Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Saturday, April 29, 2017

Aman Dalam Lindungan Tuhan (1 Samuel 18:1-30)

Bahan Ajar PAR 30 April 2017
Tema : “Aman Dalam Lindungan Tuhan”  (1 Samuel 18:1-30)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan melindungi orang yang berserah kepadaNya
- Anak-anak mau berdoa menyerahkan segala keberadaannya kedalam perlindungan Tuhan

Pokok Renungan

Dua perikop dalam bacaan ini menceritakan hubungan antara manusia yang kontras. Yang satu (Yonatan dan Daud) hubungan yang sangat baik sementara yang lain (Saul dan Daud) ada kebencian yang sangat besar. Awalnya Saul suka kepada Daud tetapi kemudian Saul tidak suka dan menjadi iri terhadap Daud (ay 6-9). Salah satu penyebabnya karena rakyat memuji Daud lebih dari Saul (ay 7), dan ini menyebabkan ada perasaan tidak menyenangkan bagi Saul karena ada orang lain yang lebih dari dirinya sebagai raja.
Saul kemudian mulai curiga bahwa Daud akan menjadi raja menggantikan dia (ayat 8b). Penolakan Tuhan terhadap Saul sebagai raja, seperti yang dikatakan Samuel (1Sam 15:28) sudah lewat beberapa waktu, tetapi Saul pasti mengingatnya. Mungkin juga ia selalu memperhatikan siapa kiranya orang yang akan dipilih Tuhan untuk menggantikan dia. Setelah ia melihat Daud berhasil mengalahkan Goliat, dan selalu menang perang, maka ia mulai curiga bahwa Daudlah orang itu.
Harusnya semua yang dilihatnya itu membuat Saul sadar dan berbalik kepada Tuhan, tetapi yang terjadi sebaliknya ia malah semakin terjerumus menjauh dari Tuhan. Ia berusaha menyingkirkan Daud. Dengan cara kasar maupun cara halus, ia berupaya agar Daud mati, namun Tuhan selalu melindungi Daud. Sementara Daud sendiri adalah orang yang setia kepada Tuhan dalam segala keadaan. Bahkan dalam posisi yang Daud sendiri tahu bahwa ia mungkin bisa mati tapi ia tetap menjalani karena ia berserah hanya kepada Tuhan.
Saat Saul mengangkat Daud menjadi kepala pasukan 1000 dan menempatkan di garis depan (ayat 13), tentu saja dengan tujuan supaya Daud mati dalam pertempuran (suatu saat Daud juga melakukan hal itu bdk. 2Sam 11:14-17), Daud patuh pada tugas yang diperintahkan kepadanya, sementara Saul berpikir bahwa Daud akan mati, tetapi yang terjadi justru Daud berhasil dalam perangnya, tentunya karena adanya penyertaan Tuhan (ayat 14).
Gagal dengan cara yang satu, cara yang lain dipakai lagi oleh Saul. Rencana pembunuhan kali ini cukup licik, karena dengan alasan kebaikan, dimana ia mau menjadikan Daud sebagai menantunya (ayat 22b) dan dengan mengobarkan semangat Daud untuk membunuh para musuh Tuhan (ayat 17b). Kejahatan yang dirancang Saul dibungkus dalam cara-cara yang baik. Tetapi Tuhan melindungi Daud sehingga dengan cara apapun rencana Saul tidak tercapai.
Mendapati setiap rencana yang gagal, sebenarnya Saul semakin tahu bahwa Tuhan berada di pihak Daud dan itu membuatnya takut (ayat 12, 15, 29) seharusnya ia punya kesempatan untuk kembali mengasihi Daud dan berbalik kepada Tuhan tetapi sebaliknya ia semakin membenci Daud dan memilih menjadi musuh Daud seumur hidup (ayat 29) 

Beberapa hal menarik yang dapat dipelajari dan diajarkan kepada anak-anak:
Sikap Yonatan yang sangat mengasihi Daud, walaupun tentunya Yonatan juga sadar bahwa Daud semakin populer dan nampaknya kalau Saul mati Yonatan tidak akan menjadi raja menggantikannya. Sebaliknya Saul yang sangat iri hati, sikap ini membuat ia merasa jengkel dan marah, walaupun ia sebenarnya sadar bahwa Daud pantas mendapat pujian atas apa yang dilakukannya.
Sikap iri hati seperti Saul ini yang sering membuat kita gampang merasa tidak suka kepada keberhasilan maupun kebaikan orang lain. Kalau kita mudah merasa iri hati, bawalah hal itu ke hadapan Tuhan, dan mohon pertolonganNya, kalau menjauh dari Tuhan justru sebaliknya kita akan semakin membenci orang.
Sikap munafik yang ditunjukkan Saul untuk menjebak Daud dalam perang dengan orang Filistin. Hal ini juga seringkali kita lakukan, bersikap munafik untuk mencapai tujuan yang menguntungkan diri kita sendiri.
Pelajaran terpenting adalah keteguhan hati Daud dan ketulusan yang ditunjukkannya membuat Tuhan tetap berada di pihaknya sekalipun kekutan besar berusaha menyingkirkannya. Hanya dengan berserah kepada Tuhan dan menjalankan setiap tanggungjawabnya dengan baik, Daud berhasil menghadapi semua bahaya. Demikian juga anak-anak perlu diajarkan untuk tetap berserah pada Tuhan dalam setiap keberadaan hidupnya dan tetap melakukan hal baik dan bertanggungjawab. Dengan demikian apapun yang menghalangi kita akan berurusan dengan Tuhan yang melindungi kita.


Ayat Hafalan

Mazmur 33 : 18


Aktivitas

Puzzle

Cari Perbedaan

Teka-teki Silang


Saturday, April 15, 2017

Sukacita Terbesar (Matius 28:1-20)

Bahan Ajar PAR 16 April 2017
Tema : “Sukacita Terbesar”  (Matius 28:1-20)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa kebangkitan Tuhan Yesus adalah sukacita terbesar dalam hidup setiap orang percaya
- Anak-anak mau menjadi pembawa sukacita bagi semua orang melalui perbuatan dan perkataannya kepada sesama

Pokok Renungan

Kisah Paskah bagi anak-anak mungkin berbeda dari apa yang dipahami oleh orang dewasa. 
Pengalaman tentang kematian belum terasa bagi kebanyakan anak, atau walaupun ia pernah mengalami pengalaman tentang kematian, baik orang kesayangannya maupun binatang kesayangannya, hal itu cepat berlalu dan bisa tergantikan dengan pengalaman lainnya.
Namun tentunya perlu dikenalkan kepada anak-anak kisah Paskah yang merupakan kisah kebangkitan dari sebuah kematian namun dengan beberapa penekanan yang penting bagi anak-anak terutama tentang makna dari kebangkitan itu sendiri.
Dari bacaan hari ini dapat dilihat sebuah peristiwa yang menarik, bahkan untuk anak-anak. Sebuah peristiwa yang mengejutkan.
Umumnya orang menyukai sebuah kejutan, tentunya kejutan yang baik, karena hal itu biasanya diluar ekspektasinya. Dan ada rasa senang yang tak terkira ketika sesuatu yang didapat melebihi apa yang diharapkan bahkan yang tidak terbayangkan.
Keadaan itu terjadi pada Maria Magdalena dan Maria yang lain yang begitu terkejut, takut, gembira dan sebagainya, mendengar kabar dan menyaksikan kebangkitan Tuhan Yesus.
Walaupun mereka telah bersama dengan Tuhan Yesus selama beberapa tahun, namun mereka tidak pernah paham apa yang Tuhan Yesus ajarkan tentang kematian dan kebangkitanNya. Harapan mereka akan tuntunan dan penyertaan guru mereka hilang bersamaan dengan kematian Tuhan Yesus. Bahkan, sepertinya mereka akan kembali lagi menjadi seperti apa adanya sebelum mengikut Tuhan Yesus. Dan disaat mereka sudah sangat terpuruk, sesuatu yang mengejutkan terjadi pada mereka, jauh melebihi apa yang mampu mereka pikirkan dan bayangkan.
Kejadian kebangkitan Tuhan Yesus ini tentunya sangat kuat mempengaruhi perasaan para murid dan menjadi dasar yang kuat yang membuat murid-murid bangkit dan berani menyampaikan kabar kesukaan. Sekarang mereka punya bukti yang kuat tentang apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada mereka selama ini.
Kebangkitan Tuhan Yesus itu menjadi sebuah momen penting bagi murid-murid untuk merubah hidup mereka, keluar dari ketakutan yang membelenggu diri mereka, dan semakin memperkuat iman mereka bahwa mereka siap diutus oleh Tuhan mengabarkan berita sukacita.

Hal menarik yang bisa direnungkan oleh anak-anak dari peristiwa kebangkitan ini antara lain:

  • Tuhan Yesus memberikan sukacita besar yang tidak terduga dengan kebangkitannya dari kematian. Hal itu membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan yang berkuasa atas semuanya. Ia sanggup memberikan semua yang lebih baik dari yang mampu kita pikirkan. Karena itu sepatutnya anak-anak yang adalah kepunyaan Tuhan Yesus juga merasa bersuka cita karena anak-anak punya penolong yang sangat ajaib dan besar kuasaNya.
  • Tuhan Yesus juga mengampuni orang-orang yang berdosa dan berbuat salah. Waktu di salib, Tuhan Yesus mengampuni orang-orang yang menyiksaNya, demikian juga kepada Petrus yang telah menyangkalNya juga diampuni bahkan dipakai sebagai pembawa kabar baik. Setiap anak yang mau mengaku dan bertobat akan diampuni oleh Tuhan Yesus. 
  • Tuhan Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan kabar sukacita yang telah mereka dengar dan lihat. Kabar baik itu harus menjadi kabar untuk semua orang. Karena itu setiap anak yang sudah mendapat sukacita dari Tuhan juga seharusnya menunjukkan dan mengabarkan itu kepada setiap orang baik melalui sikap, perkataan maupun perbuatannya kepada orang lain.



Ayat Hafalan

Matius 28:19

Aktivitas

Mewarnai
Maze

Saturday, March 18, 2017

Tuhan menolong orang yang setia kepadaNya (Rut 2:1-12; 4:1-10)

Bahan Ajar PAR 19 Maret 2017
Tema : “Tuhan menolong orang yang setia kepadaNya” (Rut 2:1-12; 4:1-10)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan memberikan pertolonganNya pada waktu yang tepat
- Anak-anak tahu bahwa pertolongan Tuhan melampaui apa yang dapat dipikirkan manusia
- Anak-anak mau setia melakukan kehendak Tuhan

Pokok Renungan

Bagian bacaan hari ini meringkas kisah yang termuat dalam Rut 2-4 menjadi sebuah cerita singkat tentang bagaimana pertolongan Tuhan kepada orang-orang yang setia kepadaNya.

Rut dan Naomi yang pulang ke Betlehem dalam keadaan sebagai janda, tanpa suami sebagai penopang kehidupan mereka, pasti membuat kehidupan mereka susah dan dapat dikategorikan sebagai orang miskin. Rut sendiri yang masih muda kemudian harus menjadi penolang hidup ia dan mertuanya yang sudah tua. Dan sebagaimana menurut hukum yang berlaku, bahwa sebagai orang miskin mereka berhak mengumpulkan butir-butir jelai yang jatuh (bnd. Im. 23:22; Ul. 24:19), Rut kemudian pergi untuk mengumpulkan jelai sebagai bahan makanan bagi mereka.
Pertemuan Ruth dengan Boas, bukanlah disengaja (ayat 3), bahkan tentunya Rut juga belum mengenal Boas, walaupun Boas sendiri adalah sanak dari Naomi (ayat 1). Keberadaan Rut ditempat itu juga sebenarnya tidak terlalu menguntungkan karena ia adalah seorang asing, nampak dari jawaban yang diberikan oleh sang mandor kepada Boas dengan mengatakan ‘seorang perempuan Moab’ lebih bermaksud merendahkan, karena orang Israel tidak suka kepada orang asing penyembah berhala.
Tapi cerita tentang Rut sudah sampai ke telingan Boas dan secara kebetulan hari itu Boas bertemu langsung dengan Rut. Karena itu, nampaknya Boas menaruh rasa kagum kepada kesetiaan Rut juga ada rasa iba terhadap kedaan Rut dan Naomi sehingga ia bermaksud memberikan pertolongan kepada mereka. Lebih dari itu nampaknya Boas juga percaya bahwa kesetiaan yang juga Rut tunjukkan kepada Tuhan Allah Israel pastilah akan mendapat penghargaan di mata Tuhan (ayat 12).

Kekaguman Boas kemudian berlanjut dengan apa didengar dan apa yang dialaminya juga ketika ia bertemu dengan Rut kemudian. Dan Boas juga yakin bahwa Rut memang perempuan yang berkenan kepada Tuhan, sehingga ada upaya juga dari Boas untuk mendapatkan dan melindungi Rut.
Dalam pasal 3 dikisahkan walaupun sesuai hukum Yahudi, Boas punya hak untuk mengambil Rut, namun masih ada orang lain yang lebih berhak.
Untuk itu, dalam pasal 4 diceritakan bagaimana upaya Boas yang sebenarnya penuh dengan harap-harap cemas melakukan pertemuan  dengan tua-tua kota dan orang yang lebih berhak itu untuk membahas persoalan Naomi sebagai saudara mereka.
Mungkin Boas menjadi kehilangan harapan ketika orang yang berhak itu menyetujui untuk membeli/membayar kepunyaan Elimelekh yang hendak dijual Naomi, namun keadaan menjadi melegakan bagi Boas ketika orang yang berhak itu berubah pikiran karena tidak mau menanggung kewajiban yang lain, menikahi Rut dan meneruskan keturunan Elimelek.

Dari begitu banyak kebetulan yang terjadi dalam kisah ini dapat kita lihat bahwa secara tidak langsung melalui hal-hal yang tidak direncanakan oleh Rut maupun Boas Tuhan sedang bekerja untuk menjaga dan menolong Rut. Bahkan apa yang Tuhan lakukan untuk Rut, juga Naomi, bukan sekedar menyelamatkan mereka dari kesusahan / kemiskinan tetapi lebih dari itu, kesetiaan Rut kepada Tuhan mendapat balasan yang sangat besar, bahkan yang tidak terpikirkan oleh Rut.
Keturunan Elimelekh tetap terjaga melalui pernikahan Rut dengan Boas dan bahkan dari keturunan Rut ini kejayaan Israel ditegakkan dalam pemerintahan Daud.
Kepada anak-anak dapat ditekankan tentang perbuatan Tuhan yang begitu besar kepada Rut yang setia dan mau menyerahkan dirinya kepada Tuhan, diperhitungkan Tuhan lebih dari apa yang bisa Rut pikirkan.


Ayat Hafalan

Ayub 10:12

Aktivitas

dalam format pdf dengan kunci jawaban download disini

Mewarnai
Teka-teki Silang

Saturday, March 11, 2017

Tuhan setia pada orang yang setia (Rut 1:1-22)

Bahan Ajar PAR 12 Maret 2017
Tema : “Tuhan setia pada orang yang setia” (Rut 1:1-22)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan memperhatikan setiap orang yang setia kepadaNya
- Anak-anak mau setia melakukan kehendak Tuhan

Pokok Renungan

Sebagaimana dalam ayat 1, kisah Rut terjadi pada zaman hakim-hakim. Kisah ini sendiri agak berbeda dari kisah hakim-hakim yang penuh dengan kekacauan peristiwa pergolakan, peperangan juga pembunuhan. Dalam kitab Rut disajikan kisah yang lebih tenang bahkan sebuah kisah cinta.
Kisah dalam kitab ini memang sangat penting karena merupakan benang merah yang menghubungkan garis keturunan dari Adam sampai Tuhan Yesus.
Isi kitab ini mengingatkan tentang pemeliharaan Tuhan terhadap orang pilihanNya sehingga apa yang menjadi rencana Tuhan tergenapi melalui Rut yang menjadi nenek moyang dari Raja Daud dan Juruselamat (bnd. Mat. 1:5).
Rut adalah perempuan Moab, suku yang menyembah berhala. Seharusnya bagi orang israel, ini bukan pilihan yang tepat sebagai istri, tetapi menjadi sebuah pertanyaan penting ketika ternyata Tuhan memilih Rut menjadi nenek moyang raja Daud, bahkan Juruselamat.
Dari bacaan ini kita dapat menyimpulkan bahwa nampaknya Rut dipilih oleh Tuhan karena ia setia. Tetapi kesetiaan seperti apa sehingga dia diberi kehormatan yang begitu besar oleh Tuhan?
Kesetiaan yang ditunjukkan Rut adalah kesetiaan yang teruji oleh berbagai masalah / tantangan dan pilihan yang tidak menguntungkan baginya.
Rut memilih untuk meninggalkan negerinya dan sanak saudaranya, untuk pergi ke negeri asing. Ia harus meninggalkan orang-orang yang bisa menolongnya dalam berbagai keadaan (ayat 8-10),
Ia memilih mengikuti mertuanya yang adalah seorang janda sedangkan dia sendiri juga seorang janda. Keduanya tentu akan mengalami berbagai kesulitan, apalagi mereka berada di zaman yang penuh dengan kekacauan dan peperangan. (ayat 11-14)
Rut juga memilih untuk meninggalkan allah bangsanya yang selama ini ia sembah dan percaya sebagai pembawa berkat bagi bangsanya dan menggantikannya dengan Tuhan Allah yang disembah oleh Naomi yaitu Allah Israel (ayat 15-17)
Pilihan yang berat yang dalam pikiran loigis tidak menguntungkan yang telah diambil oleh Rut jelas menunjukkan kesetiaan dan keteguhan hati yang Rut yang sangat kuat baik kepada Naomi maupun kepada Tuhan Allah yang disembah Naomi, ia juga menyerahkan dirinya ke dalam kuasa Allah Israel saat ia berjanji untuk setia menemani Naomi (ayat 17).
Kesetiaan yang ditunjukkan oleh Rut, perempuan dari bangsa asing, penyembah berhala, kepada Tuhan Allah Israel, menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang yang mengaku percaya dan menyambah Tuhan Allah Israel itu.
Rut bersedia menyerahkan, dirinya, seluruh kehidupannya juga masa depannya kedalam kuasa Tuhan. Ia mau meninggalkan kenyamanannya dalam kehidupan di luar Tuhan untuk datang kepada Tuhan walaupun tidak nyaman. Dan Tuhan pun menunjukkan betapa Ia sangat menghargai kesetiaan seperti yang ditunjukkan oleh Rut, setelah sampai di tanah Yehuda, Tuhan memberikan baginya seorang suami (Boas). Bahkan lebih dari itu, dari keturunannya lahir Yesus, Juruselamat.
Yang menarik yang dapat diajarkan kepada anak-anak dari cerita ini ialah bagaimana kesetiaan kepada Tuhan pasti mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri. Setia saja kepada Tuhan dalam setiap jalan kehidupan, apapun yang akan terjadi pasti baik adanya, soal waktu dan keadaannya Tuhan yang akan mengatur semua itu. Rut bersikap setia dan tidak pernah berharap bahwa ia akan mendapatkan seorang suami bahkan kemudian dari keturunannya akan lahir Juruselamat, namun sikapnya itu diperhitungkan Tuhan, bahkan diharga sangat besar oleh Tuhan.


Ayat Hafalan

2 Samuel 22:26


Aktivitas

Mewarnai
Maze
Cari Kata
Teka-teki Silang
Kunci Jawaban

Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa

Alat Peraga dan aktivitas untuk bahan ajar par/sekolah minggu tentang Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa (Matius 8:28-34; Markus 5:1-20; Lukas 8:26-37)

Alat Peraga

Gambar Peraga 1

Gambar Peraga 2

Aktivitas

Mewarnai

Cari Perbedaan

Teka-teki silang

Cari Kata

Kunci Jawaban TTS dan Cari Kata

Friday, March 3, 2017

Kehendak Tuhan yang Jadi (Kejadian 27:1-17)

Bahan Ajar PAR 05 Maret 2017
Tema : “Kehendak Tuhan yang Jadi” (Kejadian 27:1-17)
Tujuan :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan punya kehendak baik bagi kehidupan setiap orang
- Anak-anak mau berserah kepada Tuhan dalam doa untuk setiap harapan dan keinginannya


Pokok Renungan

Kisah hari ini berkaitan dengan cerita minggu lalu. Karena nafsu yang rendah, Esau telah menjual hak kesulungannya kepada Yakub. (bnd. Ibr. 12:16-17)
Pada ayat 1-5 nampak bahwa Ishak berencana meneruskan berkat kepada Esau. Hal ini secara umum dipandang wajar karena Esau adalah anak sulung, dan budaya/adat saat itu, bahkan sampai sekarang, menempatkan anak sulung sebagai kepala/yang utama. Tapi untuk kasus Esau dan Yakub sebenarnya agak berbeda, Tuhan sendiri sudah pernah berfirman tentang keduanya (Kej. 25:23), entah karena sudah tua dan tidak tahu, atau tidak mengerti, atau tidak mempertimbangkan sebagaimana mestinya, Ishak lupa firman Tuhan, bahwa anak yang tua harus menjadi hamba kepada anak yang muda.
Kalaupun ia masih ingat namun tetap bersikeras meneruskan berkat kepada Esaus, bisa jadi, ia lebih dikuasai oleh perasaan sayang yang alami, Ishak lebih sayang kepada Esau. Ishak hendak mengatur semuanya sesuai yang diinginkan dan lupa atau mengabaikan kehendak Tuhan, Ishak juga mengabaikan kenyataan bahwa Esau sudah menikah dengan dua wanita kafir (Kej 26:34-35). Dalam hal ini nampaknya Ishak terlalu terbawa perasaannya.
Selanjutnya dalam ayat 6-17, Ribka berusaha untuk memperoleh bagi Yakub berkat yang sudah direncanakan akan diberikan Ishak kepada Esau. 
Jika memang Ribka mengingat firman Tuhan tentang Esau yang akan menjadi hamba Yakub, tentunya usahanya untuk mendapatkan berkat bagi Yakub bertujuan baik, namun cara yang dipakai yaitu dengan menipu Ishak pastinya tidak benar. Demikian juga Yakub yang kemudian mengikuti siasat ibunya itu. Seharusnya ada jalan untuk itu, disini Ribka juga mengabaikan jalan Tuhan, ia menggunakan jalannya sendiri. Akibat yang harus diterima oleh Yakub kemudian adalah ia harus lari menyelamatkan diri dari Esau. Tapi tidak dijelaskan dalam Alkitab tentang alasan Ribka, bisa saja ia bermaksud agar Yakub diberkati karena Yakub adalah anak kesayangannya (bnd. Kej. 25:28), tentu sikap seperti itu tidak ada bedanya dengan Yakub yang terbawa perasaan saja, dan hal itu juga tidak benar.
Dari cerita ini terdapat 2 hal menarik yang dapat dipelajari dan diajarkan kepada anak-anak:

  • Bagaimanapun keadaannya, kehendak Tuhan tidak mungkin dibatalkan/digantikan dengan keinginan manusia, ajar anak-anak untuk percaya bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka, sekalipun yang buruk, dibalik itu ada hal baik yang ingin ditunjukan/diberikan Tuhan bagi mereka, karena itu berserah hanya kepada Tuhan.
  • Apapun yang kita inginkan bagi diri kita maupun bagi orang lain seharusnya tetap memohon perkenan Tuhan, jangan berdasarkan kehendak diri kita sendiri. Ajarkan kepada anak-anak untuk selalu menyerahkan semua rencananya di dalam doa kepada Tuhan.



Cerita



Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai

menempel tangan dan leher pada gambar Yakub dengan kapas / benang wol

cari perbedaan

Ayat Hafalan

Amsal 19:21
Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.

Friday, February 24, 2017

Jangan mengikuti hawa nafsu (Kejadian 25:29-34)

Bahan Ajar PAR 26 Februari 2017
Tema : “Jangan mengikuti hawa nafsu” (Kejadian 25:29-34)
Tujuan :
- Anak-anak tahu hawa nafsu menggiring kepada perbuatan yang salah
- Anak-anak dapat mengendalikan diri


Pokok Renungan

Hak kesulungan (yaitu, hak yang dimiliki oleh anak sulung) terdiri atas:
• kepemimpinan dalam ibadah dan keluarga;
• bagian ganda dalam harta warisan (bnd. Ul 21:17); dan
• hak memperoleh berkat perjanjian yang dijanjikan Allah kepada Abraham.
Hal itu tentunya dipahami oleh Esau dan Yakub. Sayang sekali Esau memandang hak itu biasa saja, bisa berarti juga ia memandang rendah berkat-berkat Allah dan janji-janji dari Allah. Ia gampang sekali mengikuti hawa nafsunya memilih kesenangan sesaat sebagai pengganti berkat-berkat jangka panjang. Jadi, ia "memandang ringan hak kesulungan" (ayat 34; bd. Ibr 12:16). Yakub, sebaliknya sangat menghargai hak itu, ia menginginkan berkat-berkat rohani masa depan dan ia begitu memperhatikan perjanjian Allah.
Hal yang dapat dipelajari dari cerita ini terutama dari apa yang dilakukan Esau diantaranya:
- Nafsu makannya sangat besar (ayat 29-30). Esau begitu bernafsu dan untuk itu apapun dilakukan untuk memuaskan nafsunya itu. Godaan terbesar bukan berasal dari makanan yang dibuat Yakub tetapi dari keinginan Esau untuk memakannya.
- Alasan yang dibuat (atau dibuat-buatnya) untuk meyakinkan bukan saja orang lain (Yakub) tetapi juga dirinya sendiri untuk meminta makanan dari Yakub. Esau berkata, “Sebentar lagi aku akan mati” (ayat 32). Apakah memang begitu, apakah tidak ada hal lain yang bisa membantu mempertahankan hidupnya selain masakan ini? Nampak bahwa keinginannya mendorong dirinya untuk membesar-besarkan rasa laparnya seolah-olah ia akan mati kalau tidak segera makan. 
- Bagaimanapun seharusnya Esau dan Yakub paham bahwa hak kesulungan yang adalah bagiannya Esau sesungguhnya bukan hanya soal warisan harta benda yang lebih banyak tetapi sesuatu yang bersifat rohani, warisan perjanjian Allah. Sikap Yakub yang meremehkan hak itu merupakan sebuah kecemaran, adalah suatu kebodohan yang menjijikkan apabila kita melepaskan bagian kita di dalam Allah, Kristus, dan sorga, demi kekayaan, kehormatan, dan kesenangan dunia ini. Itu merupakan suatu tawaran yang buruk seperti orang yang menjual hak kesulungannya demi semangkuk sup.
- Setelah dengan mudahnya melepaskan hak kesulungannya, tidak sedikitpun terpikir oleh Esau untuk kembali memohon kepada Yakub untuk membatalkan sumpahnya, sebaliknya ia pergi begitu saja (ayat 34). Tidak terpikir baginya sebuah rasa menyesal dan bertobat atas kesalahan yang dilakukannya. Seharusnya ia masih punya kesempatan untuk memperbaikinya, misalnya dengan melaporkan kepada ayahnya (yang sangat mengasihinya) agar masalah itu diselesaikan, namun ia tidak melakukannya. Sumpahnya dan tidak adanya upaya untuk memperbaiki kesalahannya membuat dia benar-benar kehilangan hak kesulungannya. Banyak kali terjadi, orang menjadi hancur bukan karena berbuat salah, melainkan terlebih karena mereka tidak mau bertobat darinya. Mereka melakukan kesalahan dan bersikukuh dengan kesalahan itu..
Hal yang dapat diajarkan kepada anak-anak adalah bagaimana anak-anak mengenali keinginan-keinginan diri mereka sendiri dan mulai belajar mengendalikan keinginan yang menjurumuskan kedalam kesalahan.
Makan bukanlah sebuah kesalahan, tetapi keinginan makan yang begitu besar sehingga mempertaruhkan hak kesulungannya adalah sebuah kesalahan besar yang dilakukan Esau. Demikian juga bermain bukan sesuatu yang salah bagi anak-anak tetapi ketika mereka mengabaikan hal-hal lain karena keinginan bermain yang sangat besar tentunya salah.


Cerita



Alat Peraga

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai, teka-teki

Ayat Hafalan

1 Petrus 1:14
Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,