Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and visual images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Saturday, July 30, 2016

Bersyukur Kepada Tuhan (Lukas 17 : 11-19)


Bahan Ajar PAR 31 Juli 2016
Tema : “Bersyukur Kepada Tuhan” (Lukas 17 : 11-19)
Tujuan :
- Anak-anak belajar untuk mengucap syukur kepada Tuhan
- Anak-anak mau berterima kasih kepada semua orang yang melakukan kebaikan baginya

untuk bahan ajar lengkap aktivitas dan kunci jawaban dalam format pdf klik disini atau download di Scribd


Pokok Renungan

Cerita tentang 10 orang kusta ini hanya diceritakan dalam Injil Lukas.
Penyakit kusta merupakan penyakit yang oleh orang Yahudi dipandang sebagai hukuman atas dosa tertentu, dan diartikan sebagai tanda ketidaksenangan Allah. Karena itu Tuhan Yesus nampaknya sangat peduli untuk menyembuhkan orang kusta yang Ia temui dalam perjalanan-Nya, sebagaimana ia datang untuk menyelamatkan orang berdosa.
Dalam bacaan ini, saat perjalanan menuju Yerusalem, di perbatasan antara Samaria dan Galilea, Tuhan Yesus menemukan orang-orang kusta yang mungkin berasal dari desa yang dilaluinya.
Beberapa hal menarik yang bisa direnungkan berkaitan dengan tema tentang bersyukur:

  • Kesepuluh penderita kusta itu sadar akan diri mereka yang tidak bersih, sehingga mereka tidak berani mendekat kepada Tuhan Yesus. Hal ini sesuai aturan hukum Taurat yang mengharuskan penderita kusta menjaga jarak dari orang lain (bnd. Im. 13:46)
  • Mereka bersama berseru, memohon dengan sangat, kepada Tuhan Yesus untuk mengasihani mereka, tidak secara spesifik meminta kesembuhan.
  • Tuhan Yesus menyuruh mereka pergi kepada imam dan tanpa membantah, dengan percaya mereka pergi walaupun saat itu mereka belum sembuh. Kepercayaan mereka terjawab ketika kesembuhan itu terjadi dalam perjalanan menuju imam.

Bagian yang sangat menarik dari cerita ini adalah ketika hanya 1 orang, yang adalah orang Samaria, yang kembali untuk berterima kasih kepada Tuhan Yesus, setelah tahu dirinya sembuh.
Tuhan Yesus kemudian mempertanyakan kesembilan orang lain yang sudah disembuhkan itu. Tentu Tuhan Yesus tidak butuh balasan atas apa yang telah diberikanNya. Namun pertanyaan Tuhan Yesus itu menggambarkan betapa sangat sedikit orang yang benar-benar bisa megingat Tuhan disaat senang/bahagia.
Mengingat Tuhan disaat susah atau menghadapi masalah kemudian melupakanNya disaat senang atau terlepas dari masalah itu nampaknya sesuatu yang biasa terjadi dalam kehidupan kita. Karena itu ada beberapa pokok yang penting yang harusnya menjadi pelajaran bagi para pengajar dan anak-anak tentang bagaimana kita bisa mengucap syukur dengan sungguh kepada Tuhan.

  • Seperti kesepuluh penderita kusta yang tahu dirinya tidak bersih, seharusnya kita juga sadar bahwa diri kita tidak layak mendapat pertolongan dari Tuhan. Hal ini harus menjadi kesadaran diri dan bukan topeng untuk mendapat belas kasihan Tuhan.
  • Memohon belas kasih dari Tuhan haruslah dengan penyerahan sepenuhnya kepada kehendak-Nya, tanpa menuntut Tuhan melakukan seperti yang kita inginkan sebagaimana yang dilakukan oleh kesepuluh orang kusta itu, mereka hanya meminta belas kasih dari Tuhan.
  • Percaya sepenuhnya pada Tuhan dan melakukan perintahnya sebagai wujud percaya itu tanpa mempertanyakan maksud Tuhan, sebagaimana kesepuluh orang kusta itu pergi tanpa bertanya ketika Tuhan Yesus menyuruh mereka menghadap imam.

Didasari dengan kerendahan hati, penyerahan sepenuhnya kepada Tuhan dan ketertundukan kepada kehendak Tuhan akan membuat kita sadar bahwa sepantasnya kita mengucap syukur atas semua yang sudah kita terima dalam hidup ini. Hal ini nampaknya yang dirasakan oleh orang Samaria yang kembali dan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus
Sejak kecil anak-anak sudah harus dibiasakan untuk melihat setiap kebaikan yang mereka terima itu sebagai sesuatu yang patut disyukuri. Teristimewa untuk kebaikan Tuhan yang mereka rasakan dalam kehidupan setiap hari.


Cerita Kelas Kecil

Adik-adik ingat apa yang biasa kita lakukan saat memulai sekolah minggu? Hal yang sama juga kita lakukan saat selesai sekolah minggu? Berdoa.
Apa saja yang kita doakan? Kita berdoa meminta Tuhan memimpin dan menjaga, baik saat di sekolah minggu maupun saat kita pulang, kita juga berdoa minta pertolongan dan berkat dari Tuhan, dan yang penting juga adalah kita berdoa untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.
Mengapa kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan?
Hari ini kita mendengar cerita tentang orang yang bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.
Pada suatu hari, Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem. Dalam perjalanan itu, Tuhan Yesus melewati sebuah desa. Di desa itu ada sepuluh orang yang sedang menderita sakit yang sangat parah. Karena sakit itu, badan mereka penuh luka yang tidak dapat disembuhkan bahkan jari kaki dan tangan mereka ada yang putus, penyakit itu disebut penyakit kusta. Karena penyakit itu tidak dapat disembuhkan, orang-orang mengusir kesepuluh orang itu dan melarang mereka untuk mendekati orang lain, bahkan mereka juga dilarang untuk pulang kerumah mereka. Tentunya mereka sangat sedih.
Ketika sepuluh orang yang sakit kusta itu melihat Tuhan Yesus, mereka tidak berani mendekat tapi mereka berdiri dari jauh sambil berteriak: "Tuhan Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
Tuhan Yesus melihat mereka dan kasihan kepada mereka, lalu Tuhan Yesus mau menyembuhkan mereka, karena itu Ia menyuruh mereka pergi kepada imam-imam, untuk diperiksa apakah mereka sudah sembuh atau belum. Mereka percaya pasti Tuhan Yesus menyembuhkan mereka sehingga saat itu juga mereka langsung pergi.
Saat dalam perjalanan ke tempat imam-imam itu, mereka melihat bahwa penyakit mereka telah sembuh, sehingga mereka sangat senang dan ingin cepat-cepat sampai ke tempat imam-imam itu. Tetapi satu orang diantara sepuluh orang itu, tiba-tiba ingat bahwa dia telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus tetapi dia belum berterima kasih kepada Tuhan Yesus, sehingga ia tidak mengikuti sembilan orang itu melainkan segera kembali kepada Tuhan Yesus dan mengucapkan syukur dan terima kasih pada Tuhan Yesus. Ia sangat berterima karena tanpa pertolongan Tuhan Yesus tentu penyakitnya tidak akan sembuh dan ia tidak bisa bertemu lagi dengan keluarganya, orang-orang yang disayanginya. Ia sangat bersyukur karena Tuhan Yesus masih mengasihi dan mau menolong mereka walaupun karena penyakit kusta itu mereka tidak disukai banyak orang.
Lalu kemana sembilan orang yang lain? Sepertinya mereka terlalu senang sampai lupa berterima kasih kepada Tuhan. Walaupun Tuhan Yesus tidak marah kepada mereka namun, Tuhan Yesus lebih senang kepada satu orang yang kembali dan mengucapkan syukur dan terima kasih itu.
Demikian juga Tuhan Yesus akan senang kepada anak-anak yang tahu berterima kasih, baik itu kepada Tuhan maupun kepada orang lain yang telah berbuat baik kepada kita.
Apakah adik-adik pernah mengucapkan terima kasih kepada mama atau papa yang sudah menjaga dan merawat adik-adik, memberi makan, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya? Kepada kakak atau adik, teman dan siapa saja yang sudah menyayangi adik-adik?
Apakah adik-adik pernah mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang sudah menjaga dan melindungi adik-adik saat tidur, bermain, belajar, bahkan dimana saja adik-adik berada Tuhan Yesus selalu ada dan melindungi adik-adik.


Cerita Kelas Besar

Sebelum membaca Alkitab, kakak minta kesediaan 5 orang untuk menjawab pertanyaan kakak. Pertanyaannya sangat mudah: Kapan terakhir adik-adik mengucapkan kata terima kasih dan kepada siapa kata itu diucapkan.
(Setelah mendengar jawaban dari 5 anak yang bersedia menjawab, minta masing-masing anak menjelaskan alasan mengucapkan terima kasih itu.)
Baiklah, kita sudah dengar dari kelima teman kita kapan terakhir mereka mengucapkan terima kasih dan apa alasan mereka mengucapkannya.
Hari ini kakak akan mengajak adik-adik membaca dan mendengarkan cerita tentang 10 orang kusta yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus.
Apakah ada diantara adik-adik yang tahu, apa itu penyakit kusta? (kalau ada biarkan anak menjawab) Ya, pada masa Tuhan Yesus, penyakit kusta adalah sebuah penyakit yang cukup berbahaya dan sangat sulit disembuhkan, orang yang terkena penyakit ini biasanya akan mengalami luka-luka bahkan sampai jari-jarinya putus dengan sendiri. Karena sulit disembuhkan dan gampang menular, orang-orang pada masa itu sangat takut bertemu dengan orang yang mengidap penyakit kusta, bahkan mereka mengusir para penderita kusta dan melarang mereka mendekati orang yang sehat, kalau mereka berani mendekat mereka pasti dilempari.
Pada suatu waktu ketika Tuhan Yesus sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem, memasuki suatu desa di perbatasan Samaria dan Galilea, Tuhan Yesus bertemu dengan 10 orang kusta. Ketika mereka melihat Tuhan Yesus, mereka tahu bahwa mereka tidak boleh mendekati-Nya, namun mereka juga pernah mendengar bahwa Tuhan Yesus bisa melakukan mujizat, dan tentunya bisa menyembuhkan mereka. Karena itu dari jauh mereka berteriak memohon kepada Tuhan Yesus, mereka berkata, “Guru, kasihanilah kami!”.
Melihat itu Tuhan Yesus juga kasihan karena Ia tahu mereka pasti menderita karena sakit tubuh mereka juga karena mereka dikucilkan, sehingga Tuhan Yesus menyuruh mereka pergi kepada imam-imam untuk diperiksa apakah penyakit mereka sudah sembuh.
Walaupun kesepuluh orang kusta itu belum merasa sembuh saat itu, namun mereka percaya pasti mereka akan disembuhkan, sehingga mereka segera pergi menemui imam-imam.
Saat mereka masih di perjalanan, mereka melihat bahwa tubuh mereka sudah bersih kembali dan penyakit itu telah hilang, sehingga mereka sangat senang dan ingin cepat-cepat menunjukkan diri mereka kepada imam-imam. Tetapi ada satu orang yang berasal dari Samaria, langsung teringat bahwa kesembuhan yang dia peroleh itu pasti karena kuasa Tuhan Yesus, karena itu ia segera berbalik kembali menemui Tuhan Yesus, dari jauh ia langsung bersorak memuji Tuhan kemudian ia sujud menyembah kepada Tuhan Yesus. Ia sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus tahu bahwa sepuluh orang itu telah sembuh semuanya, tetapi karena hanya satu orang yang kembali, sehingga Tuhan Yesus bertanya kemana sembilan orang yang lain. Tuhan Yesus bertanya mengapa mereka tidak kembali untuk bersyukur dan berterima kasih. Walaupun Tuhan Yesus tidak marah dan membuat sembilan orang itu menjadi sakit kembali namun Tuhan Yesus bertanya demikian untuk menunjukkan bahwa Ia menyukai orang-orang yang tahu bersyukur dan berterima kasih, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama yang telah melakukan kebaikan.
Apakah adik-adik seperti satu orang yang kembali atau seperti sembilan orang yang tidak kembali?
Jika demikian, apakah adik-adik sudah berterima kasih kepada Tuhan Yesus karena hari ini adik-adik masih bisa bangun pagi, mengikuti sekolah minggu dan melakukan semua yang menyenangkan adik-adik?
Apakah hari ini adik-adik sudah mengucapkan terima kasih kepada mama dan papa yang sudah memberikan adik-adik makan dan minum, pakaian yang bersih untuk dipakai dan semua yang baik yang disediakan oleh orang tua?
Jika belum, ingatlah mulai saat ini untuk selalu bersyukurt dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus juga setiap orang yang telah melakukan hal yang baik bagi adik-adik.

Alat peraga:

Gambar peraga


Aktivitas: 

Mewarnai

Cari Kata

Teka Teki SIlang



Ayat Hafalan: 

1 Tawarikh 16:34
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.


13 comments: