This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and visual images contained in it can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Saturday, September 10, 2016

Jangan Sombong (Lukas 18:9-14)

Bahan Ajar PAR 11 September 2016
Tema : “Jangan Sombong” (Lukas 18:9-14)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan menyayangi orang yang rendah hati
- Anak-anak mau bersikap rendah hati dihadapan Tuhan maupun sesama

Pokok Renungan

Dari awal bacaan ini, kita sudah dapat melihat bahwa perumpamaan ini dimaksudkan untuk menegur orang-orang yang sombong dan memandang rendah kepada orang lain.
Perumpamaan ini dimulai dengan cerita tentang orang Farisi dan Pemungut Cukai yang sama-sama pergi ke Bait Allah untuk berdoa (ayat 10). Bait Allah bagi orang Yahudi adalah alat perantara dalam penyembahan.
Orang Farisi dalam cerita Alkitab sering ditegur oleh Tuhan Yesus, karena mereka adalah orang yang angkuh yang merasa benar karena mengetahui isi hukum Taurat. Sebaliknya pemungut cukai digambarkan rendah diri karena menganggap dirinya adalah orang berdosa yang tidak berkenan kepada Tuhan. Jika keduanya pergi ke Bait Allah walaupun sama-sama untuk berdoa, tentunya ada motivasi yang berbeda yang mengantarkan mereka kesana.
Dari gambaran tentang orang Farisi yang tinggi hati mungkin saja ia pergi ke Bait Allah untuk berdoa karena tempat itu adalah tempat umum,  sehingga apa yang dilakukannya mendapat banyak perhatian, ibadah yang dilakukannya untuk mendapat pujian.
Dilain pihak, Bait Allah yang ramai dengan orang-orang yang mau beribadah akan membuat Pemungut cukai merasa sangat rendah, karena akan ada banyak orang yang memandang hina dirinya sebagai orang berdosa yang tidak layak datang ke hadapan Tuhan. Namun ia menguatkan hatinya untuk pergi ke Bait Allah karena baginya tempat tersebut ditetapkan sebagai rumah doa bagi segala bangsa (bnd. Yes. 56:7).
Orang Farisi pergi ke Bait Allah untuk mencari pujian, sedangkan pemungut cukai pergi karena ia memiliki urusan tertentu. Orang Farisi pergi untuk pamer, sedangkan pemungut cukai pergi untuk menaikkan permohonannya. Demikian juga ketika kita datang beribadah kepada Tuhan, selidikilah  kecenderungan dan maksud apa kita datang, apakah berkenan kepada Tuhan.
Selanjutnya dalam ayat 11-12, nampak jelas tujuan kedatangan orang Farisi ke Bait Allah. Dalam doanya, yang ia pikirkan hanyalah dirinya sendiri. Ia tidak peduli akan hal lain kecuali dirinya sendiri, puji-pujiannya sendiri, bukan kemuliaan Allah.
Ia juga memandang rendah orang lain. Secara khusus ia menganggap rendah si pemungut cukai. Sebaliknya dalam ayat 13 diceritakan doa pemungut cukai kepada Allah, yang penuh dengan kerendahan hati dan sangat merendahkan diri. Doanya dipenuhi dengan permohonan untuk pertobatan atas dosa dan kerinduannya hatinya kepada Allah.
Sebagai kesimpulannya, dalam ayat 14, Tuhan Yesus berkata “barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Dari cerita ini dapat ditekankan kepada anak-anak tentang bagaimana niat hati yang baik dalam beribadah, penuh dengan kerendahan dan penyesalan atas dosa dan tidak munafik akan menuntun kepada sikap yang benar dalam beribadah. Sikap yang benar dalam berdoa akan menjadi tabiat yang baik yang terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, dalam hubungan dengan sesama.


Cerita Kelas Besar



Cerita Kelas Kecil



Alat Peraga

Gambar Peraga



Aktivitas

Mewarnai

Temukan Jalan

Cari Perbedaan

Ayat Hafalan

Lukas 18:14b  
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

No comments:

Post a Comment