Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and visual images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Sunday, October 23, 2016

Kuasa Doa (Kisah Para Rasul 12:1-19)

Bahan Ajar PAR 23 Oktober 2016
Tema : “Kuasa Doa” (Kisah Para Rasul 12:1-19)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa doa yang benar sangat besar kuasanya
- Anak-anak mau berdoa dan berserah kepada Tuhan dan menyerahkan hidupnya dalam rancangan Tuhan

Pokok Renungan

Bacaan hari ini memuat kisah tentang 2 orang murid Tuhan Yesus, Yakobus dan Petrus. Bagian awal (ayat 1-2) menyinggung secara ringkas tentang bagaimana Yakobus mati, sedangkan sisanya, mulai ayat 3 menceritakan tentang Petrus.
Dalam cerita ini, apa yang dialami oleh kedua murid Tuhan Yesus ini bertolak belakang, yang satu mati sementara yang satu lolos dari kematian.
Walapun secara singkat diceritakan tentang mengapa dan bagaimana Yakobus dibunuh, kita dapat melihat bahwa kematiannya adalah sebagai martir dimana ia mati karena nama Yesus. Nampak bahwa Herodes memang menyuruh membunuh Yakobus karena ia memberitakan Firman Tuhan.
Mungkin yang akan menjadi pertanyaan, mengapa Yakobus mati sedangkan Petrus lolos dari kematian, apakah karena Petrus didoakan sedangkan Yakobus tidak?
Tentu saja semua rasul selalu berdoa dan didoakan oleh para jemaat waktu itu bahkan jemaat mula-mula senantiasa berdoa bersama (bnd. Kis 1:14; 2:42; 4:24-31).
Apakah ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak adil?
Tentu saja tidak. Dari semua rasul, selain Yudas Iskariot, hanya Yakobus yang kematiannya tercatat dalam Alkitab, dan ini dapat dipahami sebagai sebuah kehormatan baginya sebagai martir pertama dari antara para murid Tuhan Yesus. Ini tentu adalah bagian dari rencana dan kehendak Tuhan bagi dirinya (bnd. Mrk. 10:35-41). Sementara Petrus, Tuhan punya rencana lain untuknya. 
Cerita tentang lolosnya Petrus dari penjara juga menampilkan sebuah kisah supranatural, diluar pemikiran para jemaat yang setia mendoakan Petrus. Tentunya mereka berdoa mengharapkan agar Petrus dibebaskan namun mereka tentu tidak pernah memikirkan cara Petrus lolos dengan diselamatkan oleh malaikat.
Bahkan dalam pikiran mereka, mungkin Petrus akan mati (bnd. ayat 15), tapi mereka tetap setia mendoakannya. 
Cara Tuhan meloloskan Petrus dari penjara juga mengajarkan kepada jemaat bahwa Tuhan punya berbagai cara, bahkan yang ajaib sekalipun, untuk menolong umatNya sehingga tidak ada satupun rencana Tuhan yang bisa digagalkan oleh manusia bahkan oleh orang paling berkuasa sekalipun.
Hal penting dan menarik yang dapat dipelajari dan diajarkan dari kisah ini adalah:

  • Berdoa merupakan bagian dari kehidupan umat Allah. Jemaat mula-mula menunjukkan betapa pentingnya berdoa dalam segala keadaan, baik dalam penganiayaan dan penderitaan maupun dalam sukacita.
  • Tuhan berhak menentukan apa yang terjadi pada diri kita, karena itu berserahlah kepada rancangan Tuhan dalam setiap doa dan pengharapan. Tuhan akan menjawab sesuai rencanaNya dalam hidup kita. Sebagaimana jemaat mula-mula menyerahkan sepenuhnya kepada rancangan Tuhan apapun yang akan dialami oleh Petrus.
  • Tuhan punya kuasa jauh diatas apa yang bisa kita pikirkan, karena itu berdoa dan mintalah kepadaNya serta yakinlah bahwa Tuhan mampu melakukan apapun dalam hidup kita tapi tentu Ia akan menjawab sesuai dengan rencanaNya dalam hidup kita.



Cerita Kelas kecil



Cerita Kelas Besar



Alat peraga

Gambar peraga

Aktivitas

Mewarnai

Menulis Doa

Teka-teki silang

Ayat Hafalan

Yakobus 5 : 16b
Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

No comments:

Post a Comment