Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it
Showing posts with label Simon Petrus. Show all posts
Showing posts with label Simon Petrus. Show all posts

Wednesday, August 29, 2018

Murid-murid Yang Pertama (Lukas 5:1-11)

Gambar Peraga dan Aktivitas untuk materi tentang Murid-murid Yang Pertama (Lukas 5:1-11)

Gambar Peraga




Aktivitas

Mewarnai


Mencari perbedaan


Memasang huruf


Teka-teki silang

Saturday, August 25, 2018

Saling Mendoakan (Kisah Rasul 4:23-37)

Bahan Ajar Sekolah MInggu 26 Agustus 2018
Tema: “Saling Mendoakan” (Kisah Rasul 4:23-37)
Tujuan:
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan meminta kita untuk saling menolong dan mendoakan
- Anak-anak belajar bahwa dengan selalu dekat kepada Tuhan kita dimampukan melakukan hal-hal yang berkenan kepadaNya


Pokok Renungan

Setelah Petrus dan Yohanes di lepaskan dari pemeriksaan oleh para pemuka agama dan Ahli Taurat, mereka kembali mendapati saudara-saudara seiman, dan menceritakan kepada mereka apa yang terjadi. Hal ini menimbulkan rasa kuatir karena mungkin saja dikemudian hari Petrus dan Yohanes akan ditangkap dan diadili lagi juga besar kemungkinan setiap orang percaya akan diperlakukan demikian. Karena itu mereka kemudian bersekutu bersama dan memanjatkan doa kepada Tuhan atas segala hal yang menimpa diri mereka dan memohon kekuatan dari Tuhan agar mereka berani memberitakan firmanNya. Tuhan menjawab doa dan permohonan mereka dengan mengaruniakan Roh Kudus untuk memampukan mereka bersaksi.
Penyertaan Roh Kudus dalam diri mereka masing-masing juga kemudian memampukan mereka untuk saling mendukung baik dalam doa-doa mereka maupun dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini diwujudkan dalam cara hidup jemaat yang saling menopang kehidupan dan keadaan satu dengan yang lain dengan apa yang mereka miliki. Semua yang dimiliki oleh masing-masing orang diberikan untuk dapat digunakan bersama-sama sehingga tidak ada yang berkekurangan.
Dalam bacaan diceritakan Yusuf yang oleh para rasul disebut Barnabas bahkan menjual ladang miliknya kemudian menyerahkan uang hasil penjualan itu kepada para rasul untuk dapat dipergunakan bersama sesuai keperluan masing-masing.
Kekuatan yang mempersatukan mereka untuk saling mendoakan dan saling berbagi adalah Roh Kudus yang dikaruniakan kepada mereka yang mengaku percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Di tengah ancaman atas keselamatan jiwa mereka sebagai orang percaya, mereka diperhadapkan pada pilihan untuk menyangkal iman mereka kepada Tuhan Yesus atau dimusuhi bahkan dikejar-kejar untuk ditangkap dan dihukum. Tanpa kekuatan dari Roh Kudus mereka sudah pasti memilih untuk menyelematkan diri mereka dengan cara menyangkal iman dan percaya kepada Tuhan Yesus.
Kekuatan itu juga yang kemudian membuat semakin banyak orang menjadi percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus.
Keadaan yang dialami oleh jemaat mula-mula mungkin tidak pernah kita dengar atau lihat di saat ini, walaupun kenyataannya di beberapa tempat masih terjadi juga tekanan seperti yang dialami oleh jemaat mula-mula. Namun tekanan dalam bentuk yang lain sebenarnya sedang terjadi dan dialami oleh kita sebagai orang percaya di waktu ini. Ada begitu banyak godaan maupun tekanan yang secara langsung maupun tidak langsung membuat iman dan percaya kita menjadi goyah dan memperhadapkan kita pada pilihan percaya kepada Tuhan dan dianggap bodoh atau sebaliknya menyangkali iman dan percaya kita sehingga dianggap pintar atau cocok dengan kehidupan modern saat ini. Disamping kepercayaan lain yang berusaha membuat kita mempertanyakan kembali iman dan percaya kita kepada Tuhan Yesus.
Satu-satunya yang bisa membuat kita mampu bertahan bahkan mampu menyaksikan tentang Tuhan Yesus adalah kekuatan dari Roh Kudus yang dikaruniakan Tuhan kepada kita dan itu semua dapat bertumbuh dan hidup jika kita berada dalam persekutuan yang benar untuk saling mendukung dan saling mendoakan satu dengan yang lain.
Yang menarik yang perlu kita renungkan dan dapat kita ajarkan kepada anak-anak dari bacaan kita hari ini adalah apakah kita sudah menjadi orang-orang percaya yang membangun persekutuan untuk saling mendoakan dan mendukung dalam berbagai hal? Ajak anak-anak untuk saling mendoakan dan saling menopang satu sama lain dan selalu bersekutu kepada Tuhan karena hanya dengan dekat kepada Tuhan kita akan selalu dituntun oleh Roh Kudus agar mampu saling mendukung dan mendoakan. MInta anak-anak untuk mulai mendoakan teman, saudara dan orang tua mereka.


Ayat Hafalan

Efesus 4:2
Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.


Alat Peraga

Gambar Peraga


Aktivitas

Lembaran doa
Potong dan bagikan lembaran doa kepada masing-masing anak untuk dituliskan beban doanya kemudian tukarkan dengan temannya untuk didoakan


Saturday, August 18, 2018

Roh Kudus Memampukan (Kisah Rasul 4:1-22)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 19 Agustus 2018
Tema: “Roh Kudus Memampukan” (Kisah Rasul 4:1-22)
Tujuan:
- Anak-anak tahu bahwa Roh Kudus bekerja dalam diri setiap orang percaya
- Anak-anak belajar bahwa karena Roh Kudus kita dimampukan untuk menyaksikan nama Tuhan Yesus 


Pokok Renungan

Bacaan hari ini merupakan kelanjutan kisah minggu lalu tentang Petrus dan Yohanes yang menyembuhkan orang lumpuh dengan kuasa dan nama Tuhan Yesus.
Mendengar tentang mujizat kesembuhan juga khotbah Petrus dan Yohanes tentang Tuhan Yesus, membuat mereka yang memusuhi Tuhan Yesus menjadi marah. Mereka adalah imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki dan mereka datang untuk menangkap Petrus dan Yohanes (ayat 1-3).
Sementara di lain pihak, reaksi orang banyak justru sebaliknya. Mereka bersukacita dan memuji Tuhan karena mereka telah menyaksikan mujizat dan mendengar Petrus berkhotbah membagikan Kabar Baik dalam kuasa Roh Kudus, mereka mendengar bahwa jika mereka bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya kepada Tuhan Yesus maka mereka dapat diselamatkan. Hal ini terlihat dari bertambahnya orang percaya menjadi 5000 orang dari semula 3000 pada peristiwa Pentakosta (Kisah Rasul 2:41).
Walaupun sudah begitu banyak orang yang percaya kepada Tuhan Yesus tetapi tidak membuat para musuh berubah pikiran, sebaliknya mereka semakin membenci para pengikut Tuhan Yesus. Karena itu merekapun menyidangkan Petrus dan Yohanes karena mengabarkan tentang Tuhan Yesus dan melakukan mujizat dalam nama Tuhan Yesus. Mereka mengancam Petrus dan Yohanes bukan atas sebuah kejahatan tetapi atas kebaikan yang telah mereka lakukan.
Ketaatan dan keteguhan hati Petrus dan Yohanes untuk memberitakan Kabar Baik tentang Tuhan Yesus menyebabkan mereka dibenci bahkan ditangkap, tetapi Roh Kudus menguatkan mereka untuk menghadapinya sehingga ketika mereka dihadapkan kepada sidang mereka tetap dengan tegas dan yakin menyatakan iman dan percaya kepada Tuhan Yesus.
Dengan keberanian sendiri Petrus tidak dapat menjawab para pemimpin agama dengan tegas tetapi ia mampu karena ia dipenuhi oleh Roh Kudus. Membaca bagian injil kita tahu bahwa beberapa waktu sebelum peristiwa ini ketika ia sendiri menyaksikan Tuhan Yesus diadili oleh para pemimpin agama yang membenciNya, Petrus adalah orang yang dengan tegas menyangkal Tuhan Yesus ketika ditanyai apakah ia mengenal Tuhan Yesus dan apakah ia muridNya. Jelas, tanpa Roh Kudus, Petrus masih takut seperti saat itu.
Sebagai orang percaya kita juga akan menghadapi kesulitan untuk menaati perintah Tuhan juga menyaksikan tentang Tuhan Yesus kepada orang lain. Tetapi kita, seperti Petrus, dikarunia Roh Kudus yang hidup di dalam hati kita dan Dia akan memberi kita kekuatan dan keberanian untuk taat bahkan di masa-masa sulit dan dalam tekanan (bd. 1 Petrus 4: 12-16, Markus 13:11, Lukas 12:11-12).
Jawaban Petrus (ayat 8-12) sebenarnya memberikan penjelasan yang cukup kepada para pemimpin agama bahwa apa yang baik yang dilakukannya dengan Yohanes tentu berasal dari apa yang baik juga, nama yang mereka saksikan yaitu Nama Yesus tentunya juga adalah nama yang benar dan berkenan kepada Allah sehingga dengan nama itu orang yang lumpuh dapat disembuhkan.
Dari bacaan kita minggu lalu dan minggu ini, ada hal penting yang perlu kita ingat dan penting untuk diajarkan kepada anak-anak, bahwa adalah wajib bagi kita sebagai orang percaya untuk menyaksikan nama Tuhan Yesus kepada orang lain, ini adalah kabar kesukaan yang seharusnya kita bagikan juga kepada setiap orang agar tahu, percaya dan mendapat keselamatan juga seperti kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi kita tidak akan mampu melakukannya jika itu mengandalkan kemapuan kita sendiri, kita hanya akan dimampukan jika kita membiarkan Roh Kudus mendiami hati kita. 
Bagaimana Roh Kudus bisa tinggal dalam hati kita, tentunya jika kita mau selalu dekat kepada Tuhan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, tidak memikirkan dan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan dan selalu memuji dan memuliakan nama Tuhan.


Ayat Hafalan

2Petrus 1:21
sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai
Teka-teki silang

Saturday, August 11, 2018

Nama Tuhan Yesus (Kisah Rasul 3:1-10)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 12 Agustus 2018
Tema: “Nama Tuhan Yesus” (Kisah Rasul 3:1-10)
Tujuan:
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan Yesus lebih daripada apa pun yang dunia tawarkan.
- Anak-anak belajar bahwa kita harus selalu siap untuk memberi tahu orang lain tentang Tuhan Yesus

Pokok Renungan

Kisah Para Rasul 3 dimulai dengan cerita seorang lumpuh yang sedang duduk di depan gerbang Bait Allah untuk mengemis. Orang itu adalah seorang yang lumpuh sejak lahir, yang mungkin dulunya pernah berharap untuk bisa berjalan, namun semakin lama ia sadar bahwa ia tidak bisa berjalan. Yang bisa dilakukannya hanyalah mengemis, bahkan untuk pergi mengemis pun ia harus diantar oleh orang lain.
Ketika Petrus dan Yohanes yang saat itu pergi sembahyang di Bait Allah melihat orang itu, mereka merasa perlu untuk memberikan sesuatu yang lebih berharga dari emas dan perak kepadanya. Tempat itu tentunya dipenuhi oleh orang dari berbagai kalangan yang juga bermaksud datang sembahyang di Bait Allah. Bagi Petrus dan Yohanes, ini merupakan kesempatan yang baik untuk berbagi dengan orang banyak, menyaksikan tentang Tuhan Yesus, kepada orang lumpuh itu juga kepada orang banyak di situ. 
Hal ini sebenarnya beresiko untuk kedua murid Tuhan Yesus, di tempat itu sangat mungkin ada juga imam-imam dan ahli-ahli Taurat yang sangat membenci Tuhan Yesus, dan tentunya mereka juga akan membenci orang-orang yang berani menyaksikan tentang Tuhan Yesus. Tetapi itu tidak membuat Petrus dan Yohanes menjadi gentar dan mengurungkan niat mereka untuk bersaksi.
Petrus dan Yohanes mendekati orang lumpuh itu dan langsung disambut olehnya dengan meminta uang. Penampilan Petrus dan Yohanes pastilah seperti rakyat biasanya, mereka tidak tampak seperti orang kaya, dan orang lumpuh yang melihat mereka demikian, tidak berharap akan mendapatkan banyak dari mereka.
Petrus menjawab orang itu tentang keberadaan dirinya dan Yohanes yang tidak punya sesuatu yang berharga seperti yang diinginkan oleh pengemis itu, tetapi ia menjanjikan sesuatu yang lebih berharga daripada apa yang diinginkan oleh orang itu, sesuatu yang bahkan tidak terpikirkan oleh orang itu.
Petrus memberikan orang itu kesembuhan, ia bisa berjalan. Apa yang diterimanya mungkin bukan apa yang diharapkannya atau diimpikannya lagi mengingat ia sudah terbiasa dan menerima keadaannya yang lumpuh sebagai bagian dari hidupnya. Tapi Petrus memberikan kepadanya apa yang melampaui mimpinya itu untuk itu Petrus menyatakan kepadanya tentang Tuhan Yesus, yang dalam namaNya ada kuasa untuk menyembuhkan. Hal itu langsung dialami dan dirasakan oleh orang lumpuh itu sehingga ia tentunya merasa heran dan sangat bersyukur dan ia meresponnya dengan memuji Tuhan yang punya kuasa kesembuhan.
Mujizat yang dilakukan Petrus dalam nama Tuhan Yesus ini adalah suatu permulaan yang penting karena peristiwa ini menunjukkan bagaimana Kuasa Roh Kudus melanjutkan pekerjaan Allah melalui murid-muridNya, gereja dan umatNya. Ini mau menunjukkan bahwa Petrus yang beriman kepada Tuhan Yesus, dikarunia Roh Kudus untuk menyaksikan kuasa dan nama Allah. Dan itu juga menegaskan bahwa semua orang percaya juga diberi kuasa untuk menyaksikan nama Tuhan Yesus.
Seperti Petrus, kita sebagai orang percaya juga diberi tanggung jawab untuk menyatakan kuasa dalam nama Tuhan Yesus, karena itu kita harus selalu siap untuk membantu mereka yang membutuhkan, dan adalah penting bahwa kita mengajarkan tentang Tuhan Yesus, yang merupakan sumber segala berkat dan penyembuhan yang sesungguhnya.
Kita mungkin diberikan berkat kekayaan, kemampuan fisik, materi, bahkan karunia untuk mendoakan dan menyembuhkan orang tetapi semua itu bukan karena kita bisa tetapi karena Tuhan yang memberi, karena itu wajib bagi kita menyaksikan tentang Tuhan Yesus yang memberi semua itu, sehingga nama Tuhan Yesus yang dimuliakan.
Dari bacaan ini kita belajar dan perlu kita ajarkan kepada anak-anak bagaimana kita harus selalu siap membagikan apa yang kita ketahui tentang Yesus kepada orang lain, di setiap saat dan kesempatan, melalui perkataan juga perbuatan yang baik kepada semua orang.

Ayat Hafalan

Filipi 2:10
Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi

Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai


Sunday, October 23, 2016

Kuasa Doa (Kisah Para Rasul 12:1-19)

Bahan Ajar PAR 23 Oktober 2016
Tema : “Kuasa Doa” (Kisah Para Rasul 12:1-19)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa doa yang benar sangat besar kuasanya
- Anak-anak mau berdoa dan berserah kepada Tuhan dan menyerahkan hidupnya dalam rancangan Tuhan

Pokok Renungan

Bacaan hari ini memuat kisah tentang 2 orang murid Tuhan Yesus, Yakobus dan Petrus. Bagian awal (ayat 1-2) menyinggung secara ringkas tentang bagaimana Yakobus mati, sedangkan sisanya, mulai ayat 3 menceritakan tentang Petrus.
Dalam cerita ini, apa yang dialami oleh kedua murid Tuhan Yesus ini bertolak belakang, yang satu mati sementara yang satu lolos dari kematian.
Walapun secara singkat diceritakan tentang mengapa dan bagaimana Yakobus dibunuh, kita dapat melihat bahwa kematiannya adalah sebagai martir dimana ia mati karena nama Yesus. Nampak bahwa Herodes memang menyuruh membunuh Yakobus karena ia memberitakan Firman Tuhan.
Mungkin yang akan menjadi pertanyaan, mengapa Yakobus mati sedangkan Petrus lolos dari kematian, apakah karena Petrus didoakan sedangkan Yakobus tidak?
Tentu saja semua rasul selalu berdoa dan didoakan oleh para jemaat waktu itu bahkan jemaat mula-mula senantiasa berdoa bersama (bnd. Kis 1:14; 2:42; 4:24-31).
Apakah ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak adil?
Tentu saja tidak. Dari semua rasul, selain Yudas Iskariot, hanya Yakobus yang kematiannya tercatat dalam Alkitab, dan ini dapat dipahami sebagai sebuah kehormatan baginya sebagai martir pertama dari antara para murid Tuhan Yesus. Ini tentu adalah bagian dari rencana dan kehendak Tuhan bagi dirinya (bnd. Mrk. 10:35-41). Sementara Petrus, Tuhan punya rencana lain untuknya. 
Cerita tentang lolosnya Petrus dari penjara juga menampilkan sebuah kisah supranatural, diluar pemikiran para jemaat yang setia mendoakan Petrus. Tentunya mereka berdoa mengharapkan agar Petrus dibebaskan namun mereka tentu tidak pernah memikirkan cara Petrus lolos dengan diselamatkan oleh malaikat.
Bahkan dalam pikiran mereka, mungkin Petrus akan mati (bnd. ayat 15), tapi mereka tetap setia mendoakannya. 
Cara Tuhan meloloskan Petrus dari penjara juga mengajarkan kepada jemaat bahwa Tuhan punya berbagai cara, bahkan yang ajaib sekalipun, untuk menolong umatNya sehingga tidak ada satupun rencana Tuhan yang bisa digagalkan oleh manusia bahkan oleh orang paling berkuasa sekalipun.
Hal penting dan menarik yang dapat dipelajari dan diajarkan dari kisah ini adalah:

  • Berdoa merupakan bagian dari kehidupan umat Allah. Jemaat mula-mula menunjukkan betapa pentingnya berdoa dalam segala keadaan, baik dalam penganiayaan dan penderitaan maupun dalam sukacita.
  • Tuhan berhak menentukan apa yang terjadi pada diri kita, karena itu berserahlah kepada rancangan Tuhan dalam setiap doa dan pengharapan. Tuhan akan menjawab sesuai rencanaNya dalam hidup kita. Sebagaimana jemaat mula-mula menyerahkan sepenuhnya kepada rancangan Tuhan apapun yang akan dialami oleh Petrus.
  • Tuhan punya kuasa jauh diatas apa yang bisa kita pikirkan, karena itu berdoa dan mintalah kepadaNya serta yakinlah bahwa Tuhan mampu melakukan apapun dalam hidup kita tapi tentu Ia akan menjawab sesuai dengan rencanaNya dalam hidup kita.



Cerita Kelas kecil



Cerita Kelas Besar



Alat peraga

Gambar peraga

Aktivitas

Mewarnai

Menulis Doa

Teka-teki silang

Ayat Hafalan

Yakobus 5 : 16b
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Friday, October 7, 2016

Saya Bisa Melayani (Kisah Para Rasul 9:32-43)

Bahan Ajar PAR 09 Oktober 2016
Tema : “Saya Bisa Melayani” (Kisah Para Rasul 9:32-43)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan memberikan semua orang kemampuan untuk melayani
- Anak-anak mau melayani Tuhan dengan kemampuan yang Tuhan berikan.


Pokok Renungan

Bacaan Alkitab hari ini berkisah seputar masa awal perkembangan Kristen, dimana melalui pelayanan yang dijalankan oleh para rasul dalam tuntunan Roh Kudus, menghasilkan banyak orang menjadi percaya dan menjadi pengikut Kristus.
Dalam tanggung jawabnya, sebagaimana yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus (bnd. Mat. 28:16-20), Petrus mengunjungi jemaat-jemaat yang sudah ada dan memberitakan injil kepada mereka yang belum percaya, termasuk mengujungi Lida, dimana di tempat itu sudah ada pengikut Kristus, walaupun mungkin belum banyak. Di tempat itu Petrus menunjukkan kuasa Allah melalui kesembuhan Eneas yang sudah tidak bisa bangun karena sakit selama 8 tahun, dan karena mujizat itu, semua penduduk di Lida juga Saron menjadi percaya dan mengikut Tuhan.
Kemampuan yang Tuhan berikan kepada Petrus, dipakainya untuk memberitakan injil dan mengenalkan Kristus kepada orang banyak. Disini kita perhatikan bahwa petrus tetap berpusat pada Kristus sebagai sumber segala kemampuan itu (ayat 34).
Hal yang sama juga dilakukan Petrus di  Yope.  Yope adalah sebuah kota di tepi laut, sekitar sepuluh mil (16 Km) sebelah barat laut Lida.
Yang menarik adalah, di kota ini ada seorang perempuan bernama Tabita yang digambarkan sebagai seorang yang baik hati, ia juga seorang murid Tuhan, sangat disayangi oleh orang-orang Kristen.
Karena sangat baik dan disayangi oleh banyak orang, ketika ia mati, banyak orang merasa sedih dan merasa kehilangan bahkan nampak bahwa mereka berharap ia dapat hidup kembali. Ini ditunjukkan dengan upaya mereka memanggil Petrus yang saat itu ada di Lida.
Apa yang dilakukan oleh Tabita ini dengan kemampuannya sebagai seorang pembuatan pakaian (ayat 39) terutama perhatiannya yang besar kepada para janda, yang merupakan orang-orang susah, merupakan sebuah bentuk pelayanan sebagaimana yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya.
Kebaikan Tabita yang diceritakan dalam bacaan ini menunjukkan kepada kita bahwa ada banyak cara untuk melayani dan menyampaikan kasih Tuhan kepada sesama, tidak hanya dengan berkhotbah seperti yang dilakukan Petrus dan rasul-rasul saja tetapi ketika kita mau memanfaatkan kemampuan kita untuk kebaikan bagi orang lain, itu merupakan bentuk pelayanan juga sebagai wujud pemberitaan firman Tuhan melalui perbuatan kita sebagai pengikut Kristus.
Tapi satu hal yang patut diwaspadai juga bahwa pelayanan yang kita lakukan dengan kemampuan kita dapat membuat kita lupa diri bahkan sombong dan merasa mampu melakukan sendiri tanpa Tuhan. Untuk itu sebagaimana yang Petrus lakukan, semua yang kita lakukan juga harus atas dasar kepercayaan dan iman kepada Yesus Kristus, serahkan semua pelayanan kita hanya kepada Tuhan Yesus.
Kepada anak-anak dapat diajarkan bahwa yang Tuhan harapkan dari anak-anak adalah sebagaimana Tabita dengan kemampuannya melayani orang-orang yang membutuhkan, anak-anak juga diminta untuk melakukan kebaikan kepada orang lain dan melayani Tuhan dengan kemampuan yang mereka miliki.
Dan ajar juga anak-anak untuk selalu melakukannya dengan tetap bersandar dan berpusat pada Tuhan Yesus. Karena sebagaimana Allah bekerja melalui Petrus untuk mengadakan kesembuhan dan membangkitkan orang mati, Dia juga bekerja melalui Dorkas dengan perbuatan-perbuatan kebaikan hati dan kasih, dan Dia juga akan berkerja melalui anak-anak dengan segala kemampuan yang mereka miliki. 


Cerita Kelas Kecil


Cerita Kelas Besar



Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai

Sunday, October 2, 2016

Kepercayaan yang Benar (Kisah Para Rasul 8:4-25)

Bahan Ajar PAR 02 Oktober 2016
Tema : “Kepercayaan yang Benar” (Kisah Para Rasul 8:4-25)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa karunia keselamatan adalah anugerah Tuhan
- Anak-anak tahu bahwa anugerah bukan sesuatu yang bisa dibeli atau harus dibayar
- Anak-anak mau mengikut Tuhan karena mereka mengasihi Tuhan

Pokok Renungan
Bacaan hari ini terbagi dalam 2 perikop, yang pertama menceritakan tentang pertobatan yang dialami oleh seorang penyihir bernama Simon dan pada perikop kedua berisi teguran Petrus kepada Simon si Penyihir.
Kisah ini sendiri tidak semata-mata bercerita tentang Simon si Penyihir, lebih luas diceritakan tentang pertobatan dan baptisan yang diterima oleh orang-orang Samaria setelah diinjili oleh Filipus. Orang-orang Samaria sendiri memilih untuk bertobat setelah mendengar pemberitaan tentang Mesias yang disertai dengan tanda-tanda kuasa yang ditunjukkan oleh Filipus (ayat 4-8).
Adapun Simon si Penyihir sendiri kemudian memilih untuk menerima baptisan dan mengikuti Filipus karena ia merasa Filipus lebih hebat dari dirinya yang selama ini dianggap hebat dan puja oleh orang-orang Samaria (ayat 9-11). Nampak bahwa ia merasa kalah dibanding Filipus karenanya ia bermaksud mengikuti Filipus sehingga ia bisa mempelajari kuasa/kehebatan yang ditunjukkan oleh Filipus.
Pertobatan dan baptisan yang diterima Simon si Penyihir ini hanyalah sebuah cara untuk mendapatkan sesuatu yang lebih menarik dari pada apa yang sudah didapatkannya selama ini, sementara kesadaran untuk mengikut Tuhan Yesus sebagai Mesias belum ada dalam dirinya. Bahkan nampaknya orang Samaria yang bertobat saat itu juga belum menerima Tuhan Yesus dalam diri mereka secara utuh, sebab belum ada Roh Kudus yang berdiam dan bekerja dalam diri mereka sebagai orang percaya.
Karena itu Petrus dan Yohanes kemudian memutuskan untuk mendatangi orang-orang Samaria itu dan memohon kepada Tuhan agar atas diri orang-orang yang telah bertobat itu dicurahkan Roh Kudus (ayat 14-15).
Pencurahan Roh Kudus yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes itu mendapat perhatian dari Simon si Penyihir. Baginya mungkin ini kunci dari ilmu yang ingin ia pelajari ketika memutuskan mengikuti Filipus. Dan karena dalam dirinya juga belum ada Roh Kudus yang bekerja untuk menyadarkan atas dosa dan kesalahannya, nampaknya ia bahkan berpikir bahwa pertobatan dan baptisan yang diterimanya hanyalah sebuah cara atau persayaratan yang sama seperti cara-cara duniawi lainnya untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Mungkin sebelumnya ia pernah mengikuti berbagai ritual untuk mendapatkan atau mempelajari ilmu sihir yang ia miliki dan saat ini ia menganggap baptisan yang diterima sama seperti itu. Dan dengan cara duniawi pula ia mencoba untuk memperoleh kuasa yang sama seperti yang dimiliki oleh para rasul, yaitu dengan cara membeli.
Namun teguran Petrus yang keras (ayat 20-23) memberikan penegasan yang penting bagi Simon si Penyihir, orang-orang Samaria bahkan kita saat ini bahwa kuasa Allah tidak dapat dibeli, baik dengan uang maupun kemampuan yang kita miliki, dan juga kuasa dari Allah bukan untuk kepentingan atau kebangggan pribadi, apa yang Allah berikan semata-mata untuk kemuliaan namaNya, bukan untuk keuntungan pribadi.
Kepada anak-anak dapat kita ajarkan 2 hal tentang sikap yang benar sebagai pengikut Tuhan Yesus.
Yang pertama, kepercayaan kepada Tuhan Yesus bukanlah suatu jimat atau mantra yang bisa menghasilkan segala seuatu yang kita inginkan, jangan bersikap seperti Simon si Penyihir yang berharap dengan percaya dan dibaptis akan mendapat kuasa yang besar untuk melakukan sihirnya demi kebanggan dan keuntungan pribadinya. Anak-anak jangan berharap menjadi pintar dengan menjadi pengikut Tuhan Yesus tanpa mau belajar.
Yang kedua, bahwa apapun yang kita lakukan atau berikan untuk pekerjaan Tuhan, semata-mata untuk memuliakan nama Tuhan dan jangan lakukan untuk kemuliaan atau keuntungan diri kita sendiri. Berkat dan karunia dari Tuhan adalah pemberian Tuhan semata dan bukan hasil dari upaya kita karena itu jangan berpikir untuk membayar atau membeli berkat atau karunia Tuhan. Kita memberikan persembahan baik materi maupun diri kita sebagai respon atas kasih dan kemurahan yang Tuhan sudah anugerahkan kepada kita bukan untuk membayar atau membeli kasih dan karunia Tuhan.


Cerita Kelas Kecil



Cerita Kelas Besar



Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Maze

Cari Kata

Ayat Hafalan

Efesus 2:8-9
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.