Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and visual images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Saturday, July 9, 2016

Saya Punya Tuhan Yesus (Markus 4:35-41)

Bahan Ajar PAR 10 Juli 2016
Tema : “Saya Punya Tuhan Yesus” (Markus 4:35-41)
Tujuan :
Anak-anak percaya bahwa Tuhan Yesus selalu menyertai dalam segala keadaan 
Anak-anak mau berdoa dan berserah kepada Tuhan

untuk bahan ajar lengkap gambar peraga, aktivitas dan kunci jawaban download di Bahan Ajar PAR 20 Juli 2016 atau di Scribd

Penjelasan Bahan Alkitab

Bacaan Alkitab hari ini secara ringkas mengisahkan tentang murid-murid yang ketakutan menghadapi badai tapi kemudian menjadi takjub dengan kuasa yang Tuhan Yesus tunjukkan.
Dari bacaan ini dapat dipelajari beberapa hal menarik berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, baik bagi para pengajar maupun bagi anak-anak sekolah minggu, diantaranya:

  • Setiap orang pasti akan berhadapan dengan masalah, dalam kisah ini, murid-murid pun berhadapan dengan masalah (badai) walaupun saat itu mereka bersama dengan Yesus (ay. 37). Tuhan Yesus sendiri berkata sebagai orang Kristen (pengikut Yesus) juga kita akan berhadapan dengan masalah (Yoh. 16:33) sebagaimana para rasul juga berhadapan dengan masalah (bnd. 2 Kor. 11:24-25; Kis. 14:22; 2 Tim. 3:12; 1 Pet. 4:12). Para pengajar juga pasti berhadapan dengan masalah, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelayanan yang dijalani.
  • Masalah memang selalu membuat orang merasa tidak sejahtera, marah, takut, seperti juga murid-murid yang takut tenggelam ketika menghadapi badai. Namun sebagaimana dalam bacaan ini, Yesus mengingatkan bahwa rasa takut itu menunjukkan bahwa murid-murid kurang beriman/percaya (ayat 40).
  • Dengan adanya masalah / badai seharusnya kita dapat belajar untuk semakin beriman kepada Tuhan. Masalah membuat kita dapat melihat dan merasakan bahwa Tuhan adalah kekuatan (bnd. Maz. 46:1-3).
  • Dari setiap masalah juga kita dapat lebih jelas melihat kuasa Tuhan dan belajar untuk lebih memahami Firman Tuhan. Kita bisa belajar bagaimana mencari jawaban atas masalah yang kita hadapi dengan berkaca pada Firman Tuhan; kita juga belajar untuk berdoa dan berharap hanya kepada Tuhan.

Hal yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana reaksi kita terhadap masalah/badai yang datang. Akankah kita berteriak ketakutan atau sebaliknya menenangkan diri dan berdoa kepada Tuhan.
Anak-anak dapat diajarkan untuk selalu ingat bahwa mereka adalah anak-anak kepunyaan Tuhan sehingga kapan dan dimanapun mereka ada dalam lindungan Tuhan. Yang harus mereka lakukan adalah meminta pertolongan pada Tuhan untuk setiap masalah yang mereka hadapi. Dan belajar untuk melihat kuasa dan karunia Tuhan dalam kehidupan mereka setiap hari terutama dalam setiap masalah yang mereka hadapi. 


Cerita Kelas Kecil

Sebelum memulai bercerita, pengajar menyiapkan sebuah gambar/model perahu (membuat perahu kertas) atau mengatur tempat duduk membentuk perahu.
Pada suatu malam ada seorang anak bernama X (nama yang berbeda dari nama anak-anak di kelas) disuruh oleh mamanya mengambil sapu yang berada di luar rumah, tapi X tidak mau karena di luar sudah gelap. Mengapa kalau di luar sudah gelap X menjadi takut? (biarkan anak-anak menjawab) Apakah adik-adik juga takut? Apa saja yang membuat adik-adik takut? Nah supaya tidak takut lagi, mari kita mendengar cerita ini.
(tunjukkan gambar/model perahu) Adik-adik tahu apa ini? Benar, ini adalah perahu. Perahu ini biasanya dipakai dimana? Ya, ditempat berair, bisa di sungai, di danau, di laut, bahkan bisa juga dipakai di kolam yang besar.
Hari ini kita akan mendengarkan cerita tentang sebuah perahu yang sedang dipakai berlayar di sebuah danau. Dalam perahu itu ada Tuhan Yesus dan murid-murid. Setelah semuanya naik, mereka mulai berlayar ke seberang danau.
Ketika perahu mulai berlayar, Tuhan Yesus kemudian pergi ke bagian belakang perahu dan tidur di atas tikar yang ada disitu. Wah, pasti Tuhan Yesus sudah mengantuk ya.
Saat perahu sedang berlayar, tiba-tiba angin yang sangat keras bertiup, ombaknya juga sangat besar sehingga air masuk ke dalam perahu. Murid-murid mulai bingung, mereka biasa berlayar jadi mereka tahu kalau gelombang besar seperti ini mereka bisa tenggelam. Mereka menjadi takut, tapi ketika mereka melihat ke belakang perahu, Tuhan Yesus masih saja tidur. Merekapun membangunkan Tuhan Yesus dan berkata, "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Melihat mereka begitu takut, Tuhan Yesus bangun dan berdiri kemudian berkata kepada danau itu, "Diam! Tenanglah!" maka angin yang bertiup kencang dan danau yang bergelombang itu menjadi tenang. Dan murid-murid..... mereka hanya bisa terheran-heran karena dengan berkata saja Tuhan Yesus dapat menenangkan badai.
Lalu Tuhan Yesus bekata kepada murid-murid, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?". Murid-murid hanya bisa saling memandang, bukankah dari tadi mereka bersama dengan Tuhan Yesus? Seharusnya mereka tidak takut, mereka tinggal minta tolong saja kepada Tuhan Yesus, pasti Tuhan Yesus tolong.
Demikian juga kalau ada yang membuat adik-adik takut juga sedih, adik-adik tinggal meminta dalam doa, pasti adik-adik mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus.


Cerita Kelas Besar

Bagaimana rasanya kalau tidak naik kelas? Apakah menyenangkan? Apakah adik-adik takut kalau tidak naik kelas? Supaya jangan takut adik-adik harus rajin belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru. Selain itu harus apa lagi? Nah cerita kita hari ini akan mengajarkan kita bagaimana supaya jangan takut.
Pada suatu hari Tuhan Yesus bersama murid-murid naik perahu untuk menyeberangi danau. Saat mulai berlayar, Tuhan Yesus memilih untuk tidur di bagian belakang perahu beralaskan tikar. Dan perahu itupun mulai berlayar dengan tenang.
Namun beberapa saat kemudian, secara tiba-tiba bertiup angin yang sangat kencang dan gelombang yang sangat tinggi sehingga air mulai masuk kedalam perahu.
Murid-murid ini sudah biasa berlayar, jadi pasti mereka tahu harus bagaimana mengatasinya. Tapi rupanya kali ini sudah sangat besar dan berbahaya jadi mereka malah menjadi takut dan mereka mulai berpikir bahwa pasti mereka akan mati tenggelam di danau ini.
Ketika mereka melihat ke bagian belakang perahu, ternyata Tuhan Yesus masih tertidur dan sepertinya tidak terpengaruh dengan gelombang yang besar ini, sehingga merekapun membangunkan Tuhan Yesus dan berkata, "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Nampaknya mereka sangat ketakutan, dan ketika melihat itu, Tuhan Yesus bangun dan berseru kepada angin dan danau itu, "Diam! Tenanglah!". Seketika itu juga, angin berhenti bertiup dan gelombang juga menjadi tenang. Semuanya menjadi tenang, termasuk murid-murid. Lalu Tuhan Yesus berbalik kepada murid-murid dan berkata, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?". Mereka hanya bisa diam dan terheran-heran, mereka lupa kalau sebenarnya sejak tadi mereka bersama dengan Tuhan Yesus, seharusnya mereka tinggal meminta kepada-Nya untuk menolong mereka.
Apakah adik-adik juga sering takut mengahadapi sesuatu? Takut tidak berhasil, takut tidak punya teman, takut dibenci orang. Adik-adik tidak perlu takut akan semua itu, yang penting adik-adik sudah melakukan semua hal yang baik dan yang terpenting juga adalah adik-adik punya Tuhan Yesus yang selalu mendengar setiap keluhan dan permohonan adik-adik.


Alat peraga:

Gambar/model perahu
gambar peraga

Aktivitas: 

Mewarnai

Cari perbedaan

Maze kata

Ayat Hafalan: 

Mazmur 23:4a
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku

No comments:

Post a Comment