Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Saturday, May 11, 2019

Allah Bertindak Melalui Kita (Keluaran 2:23-3:12)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 12 Mei 2019
Tema : “Allah bertindak melalui kita” (Keluaran 2:23-3:12)
Topik :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan bertindak untuk menyelamatkan umatNya dengan mengutus orang pilihannya
- Anak-anak belajar bahwa siapa saja bisa diutus Tuhan 

Pokok Renungan

Setelah Musa diambil dan dipelihara oleh putri raja Mesir sampai ia dewasa, ia melakukan kesalahan yang membuat ia harus melarikan diri keluar dari Mesir.
Musa sampai di tanah Midian dan menetap disana, ia juga menikah dengan Zipora, anak Yitro (Rehuel), imam di Midian. Hidupnya tenang sebagai seorang gembala, jauh dari Firaun, raja Mesir yang ingin membunuhnya.
Sampai suatu ketika, ketika sedang menggembalakan kambing domba mertuanya, ia bertemu dengan Tuhan. Tuhan memang sengaja mendatanginya karena Tuhan ingin mengutusnya membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Tuhan mendengar keluhan umat Israel yang berseru-seru kepadaNya, dan tentunya Musa juga sudah pernah melihat sendiri penderitaan yang dialami oleh bangsanya itu, dan Tuhan ingin ia kembali ke tempat dari mana ia melarikan diri. Pilihan Tuhan atas diri Musa untuk membebaskan umat Israel tentunya sesuatu yang istimewa tapi bukan berarti bahwa Musa sangat hebat atau lebih mampu dari orang Israel lainnya. Hal itu nampak dari percakapan Musa dengan Tuhan, dimana ia berusaha untuk menolak perintah Tuhan itu.
Walaupun Musa pernah hidup di istana Firaun tetapi bukan berarti ia adalah seorang yang punya kemampuan yang luar biasa untuk menghadapi orang Mesir, apalagi Firaun. Di lain pihak, bisa jadi umat Isarel juga tidak suka kepadanya karena selama ini ia menikmati hidup yang menyenangkan di istana raja sementara saudara-saudara sebangsanya menderita.
Hal ini mungkin menjadi masalah pertama yang mengganjal di hati Musa. Pergi ke Mesir sama saja dengan menyerahkan diri ke tangan musuh yang ingin membunuhnya. Selain itu jika membaca secara lengkap perbincangan Musa dengan Tuhan nampak bahwa musa punya banyak kekurangan yang secara manusiawi tidak memungkinkan ia untuk memimpin sebuah bangsa yang besar.
Tapi hal yang menguatkan Musa adalah Tuhan menjanjikan penyertaan kepadaNya dan ia mengenal Tuhan yang berjanji itu. Karena itu Musa bersedia untuk diutus dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya.
Beberapa hal menarik dapat direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak dari kisah pengutusan Musa ini.
Hal yang pertama yaitu sebagaimana Israel yang saat itu berseru meminta pertolongan Tuhan, saat ini juga banyak orang yang menderita yang berseru memohon pertolongan kepada Tuhan, dan Tuhan tentu mendengarnya. Karena itu sebagaimana Musa bersedia untuk diutus Tuhan menolong bangsa Israel, kita juga harus bersedia diutus Tuhan untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Tuhan bertindak melalui kita, orang-orang percaya.
Jika Musa menyadari kekurangannya namun mau diutus oleh Tuhan karena percaya akan janji penyertaaNya, demikian juga kita, sepatutnya kita sadar bahwa kita tidak sempurna dan tidak punya semua hal yang lebih, tetapi jika kita percaya bahwa Tuhan akan menyertai dan menolong kita untuk menolong orang lain, kita akan dimampukan dan dicukupkan untuk dapat menolong orang lain.
Banyak hal bisa kita lakukan untuk membantu atau meringankan kesulitan yang dialami oleh orang lain, kita tidak perlu melakukan hal besar, tetapi mulailah dengan hal-hal kecil dalam diri kita maupun di lingkungan sekitar kita yang kiranya membantu. Anak-anak bisa mulai dengan menyisihkan uang jajan untuk dapat disumbangkan atau lebih sederhana dengan memisahkan sampah dengan baik sehingga membantu pemulung yang biasa mencari sampah plastik di sekitar rumah kita, dengan hal kecil seperti itu anak-anak sudah belajar membantu orang lain, kelak anak-anak akan terbiasa melakukan hal-hal yang lebih besar untuk membantu orang lain.

Aktivitas:

Mewarnai
Cari Kata
Kunci Jawaban

Ayat Hafalan:

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


No comments:

Post a Comment