Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it
Showing posts with label Yohanes Pembaptis. Show all posts
Showing posts with label Yohanes Pembaptis. Show all posts

Saturday, January 27, 2018

Bertobat (Matius 3:1-12)

Bahan Ajar PAR Sekolah Minggu 28 Januari 2018
Tema : “Bertobat” (Matius 3:1-12)
Tujuan :
- Anak-anak tahu semua orang harus bertobat untuk menerima Tuhan dalam diri mereka
- Anak-anak mau bertobat dari kesalahan yang mereka lakukan dan mau berjanji untuk selalu melakukan yang baik

Pokok Renungan

Cerita yang sama tentang Yohanes Pembaptis ini dapat kita baca dalam Injil Lukas 3:1-20, Markus 1:1-8 dan Yohanes 1:19-28. Yohanes tampil mengawali pelayanan Tuhan Yesus sebagai pembuka jalan bagi orang-orang agar menerima Kristus sang Mesias. Ia menyerukan perlunya ‘bertobat’ (ayat 2) sebagai sikap mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Dan ini adalah hal terpenting dari kehidupan Kristen / orang yang menerima Kristus dalam kehidupannya.
Makna dari bertobat adalah "berbalik". Yaitu berbalik dari cara hidup yang jahat kepada cara hidup yang baik sesuai ajaran Kristus, dan pertobatan itu haruslah dalam Kristus (bnd. Yoh 14:1,6; Kis 8:22; 26:18; 1Pet 2:25). Pertobatan itu berarti memberikan diri berada dalam penguasaan Kristus (bnd. Kis 26:18). Pertobatan adalah pintu masuk menuju persekutuan dengan Kristus, tanpa pertobatan akan sia-sia mendengar semua ajaran yang Tuhan Yesus sampaikan.
Jika menyimak pesan yang disampaikan oleh para nabi dalam Alkitab, pertobatan merupakan pesan terpenting dan terutama yang disampaikan. Kita dapat membacanya dalam Perjanjian Lama (misalnya dalam Yer 7:3; Yeh 18:30; Yoel 2:12-14; Mal 3:7), maupun dalam dalam Perjanjian Baru Yohanes Pembaptis (Mat 3:2), Yesus Kristus (Mat 4:17; 18:3; Luk 5:32) dan orang-orang Kristen (Kis 2:38; 8:22; 11:18; 2Pet 3:9).

Sebagai bandingannya dalam ayat 7 diceritakan apa yang disampaikan oleh Yohanes kepada orang Farisi dan Saduki. Kedua kelompok utama dalam agama Yahudi ini mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap Taurat namun sama-sama tunduk pada hukum Taurat. Hal yang membuat kedua golongan ini ditentang oleh Yohanes juga Tuhan Yesus adalah sikap mereka yang tidak sungguh-sungguh dari hati untuk taat kepada hukum-hukum Tuhan. Ketaatan mereka hanyalah ketaatan diluar saja, agar dilihat oleh orang, tanpa ada juga keinginan untuk mengakui dan bertobat dari kesalahan yang mereka lakukan, bahkan Hukum Taurat sering mereka pakai untuk menekan orang lain (bnd. Mat 23:25; 9:14; 23:2-4; Luk 18:9-14). Saat berhadapan dengan Tuhan Yesus juga kedua kelompok ini bersikap menentang (bnd. Mat 16:1-4).
Pertobatan seperti yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis dan juga oleh semua nabi bahkan oleh Tuhan Yesus yang dapat kita baca dalam Alkitab pada akhirnya harus menghasilkan sebuah perubahan dalam diri maupun bagi orang lain. Dalam ayat 8-12 Yohanes Pembaptis menyerukan bahwa pertobatan haruslah mengahasilkan buah yang sesuai, yaitu sesuatu yang mendatangkan kebaikan sesuai dengan firman Tuhan.
Ada dua hal pokok yang dapat dipelajari dan diajarkan dari apa yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis ini. Hal yang pertama yaitu harus ada pertobatan jika kita benar mau menerima Kristus dalam hidup kita, pertobatan itu mutlak diperlukan karena tidak seorangpun yang tidak berdosa. Apakah boleh berbuat dosa lagi kalau sudah menerima Kristus? Tentu tidak, pilihannya hanya menerima Kristus atau tetap berbuat dosa, jika menerima Kristus berarti tidak lagi berbuat dosa, kalau masih berbuat dosa berarti tidak menerima Kristus, tidak boleh dan tidak mungkin menjadi hamba kepada dua tuan (bnd. Lukas 16:13).
Dan hal yang kedua adalah harus ada buah dari pertobatan itu, harus ada yang dihasilkan dari sebuah pertobatan. Pertobatan bukan hanya sekedar dikatakan tetapi harus dilakukan dalam sikap dan perbuatan yang benar. Orang yang bertobat adalah orang yang menghasilkan buah kebaikan, yang pikiran, perkataan dan perbuatannya adalah yang berkenan kepada Tuhan, bukan memikirkan yang jahat, berkata yang jahat apalagi berbuat yang jahat. Ajak anak-anak untuk menyebutkan contoh kehidupan sehari-hari sebagai buah dari pertobatan itu.


Ayat Hafalan:

Lukas 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.".


Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai


Saturday, December 9, 2017

Persiapkan Hatimu Menyambut Tuhan (Markus 1:1-8)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 10 Desember 2017
Tema : “Persiapkan Hatimu Menyambut Tuhan” (Markus 1:1-8)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa hanya hati yang bersih yang bisa menerima kedatangan Tuhan
- Anak-anak mau mengasihi dan saling memaafkan sehingga hatinya bersih dari hal-hal yang buruk

Pokok Renungan

Injil Markus melewatkan kelahiran dan tahun-tahun awal kehidupan Kristus, dalam Injil ini langsung membahas rangkaian peristiwa yang mengawali pelayanan Tuhan Yesus. Pelayanan ini sendiri merupakan apa yang sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya dalam Perjanjian Lama, pelayanan Tuhan Yesus didahului oleh seorang yang diutus untuk mempersiapkan umat Tuhan menyongsong kedatangan-Nya.
Apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Yohanes Pembaptis merupakan apa yang sebelumnya sudah disampaikan oleh nabi-nabi dalam Perjanjian Lama baptisan dan khotbah yang dilakukan olehnya sejalan dengan ayat-ayat Alkitab. (bnd. Maleakhi 3:1, Keluaran 23:30). Pada ayat 3 merupakan kutipan yang nyaris lengkap dari Yesaya 40:3.
Yohanes Pembaptis sendiri tampil layaknya para nabi zaman Perjanjian Lama yang menyampaikan pesan dari Tuhan sendiri kepada umatNya. Namun apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis bukan hanya penggenapan akan apa yang dinubuatkan, lebih dari itu merupakan sebuah kabar gembira tentang anugerah dari Tuhan yang sangat besar melebihi semua janji yang pernah Tuhan sampaikan kepada umatNya, karena Tuhan sendiri yang datang untuk menebus umatNya melalui Yesus Kristus.
Karena itu, Yohanes Pembaptis menekankan pentingnya persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan itu. Dalam seruannya kepada para pendengarnya, Yohanes meminta agar setiap orang mempersiapkan jalan untuk kedatangan Tuhan. Yang dimaksudkannya tentu bukan jalan secara fisik, yang biasa dilewati oleh orang-orang melainkan jalan yang dimaksud adalah hati setiap orang. Hati yang lurus dan bersih yang terbukan menerima Tuhan.
Apa yang ditekankan oleh Yohanes Pembaptis ini merupakan apa yang harus dilakukan oleh setiap orang yang mau menyambut dan menerima Tuhan dalam hidupnya, termasuk kita dan anak-anak.
Tuhan akan ada dan tinggal didalam hati yang bersih yang lurus dan mau menyambutnya, sebaliknya, ketika hati dipenuhi oleh hal-hal yang buruk, dengan sendirinya hati itu menolak Tuhan. Karena hati itu akan menolak setiap hal dan pikiran baik.
Menjadi perenungan dan pelajaran penting bagi para pengajar dan anak-anak dari apa yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis ini.
Masing-masing kita, juga anak-anak dapat melihat dirinya sendiri dan mengetahui, apakah saya siap menerima kedatangan Tuhan atau sebaliknya saya menolak kedatangan Tuhan. Hati yang menerima kedatangan Tuhan adalah hati yang bersih dari kemarahan, kebencian, iri dan dengki dan hal-hal buruk lainnya. Sebaliknya hati yang siap menerima Tuhan adalah hati yang mengasihi dan mau memaafkan kesalahan orang lain.


Alat Peraga

Gambar Yohanes Pembaptis



Aktivitas

Mewarnai



Ayat Hafalan:

Markus 1:3
ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya,"

Friday, December 2, 2016

Bersiap menyambut Tuhan (Lukas 3:1-14)

Bahan Ajar PAR 04 Desember 2016
Tema : “Bersiap menyambut Tuhan” (Lukas 3:1-14)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa harus ada pertobatan dan hati yang baik untuk menyambut Tuhan
- Anak-anak mau menunjukkan pertobatan dan menjaga sikap yang baik yang berkenan kepada Tuhan

Pokok Renungan

Kisah tentang Yohanes Pembaptis menyampaikan pesan untuk bertobat ini dapat dibaca dalam keempat Injil, namun dalam Lukas yang paling mendetail tentang waktu, tempat dan apa yang terjadi.
Walaupun Yohanes Pembaptis bukan Mesias, namun dapat kita baca juga dalam Lukas 1, sebelum lahirpun ia sudah dipersiapkan menjadi pembuka jalan, mendahului Tuhan Yesus (bnd. Luk. 1:14-17).
Setelah cerita kelahirannya, hanya ada catatan bahwa ia bertambah besar dan kuat dan tinggal di padang gurun (Luk. 1:80)
Sebagaimana nabi-nabi zaman Perjanjian Lama, Yohanes juga apa yang disampaikan oleh Yohanes adalah apa yang diperintahkan oleh Tuhan (ayat 2 bnd. Yer. 1:2). Selayaknya Yohanes juga disebut sebagai seorang nabi. Dan sebagaimana nabi-nabi pada masa PL, Yohanes juga diutus untuk menyampaikan pesannya kepada suatu bangsa/masyarakat (ayat 3) untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan. Sebagai tanda dan materai bagi mereka yang bertobat dan kembali kepada Tuhan, setiap orang yang bertobat dibaptis dengan air di sungai Yordan.
Dalam ayat 4-6, Yohanes menegaskan kembali dan menggenapi nubuat yang disampaikan oleh nabi Yesaya tentang perlunya persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan (bnd Yes. 40:3-5).
Lebih lanjut, Yohanes menjelaskan maksud nubuat yang telah disampaikan itu (ayat 11-14) bahwa yang dimaksudkan adalah bagaimana mempersiapkan hati/diri untuk  menyambut kedatangan Tuhan. 
Persiapan diri/hati dalam pengajaran Yohanes ini ditekankan pada pentingnya perubahan sikap dan kebiasaan yang lama, yang tidak berkenan kepada Allah, dengan sikap yang baru yang berkenan kepada Allah, dan itulah yang disebut ‘bertobat’. Hanya dengan cara itu pula ada pengampunan dosa dari Allah.
Pertobatan harus ditindaklanjuti dengan suatu keinginan untuk menjauhkan diri dari dosa, sebagaimana Yohanes menyerukan semua orang yang bertobat kemudian memberikan diri untuk dibaptis sebagai tanda dan materai.
Karena itu, setiap orang yang telah bertobat seharusnya tidak lagi kembali kepada jalan yang salah.
Dengan keinginan yang kuat serta keteguhan hati untuk tetap hidup berkenan kepada Tuhan saja yang membuat seseorang layak menyambut kedatangan Tuhan.
Kepada anak-anak dapat diajak untuk memperhatikan sikap dan tingkah lakunya setiap hari yang harus berkenan kepada Tuhan. Jika ada hal buruk yang biasa dilakukannya, ajak anak-anak untuk mulai merubahnya dan mau berjanji untuk tidak melakukannya lagi.


Cerita



Alat Peraga

Aktivitas

Teka-teki Silang 1

Teka-teki Silang 2

Mewarnai

Menghubungkan gambar

Ayat Hafalan

..