Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it
Showing posts with label Mujizat. Show all posts
Showing posts with label Mujizat. Show all posts

Tuesday, March 19, 2024

Orang Kusta Disembuhkan (Matius 8:1-4; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-16)

Bahan Ajar, Alat peraga dan aktivitas untuk cerita Alkitab tentang Tuhan Yesus menyembuhkan Orang Kusta (Matius 8:1-4; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-16)

Bahan Ajar

Pokok Renungan Matius 8:1-4

Bacaan hari ini bercerita tentang seorang penderita kusta yang datang kepada Yesus dengan penuh iman. Perikop ini paralel dengan Markus 1:40-45 dan Lukas 5:12-16, dengan beberapa tambahan, dalam ketiga Injil sama-sama dituliskan bahwa Tuhan Yesus melarang orang itu memberitahukan kepada orang lain tentang mujizat yang dialaminya (ay. 4, bd. Mrk. 1:44, Luk. 5:14), dalam Injil Markus diceritakan bahwa orang yang disembuhkan itu kemudian menyebarkan berita tentang Tuhan Yesus yang membuat semakin banyak orang datang mengikutiNya, lebih lanjut dalam Injil Lukas dituliskan bahwa Tuhan Yesus mengundurkan dari dari banyak orang yang mengikutiNya untuk berdoa. 

Beberapa poin penting dapat menjadi bahan renungan bagi para pengajar dan diajarkan kepada anak-anak.

Yang pertama tentang iman yang ditunjukkan oleh penderita kusta itu. Pada zaman Tuhan Yesus, penderita kusta adalah orang yang ditolak dan dikucilkan oleh masyarakat, bahkan sampai zaman modern ini. Hanya dengan iman yang kuat, orang yang menderita kusta itu datang kepada Tuhan Yesus, ia harus berhadapan dengan pandangan jijik orang lain bahkan mungkin ada yang mengusirnya ketika ia mendekat ke Tuhan Yesus yang sedang diikuti banyak orang. Nampak bahwa imannya mengalahkan semua itu, fokus dari apa yang diimani dan dilakukan adalah bertemu Tuhan Yesus. Iman mengalahkan segala keraguan dan ketakutan.

Yang kedua tentang kasih dan kuasa Tuhan Yesus yang ditunjukkan dengan menjamah serta menyembuhkan orang yang sakit itu. Jamahan Tuhan Yesus kepada orang yang berpenyakit kusta menunjukkan kasih yang besar melebihi segala hukum yang ada, hukum taurat sendiri menyebutkan kusta sebagai sesuatu yang najis karena itu harus dijauhkan dari masyarakat (bd. Im. 13:45-46). Dengan menjamah dan mau memenuhi permintaan orang kusta tersebut, Tuhan Yesus menunjukkan juga bahwa Ia punya kuasa melebihi segalanya, melebihi Hukum Taurat bahkan atas penyakit dan dosa, karena kusta sendiri digambarkan sebagai hukuman atas dosa, sebagaimana yang dialami oleh Miryam (bd. Bil. 12:9-10).

Marilah kita belajar dari iman dan kerendahan hati orang kusta ini, dan memohon kepada Yesus dengan iman yang teguh. Kita juga dapat belajar dari kasih dan kuasa Yesus yang luar biasa, dan meneladani-Nya dalam menunjukkan kasih dan kepedulian kepada sesama.

Cerita untuk Anak

Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang apa yang dilakukan Tuhan Yesus bagi orang yang sangat menderita, karena bukan saja badannya yang sakit tetapi ia juga merasa sakit hati.

Cerita ini tentang seseorang yang memiliki penyakit yang sangat ditakuti orang lain, namanya penyakit kusta. Penyakit ini membuat kulitnya gatal dan bersisik, bahkan semakin lama orang yang sakit kusta bisa kehilangan jari-jarinya, tangan bahkan kakinya juga, karena itu orang-orang sangat takut dengan penyakit ini dan orang-orang yang sakit kusta harus tinggal jauh dari orang lain agar tidak menular. Orang-orang juga menjauhi orang kusta karena mereka diaanggap sebagai orang yang berdosa. Jika ia mendekat, orang-orang akan lari meninggalkannya atau mengusirnya dari jauh. Orang yang sakit kusta ini pasti merasa sangat sedih dan kesepian.

Suatu hari, orang yang sakit kusta ini mendengar tentang Tuhan Yesus, seorang guru yang penuh kasih dan memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Dengan penuh harapan, dia nekat pergi menemui Tuhan Yesus, walaupun ia tahu ia mungkin akan diusir oleh orang-orang.

Ketika bertemu Tuhan Yesus, ia berlutut di hadapan Tuhan Yesus dan berkata, "Tuhan, jika Engkau mau, Engkau dapat menyembuhkanku."

Tuhan Yesus melihat orang kusta itu sangat beriman karena ia berani menghadapi semua tantangan untuk bertemu Tuhan Yesus. Tahu bahwa orang kusta itu sangat ingin sembuh, Tuhan Yesus pun mengulurkan tangan-Nya dan menyentuh orang itu.

Apa yang terjadi? Orang yang sakit kusta itu langsung sembuh! Dia tidak lagi memiliki penyakit kusta, penyakit itu hilang sama sekali. Dia pasti sangat senang dan bersyukur, bukan hanya tubuhnya yang sembuh tetapi hatinya juga bersukacita.

Mengapa Tuhan Yesus mau melakukan itu, karena Tuhan Yesus mengasihi semua orang dan Tuhan Yesus melihat iman orang yang sakit itu.

Kita juga harus memiliki iman kepada Yesus seperti orang yang sakit itu. Tuhan Yesus selalu siap menolong kita yang datang meminta kepadaNya. Sekalipun kita sudah melakukan sesuatu yang salah, jangan ragu untuk datang kepada Tuhan Yesus, Ia tetap mau menolong kita asal kita mau meminta dan mau bertobat dari kesalahan kita.

Alat Peraga

Gambar Peraga

Wayang

cetak gambar pada kertas karton, potong sesuai gambar tempel dengan tusuk sate untuk mainkan wayang atau tempel dengan velcro untuk dipakai pada papan flanel

Aktivitas

Mewarnai

Maze

Menyusun Huruf


Tuesday, March 12, 2024

Lazarus dibangkitkan (Yohanes 11:1-44)

Bahan Ajar, gambar peraga dan aktivitas untuk cerita Alkitab tentang Lazarus dibangkitkan oleh Tuhan Yesus (Yohanes 11:1-44)

Pokok Renungan

Cerita Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus hanya terdapat dalam Injil Yohanes dan tidak ada referensi lain tentang Lazarus pada Injil yang lain, sebaliknya cerita tentang Tuhan Yesus membangkitkan anak Yairus dan pemuda di Nain tidak ditulis dalam Injil Yohanes. Memang keempat Injil tidak selalu memuat atau berisi referensi kepada Injil yang lain dengan demikian keempat Injil saling melengkapi.
Kebangkitan Lazarus merupakan salah satu kejadian penting dalam karya Tuhan Yesus yang juga menjadi salah satu alasan bagi para imam besar bersepakat membunuh Tuhan Yesus (bd. Yoh. 11:53).
Dari kisah yang ditulis cukup detail oleh penginjil ada beberapa hal yang mungkin perlu pendalaman lebih lanjut tetapi setidaknya secara garis besar beberapa hal dapat direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak.
  • Yang pertama tentang persahabatan dan kasih yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus. Bacaan kita menjukkan bahwa Tuhan Yesus mengenal dekat keluarga ini, Injil Lukas menceritakan bahwa Tuhan Yesus pernah berkunjung ke rumah Maria dan Marta (bd. Luk. 10:38-42) dan dalam bacaan hari ini juga menunjukkan hubungan yang dekat ketika kedua perempuan meminta orang mengabari Tuhan Yesus tentang Lazarus yang sedang sakit (ay. 3), selanjutnya ditegaskan juga bahwa Tuhan Yesus mengasihi keluarga ini (ay. 5).
Tuhan Yesus berada di tempat yang jauh mungkin butuh waktu beberapa hari perjalanan dari tempatNya berada ke Betania, tapi Ia datang juga. Walaupun menjadi pertanyaan mengapa tidak bergegas pergi saat menerima berita tentang Lazarus yang sakit tetapi bacaan kita menjelaskan alasan Tuhan Yesus menunda karena Ia ingin menyatakan kuasa kemuliaanNya kepada banyak orang.
Tuhan Yesus datang ke Betania untuk membangkitkan Lazarus karena Dia mengasihi Marta, Maria, dan Lazarus. Ketika bertemu Maria dan Marta, Yesus menunjukkan empati dan kasih-Nya dengan menangisi Lazarus bersama mereka.
  • Yang kedua tentang kuasa Tuhan Yesus yang sangat besar bahkan atas kematian. Kuasa yang ditunjukkan ini merupakan tanda bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan. Ia memberikan harapan kepada orang percaya bahwa ada kebangkitan pada akhir zaman. Ini juga mengingatkan orang percaya akan kehidupan yang fana di dunia ini bahwa semua akan mati pada suatu saat, sebaliknya ada kehidupan kekal yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus di mana tidak ada kematian selamanya.

Cerita Anak

Cerita hari ini tentang seorang sahabat Tuhan Yesus bernama Lazarus yang sakit parah. Ia tinggal di sebuah kampung bernama Betania. Saudara perempuan Lazarus, Marta dan Maria, sangat sedih dan meminta orang memberitahukan kepada Tuhan Yesus untuk menolong saudara mereka.
Tuhan Yesus sedang melayani di tempat yang jauh dan butuh beberapa hari untuk sampai ke Betania, tetapi Tuhan Yesus tidak datang segera. Ia menunggu dua hari sebelum pergi. Saat Tuhan Yesus tiba di Betania, Lazarus sudah mati selama empat hari.
Tuhan Yesus melihat Marta dan Maria sangat sedih. Mereka menangis dan berkata, "Tuhan, seandainya Engkau ada di sini, Lazarus tidak akan mati." Tuhan Yesus pun menangis bersama mereka. Ia merasakan kesedihan mereka dan ingin membantu mereka.
Kemudian Tuhan Yesus pergi ke kuburan Lazarus. Kuburan itu berbentuk sebuah gua yang ditutup dengan batu yang besar. Tuhan Yesus menyuruh orang-orang membuka pintu kubur itu kemudian berseru dengan suara keras, "Lazarus, keluarlah!" Dan Lazarus keluar dari kuburan, hidup kembali!
Orang-orang yang melihat itu sangat heran. Mereka kagum melihat Tuhan Yesus dapat membangkitkan orang mati. Maria dan Marta sangat bersukacita karena saudara mereka hidup kembali. Sebelumnya mereka agak menyesal karena Tuhan Yesus datang setelah saudara mati tetapi sekarang mereka mengerti bahwa Tuhan Yesus punya maksud yang lebih besar untuk hidup mereka dan orang banyak.
Mereka melihat mujizat Tuhan karena mereka meminta pertolongan dari Tuhan, demikian juga adik-adik bisa mendapatkan pertolongan dari Tuhan kalau adik-adik memintanya dalam doa kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan melakukan kehendakNya dalam hidup adik-adik.
Tuhan Yesus adalah sahabat yang baik. Dia selalu memperhatikan adik-adik, bahkan saat sedih dan putus asa. Ia mempunyai kuasa yang sangat besar bahkan Ia berkuasa atas kematian.

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai


Teka-teki silang


Maze

Cari Kata




Tuesday, March 5, 2024

Perkawinan di Kana (Yohanes 2:1-11)


Bahan Ajar, Gambar peraga dan aktivitas untuk cerita Alkitab 
Yohanes 2:1-11, 'Perkawinan di Kana'

Bahan Ajar

Pokok Renungan

Kisah Alkitab ini sudah sangat populer bahkan bagian ayatnya biasa dipakai untuk menggambarkan tentang berkat Tuhan atas pernikahan. Dari kisah ini sangat banyak hal yang dapat dipelajari dan sudah dikupas berulang kali, tetapi tetap menarik untuk direnungkan tentang apa dan bagaimana karya Tuhan Yesus dalam peristiwa mujizat ini.

Beberapa hal yang menjadi pokok renungan dan dapat diajarkan kepada anak-anak adalah:

Yang pertama tentang kepedulian dan kemurahan hati yang ditunjukkan Tuhan Yesus, ketika Ia mau terlibat dalam menyelesaikan kesulitan yang dialami oleh orang. KehadiranNya dalam pesta itu merupakan bentuk kepedulianNya dan juga penghormatanNya kepada yang mengadakan pesta, Tuhan Yesus juga turut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh mereka yang menikah. Penting bagi kita dan ajarkan juga kepada anak-anak untuk merasa bahagia atas kebahagiaan orang lain, jangan sebaliknya susah atau sedih melihat orang bahagia, dan selalu mengucap syukur atas sebuah kebahagiaan.

Yang kedua tentang apa yang ditunjukkan Tuhan Yesus melalui mujizat itu, dalam ayat 11 menjelaskan bahwa dengan itu Tuhan Yesus menunjukkan kemuliaanNya, menyatakan bahwa Ia punya kuasa yang besar karena Ia adalah Tuhan. Hal ini mendorong para muridnya dan orang-orang yang mengetahui kejadian itu untuk percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Demikian juga kita diajak untuk menaruh iman dan percaya kita kepada Tuhan yang punya kuasa melampaui semua kuasa yang ada.

Yang ketiga tentang kepercayaan dan kepatuhan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Maria dan juga pelayan-pelayan, Maria tidak tahu apa yang akan dilakukan Tuhan Yesus tetapi ia percaya apapun yang dilakukan pasti baik, demikian juga pelayan yang melakukan perintah Tuhan Yesus tanpa bertanya. Kita juga diajarkan untuk menaruh percaya mutlak kepada Tuhan Yesus, minta dalam doa apa yang baik dan biarkan kehendak Tuhan yang terjadi bagi kita bukan kehendak kita, patuhi dan ikuti perintah firmanNya karena itu akan mendatangkan kebaikan bagi kita maupun orang lain yang ada bersama kita.


Cerita untuk Anak

Pernahkah adik-adik menghadiri pesta pernikahan? Pasti menyenangkan sekali, ya! Ada banyak orang yang datang untuk merayakan kebahagiaan bersama pasangan yang menikah. Ada musik, makanan, dan orang-orang bergembira bersama-sama.

Pada suatu hari, ada sebuah pesta pernikahan yang istimewa. Tuhan Yesus dan ibu-Nya, Maria, diundang untuk hadir di sana. Bayangkan, Tuhan Yesus sendiri datang ke pesta pernikahan! Pasti tuan rumah dan orang-orang yang hadir merasa senang.

Di tengah pesta, tiba-tiba terjadi masalah. Minuman anggur yang disediakan untuk para tamu ternyata habis! Wah, bagaimana ini? Para tamu pasti kecewa dan pesta pernikahan bisa menjadi tidak menyenangkan lagi.

Untungnya, ibu Maria melihat masalah ini. Dia segera memberitahu Tuhan Yesus tentang apa yang terjadi, ia tahu Tuhan Yesus pasti bisa menolong. Tuhan Yesus pun berkata kepada para pelayan, "Isilah enam tempayan itu dengan air sampai penuh."

Para pelayan tidak mengerti apa yang akan dilakukan Tuhan Yesus. Tapi, mereka tetap patuh dan mengikuti perintah Tuhan Yesus. Mereka mengisi enam tempayan besar dengan air. Kemudian, Tuhan Yesus berkata kepada para pelayan, "Sekarang, ambillah air dari tempayan itu dan bawalah kepada pemimpin pesta." Para pelayan mungkin bungung tetapi mereka tetap patuh mengambil air dari tempayan dan membawanya kepada pemimpin pesta.

Ketika pemimpin pesta mencicipi air itu, dia sangat terkejut! Air itu bukan air biasa, melainkan berubah menjadi anggur yang terbaik! Pemimpin pesta tidak tahu dari mana anggur yang baik itu tetapi para pelayan tahu bahwa itu dilakukan Tuhan Yesus. Kini mereka mengerti apa yang Tuhan Yesus perintahkan itu mendatangkan kebaikan.

Mukjizat yang dilakukan Tuhan Yesus ini menunjukkan bahwa Dia adalah Anak Allah yang memiliki kuasa yang luar biasa. Dia juga selalu peduli dengan orang lain. Dia mau menolong orang-orang yang sedang dalam kesulitan.

Sebagai anak-anak Tuhan kita juga harus seperti ibu Maria yang walaupun tidak tahu apa yang akan Tuhan Yesus lakukan tapi ia percaya pasti Tuhan Yesus akan melakukan yang terbaik, dan juga bersikap seperti para pelayan, kita harus patuh pada apa yang Tuhan Yesus perintahkan lewat firmanNya karena itu pasti mendatangkan kebaikan bagi setiap orang.

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai



Menghubungkan Titik

Maze




Teka-teki Silang


Jigsaw





Saturday, May 12, 2018

Tuhan Memperhatikan (Matius 15:29-39)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 13 Mei 2018
Tema : “Tuhan Memperhatikan” (Matius 15:29-39)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan memperhatikan setiap orang yang setia kepadaNya
- Anak-anak tahu bahwa ada banyak berkat Tuhan dalam hidup ini yang tidak kita sadari
 - Anak-anak mau bersyukur atas semua berkat Tuhan termasuk berkat yang tidak mereka sadari / minta

Pokok Renungan

Cerita Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang yang sudah diceritakan sebelumnya adalah peristiwa yang berbeda dari cerita Tuhan Yesus memberi makan 4000 orang. Cerita kali ini terjadi setelah Tuhan Yesus kembali dari daerah Tirus dan Sidon.
Saat itu, Tuhan Yesus sedang melayani orang banyak yang datang berbondong-bondong membawa orang-orang yang sakit untuk disembuhkan oleh Tuhan Yesus, mereka dengan penuh iman dan pengharapan menantikan jamahan Tuhan Yesus atas diri mereka sakit agar menjadi sembuh.
Setelah tiga hari mereka berbondong-bondong datang kepada Tuhan Yesus dan setia menunggu pertolongan darinya, mungkin apa yang menjadi bekal makanan yang mereka sediakan dari rumah mereka masing-masing sudah habis, dan mereka mungkin tidak tahu lagi harus makan apa tetapi mereka memilih untuk menunggu jamahan Tuhan.  Melihat hal itu, dari bacaan kita bahwa Tuhan Yesus begitu peduli kepada orang banyak ini, hatiNya tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu, walaupun mereka tidak meminta makan kepada Tuhan Yesus tapi Ia tahu yang dibutuhkan oleh orang banyak saat itu adalah makanan, karena itu Ia memanggil murid-murid untuk menyampaikan maksud hatiNya memberi makan orang banyak itu.
Walaupun belum terlalalu lama berselang dari kejadian Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang, namun murid-murid masih belum percaya dan mengandalkan Tuhan Yesus, ini terlihat dari jawaban / pertanyaan mereka kepada Tuhan Yesus, bahwa tidak mungkin mendapatkan makanan untuk orang sebanyak itu di tempat itu. Padahal jika kita melihat kejadian sebelumnya, yaitu saat Tuhan Yesus berada di daerah Tirus dan Sidon, ada seorang perempuan Kanaan yang begitu beriman kepada Tuhan Yesus sehingga anaknya disembuhkan, dan hal itu disaksikan juga oleh murid-murid, tetapi itu belum membuat mereka cukup beriman untuk menyerahkan segala persoalan mereka kepada Tuhan Yesus.
Dan sekali lagi Tuhan Yesus menunjukkan kepada mereka apa yang bisa dilakukanNya. Persis seperti mujizat 5 roti dan 2 ikan, kali ini juga Tuhan Yesus menyuruh orang banyak untuk duduk di tanah agar dapat dibagikan makanan secara teratur.
Dengan 7 potong roti dan beberapa ikan kecil, Tuhan Yesus memberi makan 4000 orang laki-laki ditambah beberapa ribu orang perempuan dan anak-anak, yang kemudian menyisakan 7 bakul sisa potongan roti.
Dari cerita ini kita dapat belajar dan juga ajarkan kepada anak-anak tentang perhatian Tuhan Yesus yang begitu besar kepada manusia. Tuhan Yesus tahu bahwa orang-orang itu datang kepadaNya untuk mendapatkan kesembuhan, tapi Ia tahu juga bahwa tubuh mereka butuh hal yang lain. Orang banyak itu sangat setia menantikan pertolongan dari Tuhan tetapi mereka mungkin lupa atau tidak memperhitungkan kalau mereka juga butuh makan untuk kekuatan tubuh mereka. Tuhan memperhatikan bukan hanya apa yang diminta oleh mereka tetapi lebih dari itu apa yang dibutuhkan mereka walaupun tidak mereka minta.
Demikian juga setiap orang percaya yang mau setia dan berharap hanya kepada Tuhan, Ia punya berbagai cara untuk memenuhi apa yang kita inginkan tetapi lebih dari itu, Tuhan juga memenuhi apa yang menjadi kebutuhan kita, bahkan yang tidak kita pikirkan.
Ada banyak harapan dan keinginan yang kita juga anak-anak ucapkan dalam doa-doa kita, untuk itu tetaplah setia menantikan jawaban dari Tuhan, tetapi cobalah kita perhatikan juga ada banyak hal yang tidak pernah kita minta tetapi Tuhan penuhi melalui berkat-berkat baik secara langsung maupun tidak langsung melalui orang tua, saudara maupun teman, dan sepatutnya kita mengucap syukur untuk hal-hal tersebut karena kita percaya Tuhan memang setia memperhatikan kita dalam segala keadaan.


Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai

Menempel


Teka-teki Silang

Ayat Hafalan

Matius 10:29-31
Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.