Blog ini berisi Bahan Ajar / Cerita Sekolah Minggu dalam Bahasa Indonesia, silakan dipakai / dikutip secara bebas dan gratis karena Firman Tuhan bebas untuk diberitakan dan diketahui oleh semua orang

This blog contains materials for Sunday School Sermon. The sermon materials are written in Indonesian, but I hope the activities and images contained can be used by anyone with any language, please feel free to use it

Tuesday, March 12, 2024

Lazarus dibangkitkan (Yohanes 11:1-44)

Bahan Ajar, gambar peraga dan aktivitas untuk cerita Alkitab tentang Lazarus dibangkitkan oleh Tuhan Yesus (Yohanes 11:1-44)

Pokok Renungan

Cerita Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus hanya terdapat dalam Injil Yohanes dan tidak ada referensi lain tentang Lazarus pada Injil yang lain, sebaliknya cerita tentang Tuhan Yesus membangkitkan anak Yairus dan pemuda di Nain tidak ditulis dalam Injil Yohanes. Memang keempat Injil tidak selalu memuat atau berisi referensi kepada Injil yang lain dengan demikian keempat Injil saling melengkapi.
Kebangkitan Lazarus merupakan salah satu kejadian penting dalam karya Tuhan Yesus yang juga menjadi salah satu alasan bagi para imam besar bersepakat membunuh Tuhan Yesus (bd. Yoh. 11:53).
Dari kisah yang ditulis cukup detail oleh penginjil ada beberapa hal yang mungkin perlu pendalaman lebih lanjut tetapi setidaknya secara garis besar beberapa hal dapat direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak.
  • Yang pertama tentang persahabatan dan kasih yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus. Bacaan kita menjukkan bahwa Tuhan Yesus mengenal dekat keluarga ini, Injil Lukas menceritakan bahwa Tuhan Yesus pernah berkunjung ke rumah Maria dan Marta (bd. Luk. 10:38-42) dan dalam bacaan hari ini juga menunjukkan hubungan yang dekat ketika kedua perempuan meminta orang mengabari Tuhan Yesus tentang Lazarus yang sedang sakit (ay. 3), selanjutnya ditegaskan juga bahwa Tuhan Yesus mengasihi keluarga ini (ay. 5).
Tuhan Yesus berada di tempat yang jauh mungkin butuh waktu beberapa hari perjalanan dari tempatNya berada ke Betania, tapi Ia datang juga. Walaupun menjadi pertanyaan mengapa tidak bergegas pergi saat menerima berita tentang Lazarus yang sakit tetapi bacaan kita menjelaskan alasan Tuhan Yesus menunda karena Ia ingin menyatakan kuasa kemuliaanNya kepada banyak orang.
Tuhan Yesus datang ke Betania untuk membangkitkan Lazarus karena Dia mengasihi Marta, Maria, dan Lazarus. Ketika bertemu Maria dan Marta, Yesus menunjukkan empati dan kasih-Nya dengan menangisi Lazarus bersama mereka.
  • Yang kedua tentang kuasa Tuhan Yesus yang sangat besar bahkan atas kematian. Kuasa yang ditunjukkan ini merupakan tanda bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan. Ia memberikan harapan kepada orang percaya bahwa ada kebangkitan pada akhir zaman. Ini juga mengingatkan orang percaya akan kehidupan yang fana di dunia ini bahwa semua akan mati pada suatu saat, sebaliknya ada kehidupan kekal yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus di mana tidak ada kematian selamanya.

Cerita Anak

Cerita hari ini tentang seorang sahabat Tuhan Yesus bernama Lazarus yang sakit parah. Ia tinggal di sebuah kampung bernama Betania. Saudara perempuan Lazarus, Marta dan Maria, sangat sedih dan meminta orang memberitahukan kepada Tuhan Yesus untuk menolong saudara mereka.
Tuhan Yesus sedang melayani di tempat yang jauh dan butuh beberapa hari untuk sampai ke Betania, tetapi Tuhan Yesus tidak datang segera. Ia menunggu dua hari sebelum pergi. Saat Tuhan Yesus tiba di Betania, Lazarus sudah mati selama empat hari.
Tuhan Yesus melihat Marta dan Maria sangat sedih. Mereka menangis dan berkata, "Tuhan, seandainya Engkau ada di sini, Lazarus tidak akan mati." Tuhan Yesus pun menangis bersama mereka. Ia merasakan kesedihan mereka dan ingin membantu mereka.
Kemudian Tuhan Yesus pergi ke kuburan Lazarus. Kuburan itu berbentuk sebuah gua yang ditutup dengan batu yang besar. Tuhan Yesus menyuruh orang-orang membuka pintu kubur itu kemudian berseru dengan suara keras, "Lazarus, keluarlah!" Dan Lazarus keluar dari kuburan, hidup kembali!
Orang-orang yang melihat itu sangat heran. Mereka kagum melihat Tuhan Yesus dapat membangkitkan orang mati. Maria dan Marta sangat bersukacita karena saudara mereka hidup kembali. Sebelumnya mereka agak menyesal karena Tuhan Yesus datang setelah saudara mati tetapi sekarang mereka mengerti bahwa Tuhan Yesus punya maksud yang lebih besar untuk hidup mereka dan orang banyak.
Mereka melihat mujizat Tuhan karena mereka meminta pertolongan dari Tuhan, demikian juga adik-adik bisa mendapatkan pertolongan dari Tuhan kalau adik-adik memintanya dalam doa kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan melakukan kehendakNya dalam hidup adik-adik.
Tuhan Yesus adalah sahabat yang baik. Dia selalu memperhatikan adik-adik, bahkan saat sedih dan putus asa. Ia mempunyai kuasa yang sangat besar bahkan Ia berkuasa atas kematian.

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai


Teka-teki silang


Maze

Cari Kata




Tuesday, March 5, 2024

Perkawinan di Kana (Yohanes 2:1-11)


Bahan Ajar, Gambar peraga dan aktivitas untuk cerita Alkitab 
Yohanes 2:1-11, 'Perkawinan di Kana'

Bahan Ajar

Pokok Renungan

Kisah Alkitab ini sudah sangat populer bahkan bagian ayatnya biasa dipakai untuk menggambarkan tentang berkat Tuhan atas pernikahan. Dari kisah ini sangat banyak hal yang dapat dipelajari dan sudah dikupas berulang kali, tetapi tetap menarik untuk direnungkan tentang apa dan bagaimana karya Tuhan Yesus dalam peristiwa mujizat ini.

Beberapa hal yang menjadi pokok renungan dan dapat diajarkan kepada anak-anak adalah:

Yang pertama tentang kepedulian dan kemurahan hati yang ditunjukkan Tuhan Yesus, ketika Ia mau terlibat dalam menyelesaikan kesulitan yang dialami oleh orang. KehadiranNya dalam pesta itu merupakan bentuk kepedulianNya dan juga penghormatanNya kepada yang mengadakan pesta, Tuhan Yesus juga turut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh mereka yang menikah. Penting bagi kita dan ajarkan juga kepada anak-anak untuk merasa bahagia atas kebahagiaan orang lain, jangan sebaliknya susah atau sedih melihat orang bahagia, dan selalu mengucap syukur atas sebuah kebahagiaan.

Yang kedua tentang apa yang ditunjukkan Tuhan Yesus melalui mujizat itu, dalam ayat 11 menjelaskan bahwa dengan itu Tuhan Yesus menunjukkan kemuliaanNya, menyatakan bahwa Ia punya kuasa yang besar karena Ia adalah Tuhan. Hal ini mendorong para muridnya dan orang-orang yang mengetahui kejadian itu untuk percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Demikian juga kita diajak untuk menaruh iman dan percaya kita kepada Tuhan yang punya kuasa melampaui semua kuasa yang ada.

Yang ketiga tentang kepercayaan dan kepatuhan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Maria dan juga pelayan-pelayan, Maria tidak tahu apa yang akan dilakukan Tuhan Yesus tetapi ia percaya apapun yang dilakukan pasti baik, demikian juga pelayan yang melakukan perintah Tuhan Yesus tanpa bertanya. Kita juga diajarkan untuk menaruh percaya mutlak kepada Tuhan Yesus, minta dalam doa apa yang baik dan biarkan kehendak Tuhan yang terjadi bagi kita bukan kehendak kita, patuhi dan ikuti perintah firmanNya karena itu akan mendatangkan kebaikan bagi kita maupun orang lain yang ada bersama kita.


Cerita untuk Anak

Pernahkah adik-adik menghadiri pesta pernikahan? Pasti menyenangkan sekali, ya! Ada banyak orang yang datang untuk merayakan kebahagiaan bersama pasangan yang menikah. Ada musik, makanan, dan orang-orang bergembira bersama-sama.

Pada suatu hari, ada sebuah pesta pernikahan yang istimewa. Tuhan Yesus dan ibu-Nya, Maria, diundang untuk hadir di sana. Bayangkan, Tuhan Yesus sendiri datang ke pesta pernikahan! Pasti tuan rumah dan orang-orang yang hadir merasa senang.

Di tengah pesta, tiba-tiba terjadi masalah. Minuman anggur yang disediakan untuk para tamu ternyata habis! Wah, bagaimana ini? Para tamu pasti kecewa dan pesta pernikahan bisa menjadi tidak menyenangkan lagi.

Untungnya, ibu Maria melihat masalah ini. Dia segera memberitahu Tuhan Yesus tentang apa yang terjadi, ia tahu Tuhan Yesus pasti bisa menolong. Tuhan Yesus pun berkata kepada para pelayan, "Isilah enam tempayan itu dengan air sampai penuh."

Para pelayan tidak mengerti apa yang akan dilakukan Tuhan Yesus. Tapi, mereka tetap patuh dan mengikuti perintah Tuhan Yesus. Mereka mengisi enam tempayan besar dengan air. Kemudian, Tuhan Yesus berkata kepada para pelayan, "Sekarang, ambillah air dari tempayan itu dan bawalah kepada pemimpin pesta." Para pelayan mungkin bungung tetapi mereka tetap patuh mengambil air dari tempayan dan membawanya kepada pemimpin pesta.

Ketika pemimpin pesta mencicipi air itu, dia sangat terkejut! Air itu bukan air biasa, melainkan berubah menjadi anggur yang terbaik! Pemimpin pesta tidak tahu dari mana anggur yang baik itu tetapi para pelayan tahu bahwa itu dilakukan Tuhan Yesus. Kini mereka mengerti apa yang Tuhan Yesus perintahkan itu mendatangkan kebaikan.

Mukjizat yang dilakukan Tuhan Yesus ini menunjukkan bahwa Dia adalah Anak Allah yang memiliki kuasa yang luar biasa. Dia juga selalu peduli dengan orang lain. Dia mau menolong orang-orang yang sedang dalam kesulitan.

Sebagai anak-anak Tuhan kita juga harus seperti ibu Maria yang walaupun tidak tahu apa yang akan Tuhan Yesus lakukan tapi ia percaya pasti Tuhan Yesus akan melakukan yang terbaik, dan juga bersikap seperti para pelayan, kita harus patuh pada apa yang Tuhan Yesus perintahkan lewat firmanNya karena itu pasti mendatangkan kebaikan bagi setiap orang.

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai



Menghubungkan Titik

Maze




Teka-teki Silang


Jigsaw





Saturday, March 2, 2024

Tuhan Yesus Mengajar dan Menyembuhkan Banyak Orang (Matius 4:23-25)

Bahan Ajar, Gambar peraga dan aktivitas untuk materi pengajaran berdasarkan Matius 4:23-25, "Yesus Mengajar dan Menyembuhkan Banyak Orang"

Bahan Ajar

Pokok Renungan

Bagian bacaan ini menceritakan tentang Tuhan Yesus yang berkeliling Galilea, mengajar di rumah-rumah ibadat, memberitakan Kabar Baik tentang Kerajaan Allah, dan menyembuhkan banyak orang yang sakit. Walaupun hanya terdiri dari tiga ayat namun ada beberapa hal penting yang dapat direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak.

Yang pertama tentang pelayanan firman/pengajaran yang Tuhan Yesus sampaikan, menunjukkan bahwa kebenaran firman itu harus menjadi hal yang utama dari sebuah pelayanan. Tuhan Yesus mengajar bukan karena tidak ada yang mengajar tentang firman tetapi karena firman itu harus tetap diberitakan dan dinyatakan kebenarannya dalam segala keadaan.

Yang kedua tentang kuasa Tuhan Yesus yang tak terbatas. Semua jenis penyakit dan kelemahan yang diderita oleh mereka yang datang disembuhkan oleh Tuhan Yesus (ay 24). Kuasa yang Tuhan Yesus miliki melampaui batas-batas pengetahuan dan kemampuan manusia, sekaligus juga menunjukkan bahwa Ia mengasihi semua orang. Tuhan Yesus menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada semua orang, siapapun dia.

Hal ini mengajarkan kita bahwa:

  • Merupakan tugas kita sebagai orang percaya untuk terus menyampaikan kebenaran firman Tuhan kapan dan di manapun kita berada, sebagaimana yang Tuhan Yesus ajarkan baik itu lewat perkataan maupun perilaku.
  • Iman sebagaimana yang ditunjukkan oleh orang-orang yang mengikuti Tuhan Yesus membawa mereka kepada kesembuhan, iman itu juga yang harusnya menjadi kekuatan kita sebagai orang percaya.
  • Kasih dan pelayanan yang tulus yang Tuhan Yesus tunjukkan juga merupakan teladan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Kita wajib melakukan kasih dan kepedulian sebagaimana yang Tuhan Yesus lakukan tanpa kecuali.

Cerita untuk Anak

Apakah adik-adik pernah sakit? Pasti tidak menyenangkan ya, badan menjadi lemas dan tidak bisa bermain. Cerita minggu ini tentang orang-orang yang sakit.
Dulu waktu bangsa Isarel masih dijajah oleh orang Romawi, hidup mereka sangat susah, makan dan minum juga susah dan banyak yang menderita sakit. Ada yang demam, sakit perut, sakit kulitnya, ada juga yang lumpuh dan buta bahkan ada yang diganggu roh jahat.
Tetapi, ada kabar baik! Ada seorang yang bisa menyembuhkan semua penyakit mereka. Dia adalah Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus biasa pergi ke banyak tempat, Ia mengajar di rumah-rumah ibadat dan menceritakan tentang Kerajaan Allah yang penuh sukacita. Jika ia bertemu dengan orang yang sakit maka Ia akan segera menjamahnya sehingga menyembuhkan orang yang sakit itu.
Bagaimana bisa ya? Ternyata Tuhan Yesus memiliki kuasa yang sangat besar melampaui semua kuasa yang ada. Ia bukan hanya bisa menyembuhkan sakit yang biasa saja tetapi Ia juga menyembuhkan orang yang lumpuh, buta, ataupun tuli. Setiap orang yang percaya dan datang meminta kesembuhan kepada Tuhan Yesus akan disembuhkan. Ada juga orang-orang yang sehat membawa saudara atau temannya kepada Tuhan Yesus untuk disembuhkan. Mereka juga mengikuti Tuhan Yesus untuk mendengar apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Banyak orang menjadi senang dan mau menjadi sahabat Tuhan Yesus.
Bagaimana dengan adik-adik? Apakah adik-adik mau menjadi sahabat Tuhan Yesus?
Jika adik-adik mau menjadi sahabat Tuhan Yesus adik-adik bisa menunjukkan kasih dan perhatian kepada orang lain yang sakit atau membutuhkan pertolongan. Adik-adik juga bisa berdoa kepada Tuhan Yesus untuk memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit. Dan jangan lupa juga adik-adik selalu setia mendengar dan membaca firman Tuhan.

Gambar Peraga

Alat Peraga Wayang untuk kelas Kecil

Aktivitas Kelas Balita, Anak: Mewarnai


Aktivitas Kelas Pratama, Tanggung: Maze




Sunday, July 14, 2019

Berjanji Kepada Tuhan (1 Samuel 1)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 14 Juli 2019

Tema : “Berjanji Kepada Tuhan”(1 Samuel 1)

Topik :

- Anak-anak mengerti arti bernazar / berjanji kepada Tuhan

- Anak-anak belajar bersikap yang benar sehubungan dengan janji kepada Tuhan

Pokok Renungan

Kitab Samuel yang pertama dimulai dengan kisah kelahiran Samuel. Ibunya, Hana, merupakan salah seorang dari dua istri yang dinikahi ayahnya, Elkana. Namun sebelum ia mengandung Samuel, Hana adalah seorang perempuan yang mandul (ay. 5). Hal ini membuatnya sedih, apalagi Penina, istri yang lain dari Elkana, mempunyai beberapa anak dan selalu menyakiti hatinya karena ia mandul (ay. 6).

Merasa sedih dan susah hati, Hana kemudian memohon kepada Tuhan agar ia memperoleh anak, bahkan berjanji untuk mempersembahkan anak itu kepada Tuhan jika ia dilahirkan.

Tuhan mendengar permintaannya itu dan melalui imam Eli, Hana diberitahu bahwa permintaannya dikabulkan Tuhan (ay. 17).

Setelah ia memperoleh apa yang diminta kepada Tuhan, yaitu seorang anak yang kemudian dinamai Samuel, Hana teringat juga akan janjinya kepada Tuhan. Mungkin ia sangat sedih karena harus berpisah dengan anaknya yang bisa dibilang masih sangat kecil. Mengacu dari beberapa catatan, biasanya ibu Yahudi menyusui anaknya hingga berusia tiga tahun. Jika berusia demikian tentu Samuel masih sangat kecil, sangat manusiawi jika Hana merasa ragu dan takut membiarkan anaknya diasuh orang lain, tetapi bagi Hana janji kepada Tuhan harus ditepatinya dan ia percaya hidup Samuel kepada Tuhan.

Apa yang dilakukan Hana ini menjadi contoh yang baik tentang kesetiaan kepada Tuhan. Umumnya bagi seorang ibu, hal terberat dalam hidupnya adalah harus berpisah dari anaknya, apalagi kalau anaknya masih kecil dan itu adalah anak satu-satunya. Tetapi hana menunjukkan bagaimana ia harus setia pada janjinya kepada Tuhan walaupun itu bertentangan dengan perasaannya sendiri. Ia mungkin tidak tahu apakah ia akan punya anak lagi atau hanya Samuel anaknya, tetapi yang ia tahu bahwa ia telah berjanji kepada Tuhan, jadi apapun yang Tuhan akan lakukan kepada dirinya juga kepada Samuel yang masih kecil, bukan urusannya, yang menjadi urusannya adalah bagaimana memenuhi janji kepada Tuhan itu.

Di kemudian hari ternyata kesetiaan Hana itu dilihat dan diindahkan oleh Tuhan sehingga ia melahirkan anak-anak yang lain lagi sebagai ganti Samuel yang telah diserahkan kepada Tuhan. Tuhan memberikan kepadanya 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan lagi (bd. 1Sam. 2:21).

Janji yang dilakukan oleh Hana kepada Tuhan itu adalah bernazar (ay. 11), yaitu janji yang dengan sadar dan sungguh-sungguh diucapkan kepada Tuhan (bd. Ul 23:23; Bil 30:2). Janji yang wajib dipenuhi (bd. Mazm 76:12; Ul 23:21) karena itu harus dipikirkan dengan baik apa yang menjadi konsekuensi sebelum mengucapkan janji / nazar kepada Tuhan. Jika tidak mampu atau tidak bisa memegang janji sebaiknya jangan berjanji (bd. Ams 20:25; Ul 23:22).

Hal penting yang dapat dipelajari dan diajarkan kepada anak-anak yaitu tentang bernazar atau berjanji kepada Tuhan. Mungkin dalam doa-doa dengan tanpa pikir panjang kita meminta sesuatu dan menjanjikan sesuatu kepada Tuhan sebagai balasnya. Hal ini dianggap biasa padahal sebenarnya jika kita sudah berjanji kepada Tuhan jangan sampai kita mengabaikan atau melupakannya. Karena itu menjadi penting bagi kita untuk menjaga ucapan kita terutama saat berdoa memohon pertolongan Tuhan. Jangan sampai karena sangat menginginkan sesuatu membuat kita juga anak-anak dengan mudah berjanji kepada Tuhan padahal tidak mampu memenuhinya.

Yang lebih baik ialah dalam setiap doa kita selain memohon apa yang kita harapkan kepada Tuhan juga harus selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas semua yang dilakukanNya dalam hidup kita. Dan yang terbaik sebagai ucapan syukur kita kepada Tuhan adalah dengan mempersembahkan hidup kita untuk segala pekerjaan Tuhan yang bisa kita lakukan karena itu adalah ibadah yang sejati (Rm. 12:1).

Gambar Peraga

Aktivitas

Mewarnai


Ayat Hafalan:

Ulangan 23:23

Apa yang keluar dari bibirmu haruslah kaulakukan dengan setia, sebab dengan sukarela kaunazarkan kepada TUHAN, Allahmu, sesuatu yang kaukatakan dengan mulutmu sendiri.


Saturday, May 25, 2019

Jangan Kuatir, Tuhan Ada (Keluaran 14:15-31)

Bahan Ajar Sekolah Minggu, 26 Mei 2019

Tema: “Jangan Kuatir, Tuhan Ada” (Keluaran 14:15-31)
Tujuan:
- Anak-anak tahu bahwa dalam segala kedaan hidup kita Tuhan selalu ada
- Anak-anak mau menyerahkan segala kekuatirannya lewat doa dan pengharapan hanya kepada Tuhan

Pokok Renungan

Atas pertolongan dan pembelaan Tuhan terhadap bangsa Israel, mereka dilepaskan dari perbudakan oleh bangsa Mesir. Bangsa Mesir merasakan tekanan dari TUhan dan bangsa Israel melihat sendiri betapa besar kuasa Tuhan yang ditunjukkan melalui 10 tulah yang diturunkan atas bangsa Mesir, hal itu membuat mereka yakin untuk melangkah pergi meninggalkan tempat mereka diperbudak menuju suatu tempat yang mereka sendiri belum pernah tahu, kecuali dari cerita nenek moyang mereka. Bangsa Israel yang saat itu pergi keluar dari Mesir mempercayakan nasib mereka dalam pimpinan Musa yang kelihatan dan tentunya kepercayaan kepada Tuhan yang telah menunjukkan kekuatan dan kuasa yang besar di depan mata mereka.
Saat mereka baru keluar dari Mesir, Tuhan sendiri berinisiatif untuk menghindarkan mereka dari peperangan dengan mengambil jalan berputar (bd. Kel. 13:17-18), mungkin karena mereka sendiri belum siap berhadapan dengan pasukan terlatih dari bangsa-bangsa di sekitar tanah Kanaan. Jalur yang ditunjukkan Tuhan ini lebih jauh dari jalur yang biasa ditempuh. Ada yang menghitung jarak terdekat dari Mesir ke Kanan bisa ditempuh setidaknya dalam 11 hari perjalanan, jika saat ini kita mencoba menggunakan google map jalur yang mungkin dilalui yang ditunjukkan/disarankan, Sekitar 700 km yg secara normal dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 bulan dengan perhitungan perjalanan rombongan sejauh 4 km/hari. Melihat jalur yang digambarkan oleh alkitab (bisa dilihat pada peta perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir) nampaknya sengaja diputar dan dibuat agak jauh, walaupun jika ditempuh secara normal mungkin menghabiskan waktu antra 1 sampai 2 tahun, tetapi jalur yang Tuhan tunjukkan kepada bangsa Israel ini memang Tuhan maksudkan untuk mengajarkan dan membentuk iman serta kepribadian bangsa Israel yang selama ini sudah terbiasa menjadi hamba dari bangsa lain supaya mereka belajar untuk menghamba dan bergantung hanya kepada Tuhan saja. Perjalanan mereka ditempuh dalam waktu 40 tahun.
Walaupun secara ajaib Tuhan menuntun mereka dengan tiang api dan tiang awan, tantangan atau mungkin ujian perjalanan mereka mulai Tuhan berikan ketika mereka dituntun untuk berhadapan dengan laut sebagai penghalang. Mereka tidak punya perahu, tidak mungkin membuatnya dalam waktu singkat, sementara Firaun beserta bangsa Mesir mulai mengejar mereka (ay. 8). Tekanan berat itu membuat orang-orang Israel mulai mengeluh, bukan saja karena takut, tetapi mental mereka sudah merasa nyaman menjadi budak bangsa Mesir sehingga mereka menyesal telah keluar dari tanah Mesir (ay. 11-12).
Musa, yang oleh Tuhan diberi tugas menuntun bangsa Israel, tampil untuk menenangkan ataupun menegur ketakutan bangsa Israel dan atas perintah Tuhan, Musa mengulurkan tongkatnya dan membelah laut yang menghalangi mereka sehingga mereka dapat menyeberang dengan aman. Lebih dari itu, Tuhan kemudian memusnahkan musuh yang menekan mereka sehingga masalah mereka dengan Mesir benar-benar terselesaikan.
Mujizat yang sangat terkenal ini menjadi pelajaran pertama bangsa Israel dalam perjalanan mereka menuju tanah yang dijanjikan, selama 40 tahun ke depan, dalam perjalanan melalui padang gurun, banyak hal yang Tuhan tunjukkan kepada mereka untuk menguatkan iman percaya mereka kepada Tuhan. Dan selama 40 tahun itu juga akan lahir generasi baru bangsa Israel yang bersih dari pengalaman perbudakan, generasi ini yang nantinya akan masuk dan membangun bangsa Israel di tanah yang dijanjikan Tuhan, sementara sebagian besar generasi lama yang lahir dan dibesarkan dalam perbudakan mati di dalam perjalan selama 40 tahun itu .
Ada beberapa hal menarik dari mujizat besar yang dilakukan Tuhan ini yang dapat direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak.
Yang pertama bahwa Tuhan itu selalu ada, walaupun bangsa Israel sendiri mungkin sering kali lupa bahwa penyertaan Tuhan ada di seputar diri mereka. Mereka berteriak ketakutan dan kuatir sehingga mereka lupa bahwa tiang awan dan tiang api yang ajaib itu selalu ada di dekat mereka untuk menuntun mereka. Kita perlu mengingatkan kepada anak-anak bahwa dalam keadaan apapun sebenarnya Tuhan itu selalu ada dan dekat dengan diri kita, jangan biarkan ketakutan membuat kita lupa bahwa Tuhan selalu menjaga kita.
Yang kedua bahwa Tuhan punya cara untuk menolong bangsa Israel keluar dari masalah mereka, dan dengan cara itu juga Tuhan mengajar dan menumbuhkan iman percaya bangsa Israel, demikian juga Tuhan punya cara untuk mengatasi setiap masalah yang kita hadapi yang terpenting adalah kita tetap berserah kepada Tuhan dan mau belajar dari setiap persoalan yang dihadapi agar semakin hari semakin kuat iman percaya kita kepada Tuhan.

Aktivitas:

Mewarnai
TTS

Ayat Hafalan:

1 Petrus 5:7
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Saturday, May 11, 2019

Allah Bertindak Melalui Kita (Keluaran 2:23-3:12)

Bahan Ajar Sekolah Minggu 12 Mei 2019
Tema : “Allah bertindak melalui kita” (Keluaran 2:23-3:12)
Topik :
- Anak-anak tahu bahwa Tuhan bertindak untuk menyelamatkan umatNya dengan mengutus orang pilihannya
- Anak-anak belajar bahwa siapa saja bisa diutus Tuhan 

Pokok Renungan

Setelah Musa diambil dan dipelihara oleh putri raja Mesir sampai ia dewasa, ia melakukan kesalahan yang membuat ia harus melarikan diri keluar dari Mesir.
Musa sampai di tanah Midian dan menetap disana, ia juga menikah dengan Zipora, anak Yitro (Rehuel), imam di Midian. Hidupnya tenang sebagai seorang gembala, jauh dari Firaun, raja Mesir yang ingin membunuhnya.
Sampai suatu ketika, ketika sedang menggembalakan kambing domba mertuanya, ia bertemu dengan Tuhan. Tuhan memang sengaja mendatanginya karena Tuhan ingin mengutusnya membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Tuhan mendengar keluhan umat Israel yang berseru-seru kepadaNya, dan tentunya Musa juga sudah pernah melihat sendiri penderitaan yang dialami oleh bangsanya itu, dan Tuhan ingin ia kembali ke tempat dari mana ia melarikan diri. Pilihan Tuhan atas diri Musa untuk membebaskan umat Israel tentunya sesuatu yang istimewa tapi bukan berarti bahwa Musa sangat hebat atau lebih mampu dari orang Israel lainnya. Hal itu nampak dari percakapan Musa dengan Tuhan, dimana ia berusaha untuk menolak perintah Tuhan itu.
Walaupun Musa pernah hidup di istana Firaun tetapi bukan berarti ia adalah seorang yang punya kemampuan yang luar biasa untuk menghadapi orang Mesir, apalagi Firaun. Di lain pihak, bisa jadi umat Isarel juga tidak suka kepadanya karena selama ini ia menikmati hidup yang menyenangkan di istana raja sementara saudara-saudara sebangsanya menderita.
Hal ini mungkin menjadi masalah pertama yang mengganjal di hati Musa. Pergi ke Mesir sama saja dengan menyerahkan diri ke tangan musuh yang ingin membunuhnya. Selain itu jika membaca secara lengkap perbincangan Musa dengan Tuhan nampak bahwa musa punya banyak kekurangan yang secara manusiawi tidak memungkinkan ia untuk memimpin sebuah bangsa yang besar.
Tapi hal yang menguatkan Musa adalah Tuhan menjanjikan penyertaan kepadaNya dan ia mengenal Tuhan yang berjanji itu. Karena itu Musa bersedia untuk diutus dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya.
Beberapa hal menarik dapat direnungkan dan diajarkan kepada anak-anak dari kisah pengutusan Musa ini.
Hal yang pertama yaitu sebagaimana Israel yang saat itu berseru meminta pertolongan Tuhan, saat ini juga banyak orang yang menderita yang berseru memohon pertolongan kepada Tuhan, dan Tuhan tentu mendengarnya. Karena itu sebagaimana Musa bersedia untuk diutus Tuhan menolong bangsa Israel, kita juga harus bersedia diutus Tuhan untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Tuhan bertindak melalui kita, orang-orang percaya.
Jika Musa menyadari kekurangannya namun mau diutus oleh Tuhan karena percaya akan janji penyertaaNya, demikian juga kita, sepatutnya kita sadar bahwa kita tidak sempurna dan tidak punya semua hal yang lebih, tetapi jika kita percaya bahwa Tuhan akan menyertai dan menolong kita untuk menolong orang lain, kita akan dimampukan dan dicukupkan untuk dapat menolong orang lain.
Banyak hal bisa kita lakukan untuk membantu atau meringankan kesulitan yang dialami oleh orang lain, kita tidak perlu melakukan hal besar, tetapi mulailah dengan hal-hal kecil dalam diri kita maupun di lingkungan sekitar kita yang kiranya membantu. Anak-anak bisa mulai dengan menyisihkan uang jajan untuk dapat disumbangkan atau lebih sederhana dengan memisahkan sampah dengan baik sehingga membantu pemulung yang biasa mencari sampah plastik di sekitar rumah kita, dengan hal kecil seperti itu anak-anak sudah belajar membantu orang lain, kelak anak-anak akan terbiasa melakukan hal-hal yang lebih besar untuk membantu orang lain.

Aktivitas:

Mewarnai
Cari Kata
Kunci Jawaban

Ayat Hafalan:

Roma 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.