hanya kepada Tuhan, Ia punya berbagai cara untuk memenuhi apa yang kita inginkan tetapi lebih dari itu, Tuhan juga memenuhi apa yang menjadi kebutuhan kita, bahkan yang tidak kita pikirkan.
Ada banyak harapan dan keinginan yang kita juga anak-anak ucapkan dalam doa-doa kita, untuk itu tetaplah setia menantikan jawaban dari Tuhan, tetapi cobalah kita perhatikan juga ada banyak hal yang tidak pernah kita minta tetapi Tuhan penuhi melalui berkat-berkat baik secara langsung maupun tidak langsung melalui orang tua, saudara maupun teman, dan sepatutnya kita mengucap syukur untuk hal-hal tersebut karena kita percaya Tuhan memang setia memperhatikan kita dalam segala keadaan.


Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai

Menempel


Teka-teki Silang

Ayat Hafalan

Matius 10:29-31
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Sunday, March 18, 2018

Anugerah yang tak terhingga (Lukas 5:27-32)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 18 Maret 2018
Tema : “Anugerah yang tak terhingga” (Lukas 5:27-32)
Tujuan :
- Anak-anak mengerti bahwa panggilan Tuhan merupakan anugerah bagi kita
- Anak-anak mau mendengar panggilan Tuhan untuk beribadah maupun melayani


Pokok Renungan

Dalam karya pelayanan Tuhan Yesus sangat banyak mujizat yang dilakukanNya, baik itu kesembuhan, kelepasan dari roh jahat bahkan kebangkitan dari kematian. Itu semua dapat dipandang sebagai anugerah yang sangat besar bagi orang-orang yang menerimanya, karena mereka yang menerimanya tidak perlu membayar apapun kepada Tuhan Yesus untuk semua itu. Demikianlah apa yang disebut anugerah yaitu sesuatu yang diterima dengan gratis sebagai pemberian dari Tuhan.
Namun pemahaman tentang anugerah tidak terbatas pada apa yang diterima secara fisik saja, tetapi harus dipahami lebih dari itu, ketika Tuhan Yesus, dari kekudusanNya, mau turun melawat manusia berdosa itu adalah anugerah yang tak terhingga dan terhitung harganya yang pernah diberikan Allah kepada manusia berdosa. Demikian juga ketika Tuhan mau memanggil orang berdosa untuk datang kepadaNya untuk beribadah maupun melayani pekerjaan Tuhan. Seperti bacaan kita hari ini tentang bagaimana Lewi (Matius) dipanggil untuk mengikuti Tuhan Yesus.
Dalam pandangan orang-orang zaman Tuhan Yesus, bagi orang-orang Yahudi pekerjaan pemungut cukai adalah pekerjaan yang kotor dan disamakan dengan orang berdosa, karena mereka bekerja untuk menguntungkan bangsa penjajah, bangsa Romawi, dan biasanya para pemungut cukai juga melakukan pemerasan, penipuan dan berbagai cara yang kotor untuk memperoleh keuntungan lebih untuk memperkaya diri sendiri. Walaupun di lain pihak, di mata pemerintah Romawi saat itu, pekerjaan itu membawa status yang lebih terhormat dari sekedar orang-orang jajahan yang lain. Pekerjaan sebagai pemungut cukai membuat Lewi punya kedudukan juga keadaan ekonomi yang lebih baik, mungkin ia merupakan salah satu dari sedikit orang Yahudi yang kaya saat itu.
Ketika TUhan Yesus lewat di depannya dan memanggilnya, tentu membuat Lewi terkejut dan heran, dan mendengar ajakan Tuhan Yesus bisa jadi merupakan sebuah hal yang mengganggu Lewi saat itu. Siapa Tuhan Yesus? Mungkin Lewi pernah mendengar desas-desus tentang Tuhan Yesus yang bisa melakukan mujizat, tetapi apa yang Lewi lihat saat itu bukankah teman-temanNya juga murid-murid yang mengikutinya adalah orang-orang kelas bawah, para nelayan, Tuhan Yesus juga bukan orang kaya, Ia hanya anak seorang tukang kayu. Dan yang lebih menganggu perasaan lewi saat itu mungkin jika ia bersedia mengikuti Tuhan Yesus, ada begitu banyak konsekuensi yang harus dihadapi. Ia harus kehilangan pekerjaan yang membuat ia kaya dan menopang kehidupan dan gaya hidupnya, mungkin juga ia akan dimusuhi oleh orang Romawi karena meninggalkan tugas/tanggung jawabnya yang akan mendatangkan kerugian bagi bangsa Romawi.
Namun seperti yang tertulis dalam Alkitab, tanpa bertanya, Lewi meninggalkan apa yang sedang dikerjakannya dan pergi mengikuti Tuhan Yesus (ay. 28). Kemudian Lewi  juga mengadakan perjamuan / pesta di rumahnya untuk Tuhan Yesus yang dihadiri juga oleh para pemungut cukai seperti dia dan banyak orang berdosa (ay. 29 bd. Mat. 9:10)
Apa yang dapat kita pelajari dari sikap Lewi ini adalah bagaimana ia bersedia menyambut anugerah Tuhan tanpa walaupun itu berati mengorbankan kenyamanannya. Bagi Lewi kehilangan kekayaan, kedudukan dan kenikmatan hidup tidak sebanding dengan kehilangan anugerah dari Tuhan, karena itu pilihan yang tepat adalah menyambut panggilan Tuhan yang adalah anugerah.
Menjadi renungan bagi kita sebagai pengajar juga anak-anak, panggilan dari Tuhan seringkali menghampiri kita tanpa kita cari, mungkin lewat ajakan untuk beribadah atau ajakan untuk melayani, tetapi seberapa besar kita sadar bahwa itu adalah anugerah dari Tuhan? Kalau kesibukan kita masih lebih penting, mungkin kita akan dengan mudah mengabaikannya tanpa kita sadari kita telah menolak anugerah Tuhan.
Ajarkan kepada anak-anak bahwa setiap panggilan / ajakan untuk datang dan dekat dengan Tuhan adalah sebuah anugerah, sambutlah setiap panggilan yang disampaikan kepada kita karena sungguh sebuah kehormatan bagi kita jika Tuhan berkenan memanggil kita yang berdosa dan tidak layak untuk datang mendekat padaNya.


Ayat Hafalan

Lukas 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.

Alat Peraga

Gambar Peraga


Aktivitas

Mewarnai

Saturday, February 10, 2018

Godaan dari Si Jahat (Matius 4:1-11)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 11 Februari 2018
Tema : “Godaan dari Si Jahat” (Matius 4:1-11)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa kita akan selalu digoda untuk berbuat jahat dan jauh dari Tuhan
- Anak-anak mau setia belajar Firman Tuhan sebagai kekuatan dalam menghadapi godaan
 

Pokok Renungan

Kitab Matius menceritakan setelah Tuhan Yesus dibaptis oleh Yohanes, Ia dibawa ke padang gurun. Yesus dengan sengaja dibawa oleh Roh untuk dicobai oleh Iblis. Banyak tafsiran menerangkan bahwa disini kemanusiaan Yesus yang dicobai, hanya sebagai manusia Yesus bisa dicobai, karena Tuhan tidak bisa dicobai oleh Iblis (iblis = penghujat). Dalam kesempatan ini juga Yesus menghadapi pencobaan itu secara manusia, tidak ada kekuatan khusus diluar kemampuan manusia yang dipakai untuk melawan pencobaan Iblis.
Secara ringkas kita membaca, Yesus diperhadapkan dengan tiga cobaan/godaan dari Iblis.

  • Yang pertama Iblis berkata: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti." Sebagai Tuhan (Anak Allah), Yesus bisa melakukannya tetapi karena sebagai Anak Allah juga Ia tidak perlu roti untuk hidup, tapi Yesus menunjukkan bahwa memang manusia perlu makan dan tidak mampu merubah batu menjadi roti tetapi tidak juga perlu melakukannya apalagi sampai meminta bantuan dari Iblis untuk melakukannya. Manusia hidup dari Tuhan, dari makanan jasmani berupa makanan dan minuman sehari-hari diberikan Tuhan juga dari makanan rohani berupa Firman dari Tuhan (bd Ulangan 8:3).
  • Godaan yang kedua Iblis berkata: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu." (bnd. Mazmur 91:11-12). Disini juga sekali lagi Yesus menunjukkan bahwa sebagai Tuhan Ia bisa melakukannya tetapi sebagai manusia tidak bisa dan tidak perlu melakukan itu, kalaupun Allah menjanjikan perlindungan, tidak berarti kita harus coba-coba apakan janji perlindungan itu benar adanya. Sebagai manusia jangan mencobai Tuhan.
  • Pencobaan yang ketiga Iblis  berkata: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Semua kekayaan, kekuasaan dan kejayaan di bumi akan diberikan jika menyembah Iblis. Tuhan tidak mungkin menyembah Iblis tetapi manusia mungkin saja melakukannya, apalagi kalau janji imbalannya setimpal, yaitu kekayaan dan kejayaan, sepertinya sangat menarik. Tapi Yesus memberikan jawaban yang tepat sebagai manusia, bahwa apapun alasannya tidak perlu dan tidak harus manusia menyembah Iblis, karena hanya Allah yang boleh disembah oleh segenap alam, Dialah pencipta dan penguasa segala sesuatu termasuk semua yang dijanjikan oleh Iblis itu.

Dari pencobaan yang dilakukan Iblis dan dijawab secara manusiawi oleh Yesus ini dengan jelas mengajarkan kepada bahwa sebenarnya sebagai manusia kita bisa melawan setiap godaan dan cobaan yang dilakukan Iblis. Tiga pencobaan itu sebenarnya gambaran dari berbagai macam pencobaan yang selalu dihadapi oleh manusia sepanjang masa.
Pencobaan pertama menggugah keinginan manusia akan makanan, akan apa yang memang dibutuhkannya. Pencobaan seperti itu selalu ada dalam kehidupan manusia sampai saat ini, kebutuhan dan keinginan akan makanan dan kebutuhan pokok lainnya membuat orang menjauh dari Allah (bd. Ulangan 8:3; Keluaran 16).
Pencobaan kedua menggugah keraguan manusia akan kuasa dan keberadaan Allah. Seringkali manusia yang sudah mengenal Allah masih ragu dengan pemeliharaan dari Allah sehingga suka menuntut bahkan mencobai Allah untuk memuaskan keinginannya sendiri. Bahkan seringkali kita tergoda untuk berpikir bahwa segala sesuatu tentang hidupmu akan dipenuhi oleh Allah jadi tidak perlu melakukan apa-apa tinggal minta saja kepada Allah. (bd. Ulangan 6:16; Keluaran 17:1-7). Padahal Allah memberikan kemampuan fisik maupun pikiran untuk manusia melakukan dan memutuskan suatu hal. Tidak perlu menguji kemampuan Allah apakah Ia mampu atau tidak menolong kita, perbuatlah apa yang menjadi bagian dan usaha kita dan biarkan Allah bekerja dengan caraNya menolong kita.
Pencobaan yang ketiga menggugah keinginan manusia untuk berpaling dari Allah dengan janji akan kekuasaan dan kemakmuran duniawi (bd. Ulangan 6:10-15; Kel 23:23-33).
Hal yang dapat dipelajari dan diajarkan kepada anak-anak adalah sebagai manusia kita harus percaya bahwa kita bisa melawan setiap godaan Iblis yang ingin menjerat dan menjatuhkan kita dan untuk itu hal yang penting yang harus kita miliki adalah firman Tuhan, sebagaimana Tuhan Yesus menunjukkan bahwa setiap godaan Iblis itu dapat dikalahkan dengan pemahaman yang benar akan apa yang tertulis dalam Firman Tuhan. Untuk itu, hal penting supaya jangan terjerat oleh godaan adalah belajarlah firman Tuhan setiap saat sehingga ketika Iblis menggoda kita dengan berbagai cara kita tahu apa jawaban yang tepat sesuai firman Tuhan.


Ayat Hafalan:

Yakobus 1:14
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Alat peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai

Menulis deskripsi singkat
Tulislah godaan yang menyebabkan anak-anak yang melakukan perbuatan yang buruk pada gambar  ini:

Mengarang cerita bergambar


Saturday, January 27, 2018

Bertobat (Matius 3:1-12)

Bahan Ajar PAR Sekolah Minggu 28 Januari 2018
Tema : “Bertobat” (Matius 3:1-12)
Tujuan :
- Anak-anak tahu semua orang harus bertobat untuk menerima Tuhan dalam diri mereka
- Anak-anak mau bertobat dari kesalahan yang mereka lakukan dan mau berjanji untuk selalu melakukan yang baik
 

Pokok Renungan

Cerita yang sama tentang Yohanes Pembaptis ini dapat kita baca dalam Injil Lukas 3:1-20, Markus 1:1-8 dan Yohanes 1:19-28. Yohanes tampil mengawali pelayanan Tuhan Yesus sebagai pembuka jalan bagi orang-orang agar menerima Kristus sang Mesias. Ia menyerukan perlunya ‘bertobat’ (ayat 2) sebagai sikap mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Dan ini adalah hal terpenting dari kehidupan Kristen / orang yang menerima Kristus dalam kehidupannya.
Makna dari bertobat adalah "berbalik". Yaitu berbalik dari cara hidup yang jahat kepada cara hidup yang baik sesuai ajaran Kristus, dan pertobatan itu haruslah dalam Kristus (bnd. Yoh 14:1,6; Kis 8:22; 26:18; 1Pet 2:25). Pertobatan itu berarti memberikan diri berada dalam penguasaan Kristus (bnd. Kis 26:18). Pertobatan adalah pintu masuk menuju persekutuan dengan Kristus, tanpa pertobatan akan sia-sia mendengar semua ajaran yang Tuhan Yesus sampaikan.
Jika menyimak pesan yang disampaikan oleh para nabi dalam Alkitab, pertobatan merupakan pesan terpenting dan terutama yang disampaikan. Kita dapat membacanya dalam Perjanjian Lama (misalnya dalam Yer 7:3; Yeh 18:30; Yoel 2:12-14; Mal 3:7), maupun dalam dalam Perjanjian Baru Yohanes Pembaptis (Mat 3:2), Yesus Kristus (Mat 4:17; 18:3; Luk 5:32) dan orang-orang Kristen (Kis 2:38; 8:22; 11:18; 2Pet 3:9).

Sebagai bandingannya dalam ayat 7 diceritakan apa yang disampaikan oleh Yohanes kepada orang Farisi dan Saduki. Kedua kelompok utama dalam agama Yahudi ini mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap Taurat namun sama-sama tunduk pada hukum Taurat. Hal yang membuat kedua golongan ini ditentang oleh Yohanes juga Tuhan Yesus adalah sikap mereka yang tidak sungguh-sungguh dari hati untuk taat kepada hukum-hukum Tuhan. Ketaatan mereka hanyalah ketaatan diluar saja, agar dilihat oleh orang, tanpa ada juga keinginan untuk mengakui dan bertobat dari kesalahan yang mereka lakukan, bahkan Hukum Taurat sering mereka pakai untuk menekan orang lain (bnd. Mat 23:25; 9:14; 23:2-4; Luk 18:9-14). Saat berhadapan dengan Tuhan Yesus juga kedua kelompok ini bersikap menentang (bnd. Mat 16:1-4).
Pertobatan seperti yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis dan juga oleh semua nabi bahkan oleh Tuhan Yesus yang dapat kita baca dalam Alkitab pada akhirnya harus menghasilkan sebuah perubahan dalam diri maupun bagi orang lain. Dalam ayat 8-12 Yohanes Pembaptis menyerukan bahwa pertobatan haruslah mengahasilkan buah yang sesuai, yaitu sesuatu yang mendatangkan kebaikan sesuai dengan firman Tuhan.
Ada dua hal pokok yang dapat dipelajari dan diajarkan dari apa yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis ini. Hal yang pertama yaitu harus ada pertobatan jika kita benar mau menerima Kristus dalam hidup kita, pertobatan itu mutlak diperlukan karena tidak seorangpun yang tidak berdosa. Apakah boleh berbuat dosa lagi kalau sudah menerima Kristus? Tentu tidak, pilihannya hanya menerima Kristus atau tetap berbuat dosa, jika menerima Kristus berarti tidak lagi berbuat dosa, kalau masih berbuat dosa berarti tidak menerima Kristus, tidak boleh dan tidak mungkin menjadi hamba kepada dua tuan (bnd. Lukas 16:13).
Dan hal yang kedua adalah harus ada buah dari pertobatan itu, harus ada yang dihasilkan dari sebuah pertobatan. Pertobatan bukan hanya sekedar dikatakan tetapi harus dilakukan dalam sikap dan perbuatan yang benar. Orang yang bertobat adalah orang yang menghasilkan buah kebaikan, yang pikiran, perkataan dan perbuatannya adalah yang berkenan kepada Tuhan, bukan memikirkan yang jahat, berkata yang jahat apalagi berbuat yang jahat. Ajak anak-anak untuk menyebutkan contoh kehidupan sehari-hari sebagai buah dari pertobatan itu.


Ayat Hafalan:

Lukas 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.".


Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai