This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and visual images contained in it can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Friday, December 2, 2016

Bersiap menyambut Tuhan (Lukas 3:1-14)

Bahan Ajar PAR 04 Desember 2016
Tema : “Bersiap menyambut Tuhan” (Lukas 3:1-14)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa harus ada pertobatan dan hati yang baik untuk menyambut Tuhan
- Anak-anak mau menunjukkan bertobat dan menjaga sikap yang baik yang berkenan kepada Tuhan

Pokok Renungan

Kisah tentang Yohanes Pembaptis menyampaikan pesan untuk bertobat ini dapat dibaca dalam keempat Injil, namun dalam Lukas yang paling mendetail tentang waktu, tempat dan apa yang terjadi.
Walaupun Yohanes Pembaptis bukan Mesias, namun dapat kita baca juga dalam Lukas 1, sebelum lahirpun ia sudah dipersiapkan menjadi pembuka jalan, mendahului Tuhan Yesus (bnd. Luk. 1:14-17).
Setelah cerita kelahirannya, hanya ada catatan bahwa ia bertambah besar dan kuat dan tinggal di padang gurun (Luk. 1:80)
Sebagaimana nabi-nabi zaman Perjanjian Lama, Yohanes juga apa yang disampaikan oleh Yohanes adalah apa yang diperintahkan oleh Tuhan (ayat 2 bnd. Yer. 1:2). Selayaknya Yohanes juga disebut sebagai seorang nabi. Dan sebagaimana nabi-nabi pada masa PL, Yohanes juga diutus untuk menyampaikan pesannya kepada suatu bangsa/masyarakat (ayat 3) untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan. Sebagai tanda dan materai bagi mereka yang bertobat dan kembali kepada Tuhan, setiap orang yang bertobat dibaptis dengan air di sungai Yordan.
Dalam ayat 4-6, Yohanes menegaskan kembali dan menggenapi nubuat yang disampaikan oleh nabi Yesaya tentang perlunya persiapan untuk menyambut kedatangan Tuhan (bnd Yes. 40:3-5).
Lebih lanjut, Yohanes menjelaskan maksud nubuat yang telah disampaikan itu (ayat 11-14) bahwa yang dimaksudkan adalah bagaimana mempersiapkan hati/diri untuk  menyambut kedatangan Tuhan. 
Persiapan diri/hati dalam pengajaran Yohanes ini ditekankan pada pentingnya perubahan sikap dan kebiasaan yang lama, yang tidak berkenan kepada Allah, dengan sikap yang baru yang berkenan kepada Allah, dan itulah yang disebut ‘bertobat’. Hanya dengan cara itu pula ada pengampunan dosa dari Allah.
Pertobatan harus ditindaklanjuti dengan suatu keinginan untuk menjauhkan diri dari dosa, sebagaimana Yohanes menyerukan semua orang yang bertobat kemudian memberikan diri untuk dibaptis sebagai tanda dan materai.
Karena itu, setiap orang yang telah bertobat seharusnya tidak lagi kembali kepada jalan yang salah.
Dengan keinginan yang kuat serta keteguhan hati untuk tetap hidup berkenan kepada Tuhan saja yang membuat seseorang layak menyambut kedatangan Tuhan.
Kepada anak-anak dapat diajak untuk memperhatikan sikap dan tingkah lakunya setiap hari yang harus berkenan kepada Tuhan. Jika ada hal buruk yang biasa dilakukannya, ajak anak-anak untuk mulai merubahnya dan mau berjanji untuk tidak melakukannya lagi.


Cerita



Alat Peraga



Aktivitas

Teka-teki Silang 1

Teka-teki Silang 2

Mewarnai

Menghubungkan gambar

Ayat Hafalan

..

No comments:

Post a Comment